Read more about the article Kirab Budaya Mengusung Nama Besar “Mbah Glongsor”, Sosok Pembasmi Komplotan Penjahat “Kramaleya”
SIAPKAN KERIS : KRA Panembahan Didik Gilingwesi (Ketua Pakasa Cabang Kudus) sedang mempersiapkan dua di antara 4 keris yang habis dibelinya, salah satunya berpamor "Carita Bungkem" dan diberi nama Kiai Bledheg. Empat keris dan satu tombak disiapkan untuk kirab budaya mengenang nama besar Mbah Glongsor, yang digelar Sabtu (17/8) kemarin. (foto : iMNews.id/Dok)

Kirab Budaya Mengusung Nama Besar “Mbah Glongsor”, Sosok Pembasmi Komplotan Penjahat “Kramaleya”

Digelar Tepat pada Peringatan 17-an, Peserta dan Penikmatnya Jauh Melebihi Ekspektasi KUDUS, iMNews.id - Kirab budaya yang megusung nama besar "parapan" (alias/sebutan) "Mbah Glongsor" di lingkungan RW 01 Ekapraya, Kampung…

0 Comments
Read more about the article Refleksi 79 Tahun NKRI, Sinuhun PB X Mulai Merintis “Dukungan”, dari Miangas Hingga Pulau Rote (seri 1 – bersambung)
DUKUNGAN PERTAMA : Begitu Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan tepat pada 17 Agustus 1945, Sinuhun PB XII dan Kraton Mataram Surakarta adalah raja dan "negara" (kraton) pertama yang mengakui dan mendukung kemerdekaan RI itu. Lembaga Dewan Adat (LDA) Mataram Surakarta pernah mengingatkan sikap kraton itu. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Refleksi 79 Tahun NKRI, Sinuhun PB X Mulai Merintis “Dukungan”, dari Miangas Hingga Pulau Rote (seri 1 – bersambung)

Sinuhun PB XII Berdiri di Belakang Republik Mendukung Kemerdekaan, Mewujudkan Rintisan Leluhurnya   IMNEWS.ID - HARI ini, tepat tanggal 17 Agustus dan sudah genap 79 tahun usianya sejak peristiwa Proklamasi Kemerdekaan…

0 Comments
Read more about the article Empat Keris dan Satu Tombak Dibeli untuk Simbol Kirab Mewakili Nama Besar Mbah Glongsor
KIAI BLEDHEG : Keris Kiai Bledheg pamor "Carita Bungkem" bersama tiga pucuk keris dan satu pucuk tombak yang dipesan KRA Panembahan Didik, baru diantar ke rumahnya, Jumat (16/8) siang tadi. Beberapa pucuk senjata karya seni kriya itu diharapkan bisa mewakili khas nama besar Mbah Glongsor pada kirab budaya, Sabtu (17/8) siang besok. (foto : iMNews.id/Dok)

Empat Keris dan Satu Tombak Dibeli untuk Simbol Kirab Mewakili Nama Besar Mbah Glongsor

Diharapkan Bisa Menggantikan Terompet dan Mewakili Nama Besar Mbah Glongsor KUDUS, iMNews.id - Untuk sementara, kegelisahan warga Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus dan KRA Panembahan Didik Gilingwesi selaku Ketua…

0 Comments
Read more about the article Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 7 – habis)
TIM EKSEKUSI : Di depan tim eksekusi dari PN Surakarta yang hadir pada ritual haul Sultan Agung, Kamis (8/8), Gusti Moeng berbicara banyak tentang kondisi kraton, perjalanan sejarah di alam republik dan perjuangannya mencari keadilan bagi kraton dan orang-orang yang setia menjaga kelangsungan kraton. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 7 – habis)

Tak Hanya Kewibawaan, Harkat Dan Martabat, "Korban Jiwa" Juga Berjatuhan IMNEWS.ID - PROSES "kehilangan" kewibawaan, kehormatan, harkat dan martabat dialami Kraton Mataram Surakarta mulai awal lahirnya NKRI, bisa dikatagorikan sebagai kehilangan…

0 Comments
Read more about the article Pamong Desa dan Warga Bersepakat, Pakasa Cabang Kudus “Dipaksa” Gelar Kirab
SIMBOL KHAS : Pakasa Cabang Kudus yang dipimpin KRA Panembahan Didik (Ketua Cabang), memiliki kekhasan simbolik berupa replika keris dari kayu dan plat besi berukuran jumbo. Simbol-simbol inilah yang sering dipamerkan pada event kirab budaya di manapun, termasuk yang akan dilakukan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Sabtu (17/8). (foto : iMNews.id/Dok)

Pamong Desa dan Warga Bersepakat, Pakasa Cabang Kudus “Dipaksa” Gelar Kirab

Beli Keris "Kiai Carita Bungkem" Sebagai Pengganti Terompet Mbah Glongsor KUDUS, iMNews.id - Kasus "hilangnya" terompet kuno buatan tahun 1700-an bekas milik "Mbah Glongsor" (alm) di Desa Rendeng, Kecamatan Kota,…

0 Comments
Read more about the article Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 6 -bersambung)
"MENGAPA DITUTUP" : Gusti Moeng saat bertanya kepada seorang petugas yang menjaga Kori Magangan dan Kori Brajanala Kidul, "mengapa ditutup" dan dijaga begitu banyak petugas berseragam Brimob, padahal dirinya hendak masuk kraton pada 15 April 2017 itu. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 6 -bersambung)

Eksekusi PN Surakarta, Cara Terhomat Mengantar Kembalinya Kewibawaan, Harkat dan Martabat Kraton IMNEWS.ID - LINGKUNGAN tempat orang pertama di Kraton Mataram Surakarta yang telah dinyatakan "melakukan perbuatan melawan hukum" sesuai eksekusi…

0 Comments
Read more about the article Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 5 -bersambung)
DIJAGA KETAT : Kori Brajanala Kidul dan Kori Magangan sebagai akses pinstu masuk kraton dari arah selatan atau belakang, selalu dijaga ketat saat "penyerbuan" dan evakuasi oleh 2 ribuan personel Brimob dan 400-an tentara melakukan insiden "mirip operasi militer" pada April 2017. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 5 -bersambung)

"Siluman" Pengageng Parentah Kraton yang Menjadi Bayang-bayang "Bebadan Kabinet 2004", Ikut Dieksekusi IMNEWS.ID - MUNGKIN karena ulah oknum "Pangeran" yang telah membuat laporan palsu bernada fitnah di tahun 2017 itulah, institusi…

0 Comments
Read more about the article Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 4 -bersambung)
MEMBERI PENJELASAN : Dr Asep Dedi Suwasta SH MH (Panitera PN) yang memimpin tim eksekusi dari PN Surakarta, saat memberi penjelasan tentang tugas negara yang dilakukan di Kraton Mataram Surakarta, Kamis (8/8) siang. Dukungan dan harapan positif disampaikan di depan para abdi-dalem yang sowan pada ritual haul di Sasana Handrawina. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 4 -bersambung)

 "Insiden Mirip Operasi Militer 2017", Puncak Perlakuan Tidak Bermartabat dan Jauh Dari Adab IMNEWS.ID - PERISTIWA "insiden mirip operasi militer" yang dilakukan sekitar 2 ribuan personel Brimob dan 400-an persenel tentara…

0 Comments
Read more about the article Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 3 -bersambung)
"KEKUATAN MILITER" : Dua ribuan polisi dengan mengerahkan "kekuatan militer" untuk menutup semua akses pintu masuk kraton pada "insiden mirip operasi militer" April 2017, adalah titik sudut yang tampak di pintu Kori Brajanala Kidul saat itu. Tindakan ini juga bisa masuk kategori perbuatan melawan hukum. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 3 -bersambung)

Dimulai Tahun 1945, Kraton Kehilangan Kehormatan, Harkat dan Martabatnya yang Puncaknya April 2017 IMNEWS.ID - PERISTIWA "ontran-ontran" tahun 2004, kurang bijaksana dan kurang adil kalau memandang dan menilai hanya persoalan perpecahan…

0 Comments
Read more about the article Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 2 -bersambung)
TETAP TENANG : Berkerumunnya sejumlah orang di depan Kori Kamandungan mengenakan atribut campuran dan banyak terlihat bukan busana adat Jawa, Kamis pagi (8/8), cukup mencolok dan menarik perhatian publik. Tetapi suasana eksekusi itu tetap tenang, karena berlangsung santun penuh etika dan estetika budaya Jawa. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Setelah 20 Tahun, “Ontran-ontran” di Kraton Mataram Surakarta Berakhir dengan “Eksekusi” (seri 2 -bersambung)

Sesuai Protokol Hukum yang Berlaku, Tetapi Adem, Damai dan Penuh Rasa Syukur Karena "KehendakNya" IMNEWS.ID - "DEKRIT LDA" 8 Agustus 2024 yang mengamanatkan agar semua elemen masyarakat adat dalam sistem kelembagaan…

0 Comments