Read more about the article KGPH Hangabehi Pimpin Rombongan Nyadran Makam Leluhur Mataram di Ponorogo
IKUT DIDOAKAN : Putra mahkota KGPH Hangabehi ikut didoakan agar diberi kesehatan dan kekuatan oleh abdi-dalem juru-kunci Sunardi Reksopuspoko, ketika doa dan tahlil digelar di depan cungkup makam Bathara Katong, Ponorogo. Tampak juga KPH Bimo Djoyo Adilogo, KP MN Gendut (Ketua Pakasa Ponorogo) dan semua yang hadir nyadran. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

KGPH Hangabehi Pimpin Rombongan Nyadran Makam Leluhur Mataram di Ponorogo

KP MN Gendut : "Salah Besar!. Sinuhun PB II Tidak Ngungsi". PONOROGO, iMNews.id - Putra Mahkota KGPH Hangabehi, Selasa (22/2) kemarin memimpin rombongan "Tour de Ruwah" Kraton Mataram Surakarta, menjalankan…

0 Comments
Read more about the article Pakasa Jepara Gelar Pertemuan Merancang Perda Pelestarian dan Pemajuan Budaya
MEMBERI MASUKAN : KP Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara) berbicara memberi masukan sebagai salah seorang narasumber pada forum "Sosialisai - Sharing Session" untuk menyusun rancangan Perda Peledstarian dan Pemajuan Kebudayaan Jepara yang digelar Pakasa Jepara di Pendapa Joglo Hadipuran, Sabtu (8/2). (foto : iMNews.id/Dok)

Pakasa Jepara Gelar Pertemuan Merancang Perda Pelestarian dan Pemajuan Budaya

Juga Diharapkan Terbentuk Dewan Kebudayaan Daerah Jepara JEPARA, iMNews.id - Pengurus Pakasa Cabang Jepara menginisiasi gelar pertemuan untuk menyusun rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Daerah. Pertemuan…

0 Comments
Read more about the article Gusti Moeng Pimpin Rombongan “Tour de Ruwah” di Empat Lokasi Makam di Grobogan
MENARUH SANGSANGAN : Ritual nyadran bagi Kraton Mataram Surakarta, adalah tatacara yang lengkap dan ikonik. Misalnya tahlil dan dzikir Sultanagungan dan untaian "sangsangan" bunga yang biasanya diletakkan di atas "maijan" seperti yang dilakukan Gusti Moeng di pusara Ki Ageng Sela, Minggu (siang (9/2) kemarin. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Gusti Moeng Pimpin Rombongan “Tour de Ruwah” di Empat Lokasi Makam di Grobogan

Ada Laporan Makam Milik Masyarakat Adat Disertifikatkan Atas Nama "Banda Desa" GROBOGAN, iMNews.id - Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA) memimpin rombongan dari Kraton Mataram Surakarta, melakukan "Tour de Ruwah"…

0 Comments
Read more about the article Empat Keturunan Dinasti, Hanya Mataram Surakarta yang Meneruskan Bedhaya Ketawang (seri 3 – bersambung)
JADI LABEL : Tarian sakral "Bedhaya Ketawang", selain menjadi media dokumentasi "perjanjian", juga menjadi label untuk mengidentifikasi eksistensi Kraton Mataram kali pertama didirikan, Mataram Surakarta sebagai kelanjutan sampai tahun 1945, bahkan hinga kini dan sepanjang zaman. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Empat Keturunan Dinasti, Hanya Mataram Surakarta yang Meneruskan Bedhaya Ketawang (seri 3 – bersambung)

Tiga Keturunan Dinasti Juga Membuat Tarian Sakral Ikon Khas Masing-masing IMNEWS.ID - TARIAN sakral Bedhaya Ketawang yang selama 500-an tahun dirawat dan dimuliakan Kraton Mataram Surakarta, menjadi bukti nyata yang tidak…

0 Comments
Read more about the article Empat Keturunan Dinasti, Hanya Mataram Surakarta yang Meneruskan Bedhaya Ketawang (seri 2 – bersambung)
KARYA PB I : Sebuah repertoar tari yang diberi nama "Sancaya-Kusumawicitra", adalah karya seni yang dihasilkan pada zaman Sinuhun PB I (1660-1705), sebuah media dokumentasi suasana dan peristiwa pada saat Mataram Islam berIbu Kota di Kartasura, jauh sebelum ada rencana pindah. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Empat Keturunan Dinasti, Hanya Mataram Surakarta yang Meneruskan Bedhaya Ketawang (seri 2 – bersambung)

Energi Sinuhun PB II dan PB III, Terkuras untuk Membangun Ibu Kota Surakarta IMNEWS.ID - ANALISIS kritis terhadap perjalanan Sinuhun PB III yang disebut-sebut "terlibat" dalam "Perjanjian Giyanti", tentu bisa dibayangkan…

0 Comments
Read more about the article Empat Keturunan Dinasti, Hanya Mataram Surakarta yang Meneruskan Bedhaya Ketawang (seri 1 – bersambung)
"DOKUMEN PERJANJIAN" : Tarian sakral "Bedhaya Ketawang" yang hanya dimiliki Kraton Mataram Surakarta ini, sekilas hanya merupakan karya seni, tetapi dari isi syairnya menunjukkan bahwa karya tak benda itu adalah "dokumen perjanjian" antara Panembahan Senapati dengan Kanjeng Ratu Kencanasari. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Empat Keturunan Dinasti, Hanya Mataram Surakarta yang Meneruskan Bedhaya Ketawang (seri 1 – bersambung)

Dari Panembahan Senapati Hingga PB II di Kartasura, Minim Jenis Media Penyimpannya IMNEWS.ID - "PERJANJIAN Giyanti" (iMNews.id, 5/2/2025), walau sudah banyak data dan fakta sejarah yang terhitung modern saat itu, tetap…

0 Comments
Read more about the article Ada yang Mau Jadi “Hantu” Perjanjian Giyanti, Tiap Tahun Gentayangan Mengganggu (seri 2 – habis)
KRATON MEMBANGGAKAN : Walau semakin didera berbagai persoalan dan "sengaja dibiarkan menderita", Kraton Mataram Surakarta tetap membanggakan publik secara luas. Apalagi punya tokoh Sinuhun PB III, Raja yang "Lembah Manah" dan "Welas Asih" kepada Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Sambernyawa. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Ada yang Mau Jadi “Hantu” Perjanjian Giyanti, Tiap Tahun Gentayangan Mengganggu (seri 2 – habis)

Hasil Penelitian Sejarah dan Kajian Dr Purwadi, "Mirip Tapi Beda" IMNEWS.ID - PRO-KONTRA soal "Perjanjian Giyanti" yang hingga kini masih berlanjut karena dianggap belum ada data baru hasil penelitian mutakhir yang…

0 Comments
Read more about the article Ada yang Mau Jadi “Hantu” Perjanjian Giyanti, Tiap Tahun Gentayangan Mengganggu (seri 1 – bersambung)
MENOLAK KERAS : Gusti Moeng saat berbicara dalam sarasehan tentang "Perjanjian Giyanti" menutup ritual haul wafat Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma di kagungan-dalem Masjid Agung, di masa pandemi beberapa tahun lalu. Dia tegas dan tandas menolak keras isu "palihan nagari" dalam Perjanjian Giyanti. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Ada yang Mau Jadi “Hantu” Perjanjian Giyanti, Tiap Tahun Gentayangan Mengganggu (seri 1 – bersambung)

Pangeran Mangkubumi "Ditegur" Gubernur Jenderal, Karena Pakai Gelar "Sultan Paku Buwana" IMNEWS.ID - "REALITAS" dan keniscayaan bahwa Kraton Jogja hanya memiliki wilayah kekuasaan yang bersifat "gadhuhan" dan "bukan" sebagai penerus Kraton…

0 Comments
Read more about the article “Gelar-Sesebutan” Berubah Ketika Lembaga (Pemerintahan) Normatif Menjadi Lembaga Budaya (seri 9 – habis)
JADI TANTANGAN : Berbagai bagian dari kelengkapan busana adat yang dikenakan para abdi-dalem yang sedang mengikuti pisowanan upacara adat di kraton ini, mungkin saja "bermasalah" dan akan menjadi tantangan serius. Tetapi, perlengkapan yang tersedia di "pasar", banyak yang tidak sesuai dengan aturan adat di kraton. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Gelar-Sesebutan” Berubah Ketika Lembaga (Pemerintahan) Normatif Menjadi Lembaga Budaya (seri 9 – habis)

Pangkat dan Gelar Anon-anon, "Gawa-gawe", Bekal Edukasi dan Bentuk Penyimpangan IMNEWS.ID - SETELAH mencermati dasar-dasarnya, paugeran adat dan praktik di lapangan dalam penggunaan gelar pangkat adat, dari zaman ke zaman dalam…

0 Comments
Read more about the article KGPH Puger dan KGPH Madu Serta Beberapa Wayah-dalem Ikuti Awal Ritual “Tour de Ruwah”
MENYEMATKAN SANGSANGAN : Gusti Moeng menyematkan "sangsangan" bunga di "maijan" pusara Ki Ageng Henis, sementara KPH Edy Wirabhumi dan Gusti Ayu di belakangnya menunggu giliran. Kompleks makam tokoh penting yang ada di Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta itu, menjadi lokasi pertama di hari pertama nyadran. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

KGPH Puger dan KGPH Madu Serta Beberapa Wayah-dalem Ikuti Awal Ritual “Tour de Ruwah”

Nyadran di Makam Ki Ageng Henis, Sri Makurung Handayayaningrat dan Pujangga Jasadipoera SURAKARTA, iMNews.id - Hari pertama nyadran di bulan Ruwah Tahun Je 1958 yang dilakukan Kraton Mataram Surakarta, jatuh…

0 Comments