Kamis, 2 Desember 2021
Kesehatan Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 Dua Kali

Tenaga Kesehatan Disuntik Vaksin Covid-19 Dua Kali

Baca Juga

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

Wakil Wali Kota : “Kalau Tidak Mau Dihormati, ya………..”

Sumbang Rp 5 Juta untuk Pekan Seni 90 Tahun Pakasa SOLO, iMNews.id – Pembukaan Pekan Seni dan Ekraf (Ekonomi Kreatif)...

Istana Maimun Medan Akan Dikembalikan Menjadi Ikon Kota

Dikunjungi Ketua DPD RI dan Disaksikan Ketua MAKN MEDAN, iMNews.id – Ketua DPD RI AA LaNyala Mahmud Mattalitti yang belakangan...
~Pariwara~

SOLO – iMNews.id – Vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) akan dilangsungkan di Kota Solo, Kamis (14/1). Rencananya masing-masing penerima vaksin akan disuntik dua kali dosis vaksin, selama dua pekan.

“Jarak minimal antara suntikan pertama dan suntikan kedua minimal 14 hari. Kami harapkan tidak ada efek samping, meskipun kalau divaksin biasanya ada sedikit rasa tidak nyaman,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan, Siti Wahyuningsih, Selasa (12/1).

Para nakes yang mendapat vaksin ini telah mengkonfirmasi kesediaan mereka untuk mendapatkan vaksin Covid-19 melalui pesan singkat, yang dikirimkan ke sistem data milik pemerintah pusat. Para pengirim pesan itu, imbuh Siti, lantas mendapatkan pesan balasan berisi waktu dan lokasi penyuntikan.

”Ada 33 faskes (fasilitas kesehatan) yang kami sediakan untuk penyuntikan vaksin. Jadi mereka sudah memilih waktu dan lokasinya, sebelum mendapatkan pesan balasan dari sistem pemerintah pusat.”

Meski demikian Siti mengaku jika Pemkot belum mengetahui rincian data nakes yang akan mendapat vaksin pada tahap pertama. Pasalnya pesan balasan itu langsung diterima nakes melalui ponsel masing-masing.  “Kami tidak tahu berapa jumlahnya, karena mereka langsung konfirmasi ke pengirim SMS-nya,” terang dia.

Pemkot juga belum bisa memastikan jumlah nakes yang menolak divaksinasi. “Kami harapkan tidak ada yang menolak, karena vaksinasi ini tujuannya baik. Kami juga berharap tidak ada efek samping setelah penyuntikan, meski biasanya memang ada rasa tidak nyaman (di bagian tubuh yang disuntik),” papar Siti. (FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

More Articles Like This