Kamis, 2 Desember 2021
Regional Tekan Penularan Covid-19 Jurug Solo Kembali Ditutup

Tekan Penularan Covid-19 Jurug Solo Kembali Ditutup

Baca Juga

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

Wakil Wali Kota : “Kalau Tidak Mau Dihormati, ya………..”

Sumbang Rp 5 Juta untuk Pekan Seni 90 Tahun Pakasa SOLO, iMNews.id – Pembukaan Pekan Seni dan Ekraf (Ekonomi Kreatif)...

Istana Maimun Medan Akan Dikembalikan Menjadi Ikon Kota

Dikunjungi Ketua DPD RI dan Disaksikan Ketua MAKN MEDAN, iMNews.id – Ketua DPD RI AA LaNyala Mahmud Mattalitti yang belakangan...
~Pariwara~

SOLO, iMNews.id – Guna menekan potensi penularan Covid-19, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo  kembali ditutup untuk umum. Penutupan itu berlaku mulai Senin (1/2) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Dirut Perumda TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan jika  penutupan taman satwa itu hampir sama dengan penutupan pada Maret-Juni 2020. Saat itu TSTJ tidak menerima pengunjung sama sekali.

“Sampai kapan penutupannya, kami menunggu kebijakan Pemkot,” kata dia.

Saat ini manajemen masih berkoordinasi dengan Pemkot Surakarta untuk membahas nasib para pegawai dan keberlangsungan konservasi fauna, selama penutupan taman satwa tersebut. Manajemen juga sudah memperpanjang masa berlaku tiket presale yang sudah dibeli masyarakat, saat penggalangan donasi pakan pada tahun lalu. Masa berlaku tiket itu diperpanjang dari akhir tahun ini menjadi 31 Desember 2022.

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), TSTJ masih tetap beroperasi dengan pembatasan usia dan jumlah pengunjung serta penerapan protokol kesehatan lain.

Berdasarkan catatan manajemen, jumlah rata-rata harian pengunjung TSTJ sejak dibuka kembali pada 19 Juni 2020 terbilang minim. Berkisar 20-25 orang perhari.

Sementara itu Wali Kota FX Hadi Rudyatmo membenarkan penutupan TSTJ tersebut. Ia bahkan menyebut jika penutupan itu direncanakan berlangsung selama setahun.

“Ini baru dibahas untuk ditangani oleh dinas terkait. Yang paling penting hewannya selamet, pegawainya bisa ngliwet,” tandas Wali Kota. (FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

More Articles Like This