Read more about the article Kraton Sudah tak Punya “Kepatihan”, tak Ada Ruang Magang “Calon Raja” (seri 1-bersambung)
BUKAN HANYA : "Nagari" (monarki) Mataram Islam Surakarta yang didirikan Sinuhun PB II (1727-1749) tidak hanya di seputar tembok Baluwarti, Kecamatan Pasarkliwon seperti simbol yang ada dalam foto. Dulu, lokasi ini bukan pusat pemerintahan. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kraton Sudah tak Punya “Kepatihan”, tak Ada Ruang Magang “Calon Raja” (seri 1-bersambung)

Perlu Diciptakan Ruang Belajar, Agar Memenuhi Kapasitas yang Dibutuhkan IMNEWS.ID - BANYAK karya penulisan berupa buku tentang sejarah perjalanan kraton-kraton di Jawa, tetapi rata-rata menyajikan data-data dan fakta situasi kelembagaannya setelah…

0 Comments
Read more about the article Pengurus Baru Pakasa Tegal Dilantik, Sekaligus Peresmian Sekretariatnya
MENCOBA MERASAKAN : Gusti Moeng duduk agak menjauh sendiri di depan pintu masuk sekretariat Pakasa Cabang Slawi/Tegal, untuk merasakan aura bangunan lama bekas pabrik gula yang hampir semuanya didirikian oleh kraton selaku pemiliknya. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pengurus Baru Pakasa Tegal Dilantik, Sekaligus Peresmian Sekretariatnya

Punya Ritual Andalan, Eksistensi Kepengurusan Cabang Sangat Berdinamika SLAWI/TEGAL, iMNews.id - Kabupaten Slawi/Tegal akhirnya memiliki susunan kepengurusan Pakasa cabang lagi yang baru dan eksis, yang akan mengabdi selama 5 tahun…

0 Comments
Read more about the article Pakasa Kudus Berharap Pemerintah Tetapkan 13 Juli Hari Libur Nasional
PIMPIN DOA : KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro (Ketua Pakasa Cabang Kudus) memimpin donga wilujengan untuk Sinuhun PB XIV Hangabehi dan Hari Kepercayaan pada Tuhan YME di sebuah rumah-makan, tepat 13 Juli yang ditetapkan negara, semalam. (foto : iMNews.id/Dok)

Pakasa Kudus Berharap Pemerintah Tetapkan 13 Juli Hari Libur Nasional

Bentangkan "Ucapan Selamat" di Sela-sela Wilujengan untuk Sinuhun PB XIV KUDUS, iMNews.id - Seluruh warga Pakasa Cabang Kudus ikut gembira dan menyambut baik, karena pemerintah telah menetapkan tanggal 13 Juli…

0 Comments
Read more about the article Sebelum Tahun 1980-an, Jamasan Makam Tegalarum Didahului Potong Kuku
DENGAN PROSESI : Untuk mengangkut "langse baru" dan semua uba-rampe "jamasan makam", dilakukan dengan prosesi kirab yang dipandu para prajurit, dari Bangsal Parasedya menuju bus yang akan mengangkut ke Astana Tegalarum, Slawi/Tegal. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Sebelum Tahun 1980-an, Jamasan Makam Tegalarum Didahului Potong Kuku

Ditandai Peresmian Sekretariat dan Tetepan Pengurus Pakasa Cabang SLAWI, iMNews.id - Kraton Mataram Surakarta mempertimbangkan usulan beberapa pihak, yang menghendaki dikembalikannya tradisi potong kuku dan rambut yang menjadi bagian upacara…

0 Comments
Read more about the article Minggu Hari Ini, Gusti Moeng Pimpin Jamasan Makam Sinuhun Amangkurat Agung
GANTI LANGSE : Gusti Moeng semalam memimpin rombongan kraton ke Astana Pajimatan Kutha Gedhe (DIY). Sebelum mengganti langse, ia memberi sambutan dalam upacara pembukaan ritual haul ke-438 wafat Raja Mataram ke-1 Sinuhun Panembahan Senapati. (foto : iMNews.id/Dok)

Minggu Hari Ini, Gusti Moeng Pimpin Jamasan Makam Sinuhun Amangkurat Agung

Tak Disertai Sinuhun PB XIV Hangabehi, Karena Sudah "Tidak Boleh" SURAKARTA, iMNews.id - Minggu Kliwon (12/7) hari ini Gusti Moeng diagendakan hadir di Astana Pajimatan Tegalarum, Desa Paseban, Kecamatan Adiwerna,…

0 Comments
Read more about the article Pemeo “Aja Dolanan Adeging Ratu”, Larangan yang Dilanggar Dua Kali (seri 4-habis)
PUNCAK KEJAYAAN : Saat Sinuhun PB X jumeneng-nata (1893-1939), Kraton Mataram Surakarta berada pada puncak kejayaan secara ekonomi dan produk infrastruktur "negara". (foto : iMNews.id/Dok)

Pemeo “Aja Dolanan Adeging Ratu”, Larangan yang Dilanggar Dua Kali (seri 4-habis)

Jadi Momentum Memperbaiki, Melengkapi dan Menghindari Kesalahan Serupa IMNEWS.ID - DUA kali peristiwa eksperimen "dolanan adeging ratu" yang bernuansa spekulasi di tahun 2004 dan 2025 yang kini "belum bisa terselesaikan", rasanya…

0 Comments
Read more about the article Pemeo “Aja Dolanan Adeging Ratu”, Larangan yang Dilanggar Dua Kali (seri 3-bersambung)
AKHIR HAYAT : Di tahun-tahun menjelang akhir hayatnya, Sinuhun PB XIII nyaris tak memiliki sumber daya untuk memimpin kelembagaan kraton. Karena secara individu, dirinya sudah "dikuasai" kelompok yang berlindung di belakangnya. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pemeo “Aja Dolanan Adeging Ratu”, Larangan yang Dilanggar Dua Kali (seri 3-bersambung)

Yang Bisa Dilakukan Hanya Drama "Ratu-ratunan", Karena tak Punya Ahli/Praktisi IMNEWS.ID - KARENA peringatan yang menjadi judul besar di atas sudah muncul sejak peristiwa pergantian tahta tahun 2004 dan makna yang…

0 Comments
Read more about the article Pemeo “Aja Dolanan Adeging Ratu”, Larangan yang Dilanggar Dua Kali (seri 2-bersambung)
PENCERDASAN BERSAMA : Sarasehan dan diskusi tentang Provinsi Daerah Istimewa Surakarta dan posisi kraton, dengan pembicara intelektual UGM Yulianto Ibrahim (kini profesor-Red), menjadi media pencerdasan bersama masyarakat adat. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pemeo “Aja Dolanan Adeging Ratu”, Larangan yang Dilanggar Dua Kali (seri 2-bersambung)

Eksperimen Spekulatif, Berambisi Merebut Tahta, Lucu Tetapi Berbahaya! IMNEWS.ID - KALAU dalam judul besar artikel ini berbunyi "Pemeo : Aja Dolanan Sdeging Ratu; Larangan yang Dilanggar Dua Kali", itu adalah poin…

0 Comments
Read more about the article Pemeo “Aja Dolanan Adeging Ratu”, Larangan yang Dilanggar Dua Kali (seri 1-bersambung)
MELEMPAR TANTANGAN : Di sebuah forum sarasehan, ketika menjadi pembicara Gusti Moeng melempat tantangan tes DNA. Tantangan ditujukan kepada tokoh yang selama ini "ngotot" mempertahankan aibnya untuk merebut "kekuasaan" di kraton. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pemeo “Aja Dolanan Adeging Ratu”, Larangan yang Dilanggar Dua Kali (seri 1-bersambung)

Apakah Aibnya Perlu "Disempurnakan" Dengan Tes DNA? IMNEWS.ID - PERTANYAAN "Apakah aibnya perlu disempurnakan dengan tes DNA"? yang menjadi subjudul dari seri awal tema artikel ini, terkesan bernada menantang. Tetapi, tantangan…

0 Comments
Read more about the article Ngisis Ringgit Kiai Kadung di Anggara Kasih Ageng, Sura Tahun Be 1960
MENGAJAK BERIKRAR : Gusti Moeng saat mengajak para abdi-dalem petugas teknis "ngisis ringgit" untuk berikrar janji sesuai paugeran adat yang berlaku di kraton. Anggara Kasih ageng siang tadi, yang dikeluarkan Kanjeng Kiai Kadung. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Ngisis Ringgit Kiai Kadung di Anggara Kasih Ageng, Sura Tahun Be 1960

Ritual Perdana "Kanjeng Kiai Ageng", di Awal Era Sinuhun PB XIV Hangabehi SURAKARTA, iMNews.id - Bebadan Kabinet 2004 Kraton Mataram Surakarta menggelar upacara adat "ngisis ringgit" pada "weton Anggara Kasih…

0 Comments