Gamelan Manguyu-uyu Penanda Upacara Adat Tingalan Jumenengan, Selasa Pagi, Besok

  • Post author:
  • Post published:February 5, 2024
  • Post category:Budaya
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:7 mins read
You are currently viewing Gamelan Manguyu-uyu Penanda Upacara Adat Tingalan Jumenengan, Selasa Pagi, Besok
"MANGUYU-UYU" : Abdi-dalem KRT Rawang Gumilar Lebdodiprojo menunjukkan gamelan Kyai Kancil-Belik yang akan menyajikan gending "Manguyu-uyu" sudah siap berada di Bangsal Pradangga. Gamelan akan ditabuh malam ini, sebagai penanda akan ada upacara adat tingalan jumenengan, Selasa pagi besok. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pakasa Ponorogo Jadi bagian 180-an Prajurit Kraton “Gabungan” yang Akan Beri Penghormatan

SURAKARTA, iMNews.id – Seperangkat gamelan Kyai Kancil-Belik sebagai gamelan “pakurmatan” atau penghormatan yang fungsinya untuk menyajikan gending “Manguyu-uyu”, sudah ditata di Bangsal Pradangga paling utara, yang berhadapan langsung dengan Pendapa Sasana Sewaka, tempat berlangsungnya upacara adat tingalan jumenengan Sinuhun PB XIII, Selasa (6/2) pagi, besok.

Gamelan yang fungsinya menjadi penanda adanya upacara adat tingalan jumenengan atau ulang tahun “Raja” Kraton Mataram Surakarta, sudah ditata sejak kemarin. Instrumen gamelan khas kraton itu, juga berfungsi untuk menyambut kedatangan semua yang hadir dalam pisowanan, termasuk para undangan VIP dan VVIP yang sudah disediakan sekitar sekitar 100 kursi di pendapa.

Bersamaan dengan persiapan gamelan “Manguyu-uyu”, sejak kemarin “Bebadan Kabinet 2004” Kraton Mataram Surakarta yang dipimpin Gusti Moeng selaku Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa Lembaga Dewan Adat, juga melengkapi persiapan lain untuk upacara adat. Misalnya, menyiapkan seperangkat gamelan Monggang di Bangsal Marcukunda, sebagai gamelan “pakurmatan”.

MEMANDU PENEMPATAN : Abdi-dalem KRT Rawang juga mendapat tugas untuk memandu penempatan seperangkat gamelan Monggang di bangsal Marcukunda. Gamelan itu besok pagi akan ditabuh sebagai gamelan “Pakurmatan” untuk menyambut atau menghormati sekaligus penanda bahwa upacara adat tingalan jumenengan sudah dimulai. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Gamelan Manguyu-uyu nanti malam ditabuh di malam midadareni menjelang tingalan jumenengan, besok. Tadi pagi, mulai pukul 10.00 WIB, ada jamasan tiga gamelan pusaka di teras Paningrat. Yaitu kendang Kangjeng Kiai (KK) Iskandar, rebab KK Leo dan gong Kiai Sekar Dlima. Ketiganya menjadi bagian gamelan iringan karawitan upacara tingalan jumenengan,” ujar KRT Rawang.

Abdi-dalem yang diperbantukan untuk sejumlah bidang yang bernama lengkap KRT Rawang Gumilar Lebdodiprojo itu, saat dimintai konfirmasi iMNews.id membenarkan adanya ritual jamasan tiga jenis instrumen gamelan untuk keperluan karawitan iringan upacara tingalan jumenengan, yang akan digunakan di Pendapa Sasana Sewaka, Selasa (6/2) besok pagi mulai pukul 09.00 WIB.

Pekerjaan “serabutan” yang dilakukan KRT Rawang segera bergeser di bagian lain saat ditemui iMNews.id, karena tenaganya diminta penanggungjawab bidang lain persiapan ritual tingalan jumenengan. Sementara itu, di halaman dekat teras Paningrat, beberapa sentana-dalem di antaranya KPP Haryo Sinawung sedang memastikan tempat pisowanan untuk abdi-dalem Pakasa cabang.

MENGAWAL WISUDAWAN : KRA Haryanto selaku Ketua harian Pakasa Cabang Klaten, mengawal warganya calon wisudawan, termasuk 28 warga dari “calon Pakasa cabang” Kabupaten Pacitan (Jatim) yang dititipkan kepadanya untuk didampingi, pada upacara wisuda abdi-dalem di Bangsal Smarakata, Minggu (4/2) kemarin. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Di teras Nguntarasana, KPH Bimo Djoyo Adilaga selaku “Manggala” (komandan) Prajurit Kraton Mataram Surakarta juga sedang ikut berembung dengan panitia di lapangan. karena, dirinya yang akan memimpin langsung apel penghormatan prajurit “gabungan” dari “dua pihak” yang jumlahnya 180-an, yang akan bertugas melakukan penghormatan saat Sinuhun PB XIII tiba di Sasana Sewaka.

“Prajuritnya gabungan. Jumlahnya bisa 180-an. Karena hanya untuk penghormatan saat Sinuhun tiba di tempat upacara (Pendapa Sasana Sewaka-Red), maka tidak perlu latihan. Mudah-mudahan diberi lancar. Insya Allah,” ujar Bupati Juru-Kunci Astana Pajimatan Imogiri, yang kemarin ikut diwisuda dari “KRMH” naik menjadi “KPH”, menjawab pertanyaan iMNews.id, siang tadi.

Kesibukan persiapan tingalan jumenengan di kraton, juga melibatkan kalangan warga Pakasa dari sejumlah cabang, utamanya saat berlangsung upacara wisuda abdi-dalem bagi yang mendapatkan gelar kekerabatan baru maupun yang naik pangkatnya. Upacara yang digelar di Bangsal Smarakata, Minggu (4/1), tampak beberapa ketua Pakasa cabang yang mengantar warganya untuk diwisuda.

SEBAGAI MANGGALA : KRA Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara) selaku “manggala” kirab budaya yang melibatkan 150-an prajurit Ngutara Praja dan Sura Praja dalam peresmian fasilitas rest area Ngetuk Garden di Desa Ngabul, untuk tiga objek wisata terkenal di Kabupaten Jepara, di antaranya makam Ratu Kalinyamat, Minggu (4/2) kemarin. (foto : iMNews.id/dok)

Di antara mereka itu, tampak KRAT Seviola Ananda Reksobudoyo selaku Ketua Pakasa cabang Trenggalek (Jatim) yang mengantar 10 warganya yang ikut diwisuda karena mendapatkan kekancingan (SK) gelar kekerabatan. Begitu juga KRA Haryanto selaku Ketua Harian Pakasa Cabang Klaten, yang mengantar 2 warga Pakasa Klaten dan 28 warga Pakasa Kabupaten Pacitan (Jatim).

Beberapa warga Pakasa yang diwisuda di atas, adalah bagian dari 340-an abdi-dalem yang bersama-sama diwisuda KPH Adipati Sangkaya Mangun Kusumo, kemarin (iMNews.id, 4/2). Mereka semua, mendapat dhawuh timbalan untuk hadir dalam pisowanan tingalan jumenengan di Pendapa Sasana Sewaka, Selasa (6/2) pagi, besok.

Berkait dengan dhawuh timbalan pisowanan itu, Pakasa Cabang Jepara, Kabupaten Kudus, Cabang Ponorogo dan yang warganya habis diwisuda, sudah bersiap-siap untuk hadir. KRRA MN Gendut Wreksodiningrat (Ketua Pakasa Ponorogo) yang dihubungi iMNews.id secara terpisah menyatakan, pihaknya akan hadir bersama rombongan, termasuk 15 yang bergabung dengan prajurit kraton.

ATRAKSI BARONGSAI : Persemian rest area Ngetuk Garden di Desa Ngabul, dimeriahkan atraksi barongsai karena temanya “NKRI Bersatu”. Semua unsur elemen yang hadir mencapai jumlah 800-an orang, mengikuti kirab budaya yang dipandu Bregada Prajurit Ngutara Praja dan Korsik Sura Praja Pakasa Jepara, Minggu (4/2). (foto : iMNews.id/dok)

Sementara itu, KRA Panembahan Didik Gilingwesi selaku “Plt” Ketua Pakasa Cabang Kudus menyatakan akan tetap hadir membawa rombongan di kraton, Selasa besok. Tetapi, hanya rombongannya yang mengikuti upacara, sedangkan dirinya akan mengambil tempat untuk rebahan, karena punggungnya yang cedera akibat jatuh, pasti tidak untuk duduk lama.

Sementara itu, KRA Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara) yang dimintai konfirmasi iMNews.id secara terpisah, kemarin menyebutkan, prajurit Sura Praja dan Nguntara Praja diterjunkan memandu kirab peresmian Rest Area Ngetuk Garden di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara yang diikuti 800-an peserta, Minggu (4/2) kemarin.

Peresmian fasilitas belanja oleh-oleh khas Jepara itu, berada dalam satu kawasan rest area di jalur kawasan objek wisata makam Ratu Kalinyamat, Ratu Shima dan (monumen) RA Kartini, didukung penuh Pakasa Cabang Jepara. Peresmiannya dilakukan Pj Bupati Eddi Supriyatna dan dihadiri para pejabat anggota Forkopimda serta berbagai elemen masyarakat setempat. (won-i1).

Leave a Reply