28.4 C
Surakarta
Regional Pemkot Surakarta Kaji Opsi Rumahkan Pegawai Taman Jurug Solo

Pemkot Surakarta Kaji Opsi Rumahkan Pegawai Taman Jurug Solo

Baca Juga

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Bupati Demak Gelisah Karena Warganya Sudah Kehilangan Tata-krama dan Sopan-santun

Pakasa Cabang Dibentuk untuk Diajak Bersama Hadapi Radikalisme dan Inteoleransi DEMAK, iMNews.id - Bupati Demak Hj dr Eistianah SE mengungkapkan...

“Ting-ting Hik, Jadah Jenang Wajik, Aja Lali Tinge Kobong….” (2-habis)

Dipindah ke Kupel Segaran untuk Meramaikan Kebon Raja IMNEWS.ID - UPACARA adat hajad dalem Malem Selikuran atau Lailatul Qadar untuk memperingati...
~Pariwara~

SOLO, iMNews.id – Seiring penutupan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) untuk menekan potensi penyebaran Covid-19, Pemkot Surakarta terus mengkaji kemungkinan untuk merumahkan sebagian pegawai obyek wisata tersebut.

Kebijakan itu kemungkinan diberlakukan terhadap para pegawai, yang tidak berkaitan langsung dengan aktivitas konservasi satwa. “Misalnya staf administrasi,” ungkap Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Senin (1/2).

Menurut Wali Kota, para pegawai yang selama ini menangani konsevasi sulit untuk dirumahkan selama penutupan TSTJ. “Pegawai seperti keeper, dokter hewan atau satpam bisa tetap dipekerjakan.”

Pemkot, imbuh Wali Kota yang biasa disapa Rudy ini, telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar guna mendukung konservasi satwa TSTJ sepanjang 2021. Sebagian dana tersebut, menurutnya, dapat dipakai untuk menggaji karyawan yang tetap bekerja dan pengadaan pakan satwa.

“Kalau untuk pegawai yang dirumahkan, ini yang susah. Sebelumnya kami kira bisa menggunakan dana Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk menggaji mereka, tapi ternyata tidak bisa. Kecuali kalau kita beri bantuan logistik kepada mereka,” bebernya.

Untuk itu Pemkot dan manajemen masih terus berkoordinasi, guna mencari solusi terbaik bagi para pegawai TSTJ. “Kami masih cari pembanding-pembanding,” tegas Rudy.

Sementara itu Dirut Perumda TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, membenarkan jika nasib para pegawai pascapenutupan TSTJ masih dibahas bersama Pemkot. (FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Berita Terkait