28.4 C
Surakarta
Kesehatan Vaksinasi Covid-19 di Solo Tercepat se-Indonesia

Vaksinasi Covid-19 di Solo Tercepat se-Indonesia

Baca Juga

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Bupati Demak Gelisah Karena Warganya Sudah Kehilangan Tata-krama dan Sopan-santun

Pakasa Cabang Dibentuk untuk Diajak Bersama Hadapi Radikalisme dan Inteoleransi DEMAK, iMNews.id - Bupati Demak Hj dr Eistianah SE mengungkapkan...

“Ting-ting Hik, Jadah Jenang Wajik, Aja Lali Tinge Kobong….” (2-habis)

Dipindah ke Kupel Segaran untuk Meramaikan Kebon Raja IMNEWS.ID - UPACARA adat hajad dalem Malem Selikuran atau Lailatul Qadar untuk memperingati...
~Pariwara~

SOLO –iMNews.id – Penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Solo dikabarkan menjadi vaksinasi tercepat se-Indonesia. Saat ini proses pemberian vaksinasi itu telah menyelesaikan 76 persen dari total sasaran penerima.

Kepala Dinas Kesehatan Siti Wahyuningsih mengungkapkan jika informasi perihal urutan vaksinasi di Solo itu diterimanya dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya selain Solo di urutan teratas, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang yang terpilih melaksanakan vaksinasi tahap pertama mulai 14 Januari itu juga masuk dalam 10 besar tingkat nasional.

“Dari total tenaga kesehatan (nakes) yang teregistrasi dan sudah menyatakan bersedia divaksin sebanyak 9.491 orang, yang datang ke faskes saat vaksinasi ada 8.403 orang. Sebanyak 7.213 nakes sudah divaksin, sedangkan 465 nakes ditunda vaksinasinya,” beber Siti, Selasa (26/1).

Jika dipersentase, data tersebut setara 76 persen dari total sasaran vaksinasi. Meski demikian Siti mengatakan jika data tersebut terus bertambah lantaran pada hari ini vaksinasi juga dilaksanakan terhadap para nakes yang sudah terdaftar.

“Yang sudah bersedia divaksin tapi belum datang ke faskes kemungkinan karena belum dapat e-tiket. E-tiket itu yang kami tunggu agar vaksinasi tahap pertama segera tuntas,” tegas dia.

Adapun penundaan vaksinasi terhadap ratusan calon penerima rata-rata disebabkan karena hipertensi. Untuk kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) atau efek samping setelah divaksin yang dilaporkan berjumlah 27 kejadian, berupa gejala ringan seperti nyeri di tempat suntikan, pusing maupun vertigo. (FP)

Kepala Dinas Kesehatan Siti Wahyuningsih mengungkapkan jika informasi perihal urutan vaksinasi di Solo itu diterimanya dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya selain Solo di urutan teratas, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang yang terpilih melaksanakan vaksinasi tahap pertama mulai 14 Januari itu juga masuk dalam 10 besar tingkat nasional.

“Dari total tenaga kesehatan (nakes) yang teregistrasi dan sudah menyatakan bersedia divaksin sebanyak 9.491 orang, yang datang ke faskes saat vaksinasi ada 8.403 orang. Sebanyak 7.213 nakes sudah divaksin, sedangkan 465 nakes ditunda vaksinasinya,” beber Siti, Selasa (26/1).

Jika dipersentase, data tersebut setara 76 persen dari total sasaran vaksinasi. Meski demikian Siti mengatakan jika data tersebut terus bertambah lantaran pada hari ini vaksinasi juga dilaksanakan terhadap para nakes yang sudah terdaftar.

“Yang sudah bersedia divaksin tapi belum datang ke faskes kemungkinan karena belum dapat e-tiket. E-tiket itu yang kami tunggu agar vaksinasi tahap pertama segera tuntas,” tegas dia.

Adapun penundaan vaksinasi terhadap ratusan calon penerima rata-rata disebabkan karena hipertensi. Untuk kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI) atau efek samping setelah divaksin yang dilaporkan berjumlah 27 kejadian, berupa gejala ringan seperti nyeri di tempat suntikan, pusing maupun vertigo. (FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Berita Terkait