Para Pengurus Pakasa Cabang Memandang, KGPH Hangabehi “Lebih Layak” (seri 3 – bersambung)

  • Post author:
  • Post published:November 26, 2025
  • Post category:Regional
  • Reading time:6 mins read
You are currently viewing Para Pengurus Pakasa Cabang Memandang, KGPH Hangabehi “Lebih Layak” (seri 3 – bersambung)
SEHABIS JUMATAN : KGPH Hangabehi atau Sang Adipati Anom, langsung "dicegat" beberapa wartawan yang hendak mewawancarainya sehabis Jumatan kedua di Masjid Agung (Jumat, 21/11) lalu. (foto : iMNews.id/Dok)

Banyak Ketua Pakasa Mengenal Baik Pribadi Sang Adipati Anom

IMNEWS.ID – MELALUI jajak-pendapat yang dilakukan secara sederhana dengan hanya memberi beberapa pertanyaan kepada 11 ketua Pakasa cabang, seperti terlukis dalam seri tulisan sebelumnya (iMNews.id, 25/11/2025), sudah meyakinkan mewakili aspirasi atau representasi suara “kawula”. Terlebih, sebaran 11 cabang Pakasa itu merata, sekitar separo dari Jateng plus (Jabar) dan separo sisanya dari Jatim.

Jajak-pendapat ini memang tidak sepenuhnya menggunakan metode penelitian ilmiah seperti yang dilakukan para peneliti dari lembaga seperti perguruan tinggi dan lainnya yang mengedepankan disiplin penuh. Tetapi, dari aspirasi para pimpinan atau wakil pengurus organisasi para “kawula” itu, mencerminkan sikap, pola pikir dan arah harapan ideal murni/riil dari kalangan warga Pakasa di berbagai daerah.

“Gelar perkara” atau tabulasi ringan dari suara yang terkumpul menghasilkan banyak eskpresi beragam yang salah satu sisi positifnya, menunjukkan ada keberanian dari kalangan warga masyarakat adat elemen Pakasa untuk “berbicara”. Keberanian ini jelas mencerminkan adanya ekspresi demokratisasi di kalangan mereka, sebagai hal baru bagi Pakasa dan lembaga Kraton Mataram Surakarta yang arahnya positif ideal.

Dan, antusiasme 10 dari 11 pimpinan Pakasa cabang yang mendapat pertanyaan jajak-pendapat itu juga jelas tertangkap aspirasinya bahwa mereka sangat membutuhkan saluran komunikasi, berekspresi dan berpendapat. Organisasi Pakasa yang tetap “berkostum” sesuai cirikhas kepribadiannya, kini sedang bertransformasi menjadi organisasi berpola-pikir modern, namun belum punya saluran komunikasi secara khusus.

GENERASI MUDA : Pakasa Cabang Trenggalek banyak memiliki generasi muda dalam kepengurusannya kini. Semangat dan militansi “pasuwitannya”, tak ada yang menandingi. (foto : iMNews.id/Dok)

Oleh sebab itu ketika iMNews.id berinisiatif menggelar jajak-pendapat sederhana pada momentum “Mengantar Tahta” KGPH Hangabehi ini, langsung mendapat sambutan positif dari kalangan pimpinan Pakasa cabang. Walau belum semua pimpinan cabang terakomodasi suaranya, tetapi 10 pimpinan cabang yang selalu aktif dan proaktif bersuara itu sudah bisa merepresentasikan aspirasi para “kawula”.

Sebelumnya, Pakasa Cabang Ponorogo, Cabang Jepara dan Pakasa Cabang Kudus sudah mengungkapkan sumbangan pemikiran dan pandangannya cukup bervariasi dan menarik. Bahkan, di luar pertanyaan mereka berharap KGPH Hangabehi yang kini sudah melewati syarat sebagai Adipati Anom, bisa melaju menuju tahtanya sebagai Sinuhun PB XIV. Bagi KP Bambang S Adiningrat, KGPH Hangabehi “lebih layak” menerima tahta itu.

Kini, Pakasa Cabang Ngawi (Jatim), Cabang Magelang dan Pakasa Cabang Kota Bekasi yang “bersuara”. Di luar empat pertanyaan ringan dan mendasar soal sekitar pergantian tahta yang berhias kehebohan, ekspresi penilaian kelayakan bagi KGPH Hangabehi dan dukungan mereka agar tokoh ini sampai ke tahta, juga sangat mencolok. Contohnya KRA Joko Murdianto BA, dengan tegas mendukung KGPH Hangabehi.

“Kalau saya ditanya siapa yang saya dukung untuk melanjutkan tahta di Kraton (Mataram) Surakarta? Maka dengan tegas saya nyatakan mendukung beliau KGPH Hangabehi. Karena saya tahu bagaimana beliau melakukan persiapan diri, bagaimana kapasitas beliau dalam mengemban tugas dan amanah. Saya bisa memahami semangat dan kesungguhan beliau,” ujar KRA Joko Murdianto Bintoro Adiningrat, kemarin.

PENUH HARAPAN : Membuat kenangan foto bersama saat ada pisowanan upacara adat di kraton, dalah harapan semua warga Pakasa termasuk cabang Magelang. Bahkan, cabang Magelang ini penuh harapan KGPH Hangabehi mencapai tahtanya. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Ketua Pakasa Cabang Kota Bekasi itu, memberikan ekspresi dan penjelasan tambahan di luar 4 pertanyaan begitu tegas dan meyakinkan. Sama dengan Ketua Pakasa Ngawi dan cabang Magelang, juga tujuh pimpinan cabang lain, yang memberi jawaban dalam sehari, Selasa (25/11). Pertanyaan jajak-pendapat diedarkan ke 10 pimpinan Pakasa, Senin (24/11) dan jawaban masuk bergilir dari pagi hingga malam, Selasa (25/11).

Sama seperti hampir semua pimpinan Pakasa lain, KRAT Bagiyono Rumeksodiningrat (Ketua Pakasa Cabang Magelang), baru kali ini bisa merasakan secara langsung bagaimana “ontran-ontran” di kraton pada proses pergantian tahta. Diakui, Hal dan pengalaman baru didapat secara langsung, karena dirinya pimpinan Pakasa, bagian dari masyarakat adat, sedang “ontran-ontran” 2004 hanya didengar dari media saja.

“Mengenai sumbangan pemikiran dan solusi, kami warga Pakasa bisa memahami posisi masing-masing (kandidat). Tetapi, hal terpenting proses perjalanan seorang calon Sinuhun PB dan tacara jumenengannya ya harus dilaksanakan sesuai paugeran adat. Hukum positif juga penting sebagai batasan, mengingat kraton kini berada di alam NKRI. Pemerintah menjadi elemen penting bagi kraton,” tegas KRAT Bagiyono.

Menurutnya, adanya persaingan dalam pergantian tahta di kraton cukup dipandang sebagai sebuah dinamika, tetapi paugeran adat harus dipegang teguh sebagai pemandu. Warga Pakasa sebagai elemen “kawula” bisa memberi sumbangan pemikiran, tetapi dukungan untuk LDA dan Pakasa Punjer yang menjalankan dan menjaga paugeran adat merupakan hal wajib. Peran-penting kerabat sentana, juga sangat diperlukan.

MENGENAL PRIBADI : Keris dan berbagai kegiatannya, ternyata menjadi salah satu sarana pendekatan pribadi lebih baik para tokoh penting. Itulah yang terjadi pada KGPH Hangabehi dengan pimpinan Pakasa Ngawi dan Pakasa Kota Bekasi. (foto : iMNews.id/Dok)

Sebagai cabang Pakasa yang berdiri sekitar tahun 2018, Pakasa Cabang Trenggalek memang punya ciri dinamika sendiri. Karena sepeninggal KRAT Hasta (ketua lama), sebagian besar pengurus generasi muda penggantinya penuh semangat tetapi sempat “terlambat” diperhatikan pemerintah. Situasi itu berhasil teratasi, gerak Pakasa menjadi cepat dan militansi kesetiaannya “suwita” sulit tertandingi cabang lain.

Berdasar hal terakhir itulah, Pakasa cabang yang dipimpin KRAT Seviola Ananda Reksobudoyo itu menyumbangkan pemikirannya yang sejalan dan senada melalui jajak-pendapat ini. Menurutnya, warga cabangnya hanya bisa berdoa agar proses pergantian tahta ini lancar sesuai paugeran adat. Semua pihak harus memahami dan menyadari, bahwa proses pergantian tahta sudah dipastikan berjalan seuai paugeran adat.

“Ontran-ontran dalam suksesi kali ini memang menjadi pengalaman pertama bagi kami. Kalau suksesi tahun 2004, kami hanya melihat dari medsos yang memutar ulang peristiwa itu. Yang jelas, Pakasa Trenggalek tetap lurus suwita ke kraton,” ujar KRAT Seviola. Berbeda dengan jawaban pimpinan Pakasa Cabang Ngawi. KRT Suyono S Adiwijoyo langsung menunjuk nama KGPH Hangabehi sebagai Sinuhun PB XIV.

Nama yang ditunjuk itu disebutnya sebagai bagian dari “solusi” dan sumbangan pemikiran Pakasa Ngawi yang dipimpin KRT Suyono selaku Ketua Harian cabang itu. Ada tiga poin isi solusi yang diberikan, yaitu KGPH Hangabehi jumeneng nata sebagai “Ratu” bergelar SISKS PB XIV, memuliakan semua putra/putri Sinuhun PB XII sebagai “sesepuh” (penasihat) dan menempatkan para sentana-dalem pada kabinetnya.

MENJADI DEKAT : Jarak antara Kabupaten Ngawi ke Kraton Mataram Surakarta, rata-rata lebih jauh dari kraton ke semua wilayah Surakarta. Tetapi, Pakasa Cabang Ngawi bisa bergerak lebih cepat sampai ke kraton dibanding cabang yang lebih dekat. (foto : iMNews.id/Dok)

Selain solusi yang berisi “dukungan” kepada figur tokohnya secara langsung, KRT Suyono S Adiwijoyo juga memberi penilaian terhadap pribadi KGPH Hangabehi yang sudah dikenal baik Pakasa Cabang Ngawi. Menurutnya, karakter KGPH Hangabehi bukan tipe pendendam, tetapi bisa “ngemong” (momong-Red) semua, santun, grapyak-semanak (hangat-familiar bergaul), berwibawa dan dicintai karena merangkul semua kawula.  

“Dengan dinobatkannya KGPH Hangabehi menjadi SISKS Paku Buwana XIV, sata dan teman-teman Pakasa Ngawi insya-Allah akan tetap semangat suwita di kraton. Setelah shalat Jumat kemarin (21/11), Pakasa Ngawi akan hadir kembali ikut Jumatan bersama KGPH Hangabehi pada Jumat mendatang. Semoga, Mataram Surakarta kembali kuncara lan hanjayeng bawana,” harap KRT Suyono S Adiwijoyo. (Won Poerwono – bersambung/i1)