Pakasa Cabang Jepara Persembahkan Keris Sinom Robyong untuk Ketua Yayasan
JEPARA, iMNews.id – Setelah berjalan rutin di siang hari dalam beberapa tahun terakhir, kirab budaya untuk event haul ke-284 wafat Adipati Citrosumo (I-VII) digelar di malam hari pada tahun 2026 ini. Kirab budaya yang didukung 112 brayat Pakasa Cabang Jepara, 85 orang di antaranya Bregada Korsik Sura Praja dan Prajurit Nguntara Praja itu digelar malam hari, Rabu (24/6) semalam mulai pukul 19.15 WIB.
KP Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara) yang dihubungi iMNews.id, Kamis (25/6) siang menyebutkan, untuk kali pertama kirab budaya dalam rangka haul ke-284 Adipati Citrosumo digelar di malam hari. Tak dijelaskan bagaimana sikap masyarakat Kabupaten Jepara, mendapat suguhan atraksi event ritual religi dengan sentuhan Budaya Jawa yang indah ini, tetapi konon warga menyambut meriah.

Dari barisan kirab yang terbentuk, tampak kehadiran Pakasa Cabang Jepara sangat mendominasi peristiwa budaya atraktif itu, semalam. Karena, ada 112 warga Pakasa yang dikerahkan untuk mendukung kirab. Mereka terdiri sejumlah “abdi-dalem Kanca-Kaji” yang berada dalam barisan membawa “lurub” (luwur) dan uba-rampe ritual lainnya, Bregada Nguntara Praja dan Korsik Bregada Prajurit Sura Praja.
Kirab yang berakhir di lokasi makam Desa Sendang start dari Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan (Jepara), dipimpin Amin Sutanto selaku “manggala” barisan kirab. Ikut hadir melepas kirab, Wabup Gus Hajar, Ketua DPRD Agus Sutisna, Ketua Komisi C DPRD Nur Hidayat dan para pejabat Forkopimcam setempat. Sebelum kirab, KRT Anam meenyerahkan keris Sinom Robyong kepada Ketua Yayasan Citrokusumo.

Keris persembahan Pakasa Cabang Jepara itu, langsung dikenakan KRT Anam Hadinagoro di pinggang Edy Kadarisman SPd (Ketua Yayasan Citrosumo) yang sudah mengenakan busana adat Jawa untuk kirab. Sesampai di depan makam, luwur diserahkan abdi-dalem “Kanca-Kaji kepada Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Jepara, Ali Hidayat. Tak lama kemudian, ganti luwur dilakukan di dalam cungkup.
Ritual haul Adipati Citrosumo tahun 2026 ini agak berbeda dari 2-3 tahun sebelumnya, yang berganti waktu dari siang ke malam hari. Perbedaan akibat pergantian waktu itu merupakan hal yang wajar, karena pembentukan sebuah event memerlukan waktu dan proses ke arah mapan. Pada saatnya, akan terbentuk ideal, utuh, lengkap dan paripurna, termasuk kesiapan masyarakat pendukungnya.

Selengkapnya, event haul yang ditandai kirab budaya itu dimulai Rabu malam sekitar pukul 19.30 WIB dengan kegiatan tahlil di kompleks cungkup makam. Pada waktu yang sama, kirab budaya dilepas dari gedung NU di Desa Purwogondo dan berakhir di kompleks makam, Desa Sendang kecamatan yang sama, Kalinyamatan. Pukul 21.00 WIB, dilakukan jamasan pusaka peninggalan Adipati Citrosumo di serambi makam.

Acara berlanjut tanggal 23-25 Juni, mulai pukul 08.00 WIB digelar Tahtimul Qur’an Bilghoib di serambi dan pendapa makam. Namun usai kirab budaya, semalam, di lokasi makam juga digelar pentas wayang santri mulai pukul 20.00 WIB, mengiringi penggantian luwur atau lurub. Kamis (25/6) besok mulai pukul 19.30 WIB, di lokasi kompleks makam, digelar pengajian umum yang ditutup pembagian santunan Yatama. (won-i1)






