Read more about the article Ritual Methik Sekar Wijayakusuma, Bikin Trend Dagang di Pasar Bebas (seri 1 – bersambung)
BELUM BERBUNGA : Pohon bunga Wijayakusuma species yang tinaman Sinuhun PB XIV Hangabehi di samping cungkup makam Sinuhun Amangkurat Agung di Tegal, hingga sekitar 2 tahun ini belum ada kabar pernah berbunga. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Ritual Methik Sekar Wijayakusuma, Bikin Trend Dagang di Pasar Bebas (seri 1 – bersambung)

Banyak Ditawarkan Melalui Medsos, Harga yang Sudah Mekar Rp 5 Juta IMNEWS.ID - Walau di satu sisi upacara adat "methik sekar" Wijayakusuma di Pulau Majeti Cilacap dianggap publik sebagai peristiwa biasa-biasa,…

0 Comments
Read more about the article Persepsi dan Tafsir “Ritual Methik” dan “Sekar Wijayakusuma” (seri 5-habis)
SEMPAT BERBINCANG : KRRA Panembahan Gilingwesi Singanegoro (Ketua Pakasa Cabang Kudus) sempat berbincang dengan Sinuhun PB XIV Hangabehi, setelah ikut rombongan menyerahkan sekar Wijayakusuma. Busana adatnya basah saat menahan buang air. (foto : iMNews.id/Dok)

Persepsi dan Tafsir “Ritual Methik” dan “Sekar Wijayakusuma” (seri 5-habis)

Kesempatan "Terbaik" tak Akan Datang Lagi, Sayang Kalau Dilewatkan IMNEWS.ID - JADI, perkembangan dari waktu ke waktu "ndilalah" menunjukkan fakta-fakta yang semakin jelas berbeda dan terpisahkan oleh garis tegas. Setidaknya antara…

0 Comments
Read more about the article Persepsi dan Tafsir “Ritual Methik” dan “Sekar Wijayakusuma” (seri 4-bersambung)
DERMAGA PENYEBERANGAN : Dermaga pelabuhan Teluk Penyu Cilacap, adalah pintu keluar-masuk untuk keperluan yang sangat terbatas. Selain untuk keperluan proteksi Lapas Nusakambangan, juga untuk keperluan ziarah ke goa Sela Masigit. (foto : iMNews.id/Dok)

Persepsi dan Tafsir “Ritual Methik” dan “Sekar Wijayakusuma” (seri 4-bersambung)

Pendahulunya "Melahirkan" Kelompok yang Tega "Menginjak-injak Kehormatan" IMNEWS.ID - UPACARA adat "methik sekar" Wijayakusuma ke Pulau "Bandung" Majeti dengan berziarah dan menggelar "donga wilujengan" di goa Sela Masigit, Desa Ujung Alang,…

0 Comments
Read more about the article Persepsi dan Tafsir “Ritual Methik” dan “Sekar Wijayakusuma” (seri 3-bersambung)
SIMBOL KEBESARAN : Walau sajiannya Korsik Drumband Banser NU Mranggen (Demak) yang dipimpin Pakasa Cabang Jepata, tetapi tugas yang diemban membawa simbol kebesaran kraton dalam menjalankan upacara adat "methik sekar" Wijayakusuma. (foto : iMNews.id/Dok)

Persepsi dan Tafsir “Ritual Methik” dan “Sekar Wijayakusuma” (seri 3-bersambung)

Di Zaman Serba Terbuka, Ndilalah Serba "Cupet", Tetapi Masih Disikapi Sinis IMNEWS.ID - "INIKAH tanda-tanda akan kembalinya kemuliaan, kewibawaan, harkat dan martabat Kraton Mataram Surakarta?". Pertanyaan ini mungkin sangat tidak populer…

0 Comments
Read more about the article Persepsi dan Tafsir “Ritual Methik” dan “Sekar Wijayakusuma” (seri 2-bersambung)
UBA-RAMPE : Prosesi kirab membawa uba-rampe perlengkapan yang akan digunakan untuk mewadahi dan mengangkut sekar Wijayakusuma, sedang berangkat dari Masjid Darussalam menuju dermaga Teluk Penyu, Cilacap, Minggu pagi (3/5). (foto : iMNews.id/Do

Persepsi dan Tafsir “Ritual Methik” dan “Sekar Wijayakusuma” (seri 2-bersambung)

Situasi, Kondisi dan Risiko Menjadi Tantangan Berat di Zaman Perubahan IMNEWS.ID - KISAH perjalanan misi spiritual religi dan kebatinan ritual "methik sekar" Wijayakusuma di Pulau "Bandung" Majeti dekat Pulau Nusakambangan, 2-3…

0 Comments
Read more about the article Persepsi dan Tafsir “Ritual Methik” dan “Sekar Wijayakusuma” (seri 1-bersambung)
MASUK KAMPUNG : Lokasi goa Sela Masigit di bibir pantai ujung kampung di belakang KRA Sunarso dan KRAT Rudy berdiri itu. Kini, lokasi pertapan Sinuhun PB X dan para leluhur Dinasti Mataram itu, masuk Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut. (foto : iMNews.id/Dok)

Persepsi dan Tafsir “Ritual Methik” dan “Sekar Wijayakusuma” (seri 1-bersambung)

Misi "Membantu Meringankan Beban" yang Mencapai Beberapa Misi Lain IMNEWS.ID - KETIKA kali pertama terdengar ada kabar warga Pakasa beberapa cabang mendapat tugas menjalankan misi "methik sekar" Wijayakusuma ke Nusamkambangan, memang…

0 Comments
Read more about the article Momentum Sarasehan Nasional Catur Sagatra Jadi Ajang “Ngudarasa” (seri 4 – habis)
SEMUA DIBAHAS : Di forum "ngudarasa" sarasehan Catur Sagatra yang digelar di makam bekas Kraton Kartasura, semua lembaga masyarakat adat yang menjadi anggotanya dibahas para pembicara, khususnya GBPH Yudaningrat. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Momentum Sarasehan Nasional Catur Sagatra Jadi Ajang “Ngudarasa” (seri 4 – habis)

Penerus KGPAA MN VIII Sempat "Dipertimbangkan" Tanpa Angka Dinasti IMNEWS.ID - "NGUDARASA" para tokoh Dinasti Mataram terutama GKR Wandansari Koes Moertiyah (Kraton Mataram Surakarta) dan GBPH Yudaningrat (Kraton Jogja) mengenai  keluarga…

0 Comments
Read more about the article Momentum Sarasehan Nasional Catur Sagatra Jadi Ajang “Ngudarasa” (seri 3 – bersambung)
MALAH BERUNTUNG : Malah beruntung, publik masih punya GBPH Yudaningrat yang peduli pada kepentingan lebih besar, demi kerukunan keluarga besar Catur Sagatra. Hal yang diperlukan untuk kepentingan itu, justru lebih baik dibuka. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Momentum Sarasehan Nasional Catur Sagatra Jadi Ajang “Ngudarasa” (seri 3 – bersambung)

Karena "Memaksakan Kehendak, Aib Terbongkar", Semua Jadi Ikut "Kewirangan" IMNEWS.ID - SIKAP Sinuhun PB XII tak pernah mengungkapkan masalah calon pengganti tahtanya, termasuk hal yang "didiskusikan" dengan GBPH Yudaningrat (iMNews.id, 1/5),…

0 Comments
Read more about the article Momentum Sarasehan Nasional Catur Sagatra Jadi Ajang “Ngudarasa” (seri 2 – bersambung)
TAK PERNAH : Sepanjang perjalanan hidup hingga menjelang akhir hayatnya, Sinuhun PB XII nyaris tak pernah mengungkap soal figur calon penggantinya kepada siapapun. Kecuali di depan GBPH Yudaningrat, yang datanya sangat meyakinkan. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Momentum Sarasehan Nasional Catur Sagatra Jadi Ajang “Ngudarasa” (seri 2 – bersambung)

PB XIII tak Mungkin Punya Anak Lagi, Karena "Kedua Organnya Rusak" IMNEWS.ID - BAGIAN akhir seri sebelumnya artikel berjudul "Momentum Sarasehan Nasional Catur Sagatra Jadi Ajang "Ngudarasa" (iMNews.id, 29/4), yang dikisahkan…

0 Comments
Read more about the article Panggung Hari Tari Dunia di Kota Surakarta “Disambut” Hujan Deras
LIMA PENARI : Lima dari sembilan penari Bedhaya Suka Mulya, adalah "wayah-dalem". Peran dan posisi seperti itulah yang diinginkan Sardono W Kusumo, sebagai bentuk nyata upaya menjaga kelestarian Budaya Jawa yang dibawa Kraton Mataram Surakarta. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Panggung Hari Tari Dunia di Kota Surakarta “Disambut” Hujan Deras

Kraton Sajikan Dua Karya di Bangsal Smarakata, Disaksikan Dubes Chile SURAKARTA, iMNews.id - Panggung pertunjukan tari peringatan Hari Tari Dunia yang digelar di beberapa lokasi di Kota Surakarta sesi malam…

0 Comments