Pakasa Cabang Kudus Nyaris “Tidak Punya” Kegiatan Event Upacara Adat

  • Post author:
  • Post published:January 6, 2024
  • Post category:Regional
  • Post comments:0 Comments
  • Reading time:6 mins read
You are currently viewing Pakasa Cabang Kudus Nyaris “Tidak Punya” Kegiatan Event Upacara Adat
SUDAH DITUNGGU : Putra mahkota KGPH Hangabehi saat hadir pada haul wafat Kyai Ageng Ngerang di Kecamatan Juwana, Pati tahun 2023. Kehadirannya bersama Gusti Moeng dan rombongan dari Kraton Mataram Surakarta sudah ditunggu masyarakat adat yang menggelar haul di dua makam di Kecamatan Kayen, tanggal 11 dan 23 Januari ini. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Karena Makam Sunan Kudus dan Pangeran Puger di Luar Otoritas Kraton

KUDUS, iMNews.id – Pakasa Cabang Kudus yang tak lama lagi akan dikukuhkan dan dilantik kepengurusannya secara definitif, memiliki potensi SDM dan semangat pelestarian budaya Jawa yang luar biasa. Di bawah kepemimpinan KRA Panembahan Didik Gilingwesi Hadinagoro, cabang ini sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan upacara adat yang digelar Kraton Surakarta.

“Tetapi, Pakasa Kabupaten Kudus seperti tidak punya kegiatan upacara adat haul. Karena, dua makam tokoh yang ada di sini, mungkin berada di luar jangkauan Kraton (Mataram) Surakarta. Makam Sunan Kudus, dikelola pihak yang tidak berhubungan dengan kraton. Satunya (Pangeran Puger), belum ada kejelasan dari pihak otoritas di kraton”.

“Jadi, kami nyaris tidak punya kegiatan event upacara adat haul seperti yang banyak digelar teman-teman Pakasa di Kabupaten Pati atau Kabupaten Jepara. Tetapi kami sudah mencoba menggelar peringatan Maulud Nabi Muhammad dalam kegiatan adat. Saya tidak tahu, mungkin ke depan bisa menggali kegiatan adat dari sejarah Kudus,” ujar KRA Panembahan Didik, siang tadi.

BELUM PUNYA : Masyarakat adat Kabupaten Kudus yang kini sudah tergabung dalam Pakasa cabang yang dipimpin KRA Panembahan Didik, belum punya event upacara adat selain peringatan Maulud Nabi Muhammad dan aktif di berbagai acara yang digelar di Kraton Mataram Surakarta. (foto : iMNews.id/dok)

KRA Panembahan Didik Gilingwesi Hadinagoro selaku “Pelaksana tugas” (Plt) Ketua Pakasa Cabang Kudus yang dimintai konfirmasi iMNews.id, siang tadi, membenarkan bahwa sampai saat ini di wilayah Kabupaten Kudus baru muncul dua lokasi makam yang berkait dengan sejarah perjalanan Mataram, utamanya Kraton Mataram Surakarta.

Baca Juga : Setelah Kabupaten Ngawi, Pengurus Pakasa Cabang Kudus Menunggu Dikukuhkan

Makam Sunan Kudus, termasuk situs makam yang hingga kini banyak dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah di luar kabupaten. Walau salah satu tokoh “Wali Sanga” itu juga punya kaitan langsung dan tidak langsung dengan perjalanan sejarah Mataram, tetapi makamnya dikelola pihak-pihak yang tidak ada hubungannya dengan Kraton Mataram Surakarta.

Sedangkan makam Pangeran Puger, dalam pandangan KRA Panembahan Didik juga berada di luar jangkauan otoritas Kraton Mataram Surakarta. Oleh sebab itu, masyarakat adat setempat yang berhimpun dalam Pakasa cabang pimpinan KRA Panembahan Didik, tidak mengagendakan kegiatan apapun di situ.

PUNYA BANYAK : Pakasa Cabang Ponorogo (Jatim) punya upacara adat paling banyak dan bervariasi yang sudah diinisiasi dan didukung seikiditnya dalam enam tahun yang sudah berjalan sejak 2016. Ritual haul di makam leluhur Dinasti mataram, Eyang Jayengrono di Kecamatan Pulung Merdika, semakin menjadi andalan wisata spiritual. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Di tempat terpisah, Pakasa Cabang Pati kini sudah bersiap-siap untuk menggelar ritual haul wafat tokoh Kyai Bagus Kuncung Haryo Mataram yang makamnya ada di Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Kamis (11/1). Kraton akan mengutus rombongan yang dipimpin Gusti Moeng atau putra mahkota KGPH Hangabehi atau figur lain yang ditugaskan untuk itu.

“Kami berharap semua tokoh itu atau salah satu bisa ngrawuhi haul di makam Kyai Bagus Kuncung,” harap KRT Supadi, jurukunci makam di Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen, yang dimintai konfirmasi iMNews.id, kemarin. Ia bersama jurukunci makam Syeh Jangkung dari Desa Landoh, Kecamatan Kayen, diantar KRAT Mulyadi Puspopustoko mengantar undangan ke kraton, Desember 2023.

Baca Juga : Warga Komunitas “Pager Wojo” dan “Keduk Beji” Resmi Membentuk Pengurus Pakasa Cabang Ngawi

Kegiatan haul di makam Kyai Bagus Kuncung Haryo Mataram ini, tidak termasuk yang mengundang pengurus Pakasa cabang tetangga dekat anggota “Tiga Serangkai”. Karena, saat diminta konfirmasi, KRA Panembahan Didik selaku “Plt” Ketua Pakasa Kudus menyatakan belum menerima undangan hadir di ritual haul, atau mungkin memang tidak mengundangnya hadir di acara itu.

TUGAS TUGUR : Di sekitar pergantian tahun hingga awal Januari 2024 ini, Pakasa Cabang Jepara yang dipimpin KRA Bambang S Adiningrat, belum menghadapi “musim event upacara adat” yang biasanya dimulai bulan Maret-April. Tetapi, tugas “Tugur” di kraton, tak pernah terlewatkan sekalipun, seperti yang dilakukan Jumat malam (5/1) lalu. (foto : iMNews.id/dok)

“Ini ada undangan, tetapi dari panitia haul Syeh Jangkung/Saridin di makam Landoh, Kayen tanggal 23 Januari. Tetapi kami belum menentukan rombongan kecil atau besar yang bisa ikut saya ke sana,” ujar KRA Panembahan Didik. Di dalam undangan yang diperlihatkan melalui foto di nomer WA-nya, terlihat ada foto Gusti Moeng ikut menghiasi publikasi itu.    

Di tempat terpisah, KRAT Mulyadi Puspopustoko selaku Ketua Pakasa Cabang Pati yang dimintai konfirmasi membenarkan, pelaksanaan haul di makam Kyai Bagus Kuncung pada 11 Januari dan di makam Syeh Jangkung/Saridin pada 23 Januari. Gusti Moeng diharapkan hadir di makam Syeh Jangkung 23 Januari, meskipun event seminggu itu puncaknya pada 27 Januari.

Sementara itu, KRRA MN Gendut Wreksodiningrat (Ketua Pakasa Cabang Ponorogo) berharap Gusti Moeng dan rombongan hadir pada peringatan HUT ke-7 Pakasa cabang sekaligus HUT 92 Pakasa Punjer yang akan digelar pada 14 Januari. Sedangkan KRA Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara) menyebutkan, cabang mengutus rombongan tugas “tugur” di kraton, Jumat (6/1) malam. (won-i1).

Leave a Reply