Read more about the article Nilai-nilai Ketuhanan dan Keseimbangan di Balik Ritual Sesaji Mahesa Lawung (seri 3- bersambung)
PENGHORMATAN REOG : Pakasa Cabang Ponorogo (Jatim) punya gaya dan cara tersendiri untuk memberi penghormatan saat melepas proses upacara adat Sesaji Mahesa Lawung dari Pendapa Sitinggil Lor yang hendak menuju pusat upacara di hutan Krendawahana, beberapa tahun lalu. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Nilai-nilai Ketuhanan dan Keseimbangan di Balik Ritual Sesaji Mahesa Lawung (seri 3- bersambung)

Doa Wilujengan Nagari 100 Hari, Setelah Peristiwa Deklarasi 20 Februari 1745 IMNEWS.ID - DALAM dunia seni pedalangan, ritual "wilujengan nagari" Sesaji Mahesa Lawung juga diangkat menjadi tema lakon yang sering disebut…

0 Comments
Read more about the article Nilai-nilai Ketuhanan dan Keseimbangan di Balik Ritual Sesaji Mahesa Lawung (seri 2 – bersambung)
KORSIK DRUMBAND : Korp musik (korsik) drumband Bregada Prajurit Tamtama menjadi pemandu prosesi pembawa uba-rampe wolujengan Sesaji Mahesa Lawung tiba di halaman "punden-berundak" hutan lindung Krendawahana pada ritual wilujengan nagari yang digelar "Bebadan Kabinet 2004" tahun 2022. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Nilai-nilai Ketuhanan dan Keseimbangan di Balik Ritual Sesaji Mahesa Lawung (seri 2 – bersambung)

Keteladanan Menghargai Kebhinekaan dan Hak Sesama Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa IMNEWS.ID - DI antara sejumlah upacara adat yang disebut GKR Wandansari Koes Moertiyah ada 9 jenis upacara kategori besar yang…

0 Comments
Read more about the article Nilai-nilai Ketuhanan dan Keseimbangan di Balik Ritual Sesaji Mahesa Lawung (seri 1 – bersambung)
DOA DAN DZIKIR : Doa, dzikir dan tahlil di Pawon Gandarasan menjadi bagian awal dari rangkaian ritual "wilujengan nagari" Sesaji Mahesa Lawung di "masa perjuangan" tahun lalu yang juga dilakukan Senin siang (13/11) dan juga dipimpin abdi-dalem jurusuranata, RT Irawan Wijaya Pujodipuro. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Nilai-nilai Ketuhanan dan Keseimbangan di Balik Ritual Sesaji Mahesa Lawung (seri 1 – bersambung)

Ada yang Berubah Dalam Wilujengan Nagari "Perdana" Senin Pon Kemarin IMNEWS.ID - SENIN Pon siang (13/11) yang tepat pada tanggal 29 Bakda Mulud Tahun Jimawal 1957, Kraton Mataram Surakarta menggelar upacara…

0 Comments
Read more about the article Kerja Adat tak Efektif, Lahirkan Penyimpangan dan Kontra-Produktif Akibat Kondisi “Force Majour” (seri 8 – habis)
MENGATASI KRISIS : Mempersiapkan putra mahkota KGPH Hangabehi merupakan salah satu cara bijak untuk mengatasi krisis kepemimpinan dan darurat sipil serta darurat adat yang selama dekade terakhir begitu terasa di kraton. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kerja Adat tak Efektif, Lahirkan Penyimpangan dan Kontra-Produktif Akibat Kondisi “Force Majour” (seri 8 – habis)

Apakah Produk Kebijakan Sinuhun Bisa Dipertanggungjawabkan Secara Hukum? IMNEWS.ID - "KRISIS kepemimpinan" yang di dalamnya sangat menonjol "krisis figur pemimpin" dan "krisis kebijakan produk pemimpin" yang mewarnai kondisi "force majour", menjadi…

0 Comments
Read more about the article Kerja Adat tak Efektif, Lahirkan Penyimpangan dan Kontra-Produktif Akibat Kondisi “Force Majour” (seri 7 – bersambung)
BUSANA SINUHUN : Dalam sebuah ajang pameran busana adat, putra mahkota KGPH Hangabehi memperagakan seorang Sinuhun yang berbusana khusus untuk menjalankan shalat di Masjid Agung, sebagai kewajiban pada puncak peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, dalam ritual Sekaten Garebeg Mulud. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kerja Adat tak Efektif, Lahirkan Penyimpangan dan Kontra-Produktif Akibat Kondisi “Force Majour” (seri 7 – bersambung)

Seorang Sinuhun "Wajib" Shalat di Masjid Agung, Pada Puncak Sekaten Garebeg Mulud IMNEWS.ID - AKHIR dari mencermati perjalanan masyarakat adat Dinasti Mataram selama lebih lima tahun (April 2017-Desember 2022), baik kelompok…

0 Comments
Read more about the article Ritual “Ngisis Wayang” Terpaksa Terlewatkan, Tetapi Masih Bisa Pimpin Gladen “Bedaya Ketawang”
KERETA KENCANA : Dunia pewayangan yang melukiskan suasana kehidupan dan alam semesta, pada 200 tahun lalu sudah bisa melukiskan karya peradaban berupa alat angkutan paling bergengsi yang bernama "Kereta Kencana", seperti yang diperlihatkan KPP Wijoyo Adiningrat saat "ngisis wayang" Kiai dagelan, siang tadi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Ritual “Ngisis Wayang” Terpaksa Terlewatkan, Tetapi Masih Bisa Pimpin Gladen “Bedaya Ketawang”

Gusti Moeng Harus Berbagi Waktu Antara Tugas di Kraton dan Memenuhi Undangan di Luar SURAKARTA, iMNews.id - Gusti Kangjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah Wandansari yang akrab disapa Gusti Moeng,…

0 Comments
Read more about the article Kerja Adat tak Efektif, Lahirkan Penyimpangan dan Kontra-Produktif Akibat Kondisi “Force Majour” (seri 6 – bersambung)
SANGAT SEDERHANA : Peringatan Hari Jadi Pakasa ke-91 tahun 2022 lalu, dilakukan Gusti Moeng (Ketua Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa Lembaga Dewan Adat) dengan memotong tumpeng dan menyerahkan kepada KPH Edy Wirabhumi selaku Pangarsa Pakasa Punjer, di kantor eks Badan Pengelola. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kerja Adat tak Efektif, Lahirkan Penyimpangan dan Kontra-Produktif Akibat Kondisi “Force Majour” (seri 6 – bersambung)

Di Tengah "Darurat Sipil" dan "Darurat Adat", Pengurus 23 Cabang Pakasa Justru Terbentuk IMNEWS.ID - DALAM situasi dan kondisi luar biasa (Force Majour-Red) yang membuat Kraton Mataram Surakarta berada dalam serba…

0 Comments
Read more about the article Kerja Adat tak Efektif, Lahirkan Penyimpangan dan Kontra-Produktif Akibat Kondisi “Force Majour” (seri 5 – bersambung)
TOKOH SENTRAL : Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa Lembaga Dewan Adat) adalah tokoh sentral yang memimpin perubahan dan proses regenerasi serta alih kepemimpinannya, kepada generasi ketiga Sinuhun PB XII. Penampilannya saat di awal masa pandemi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kerja Adat tak Efektif, Lahirkan Penyimpangan dan Kontra-Produktif Akibat Kondisi “Force Majour” (seri 5 – bersambung)

Selama "Krisis Kepemimpinan", Pelanggaran Adat Menyentuh Level Darurat   IMNEWS.ID - KONDISI "force majour" untuk Kraton Mataram Surakarta di alam kemerdekaan yang sudah dimulai sejak "2004", ditandai dengan pelanggaran paugeran adat…

0 Comments
Read more about the article Banyak Leluhur Dinasti Mataram di Sekitar Gunung Muria, Selalu Terjaga Harum Namanya (seri 3-habis)
SUDAH IDEAL : Kehadiran putra mahkota KGPH Hangabehi di puncak ritual haul wafat Kyai Ageng Ngerang I yang digelar Pakasa Cabang bersama panitia di Astana Pajimatan Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Rabu (4/10), sudah ideal dan tepat. Tetapi harus waspada dari ulah pihak-pihak yang bisa mengeklaim acara itu milik parpol tertentu. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Banyak Leluhur Dinasti Mataram di Sekitar Gunung Muria, Selalu Terjaga Harum Namanya (seri 3-habis)

Waspada Menjelang Pemilu, Ada yang Memanfaatkan Ritual untuk Kepentingan Politik IMNEWS.ID - POTENSI penyimpangan yang bisa melahirkan stigma negatif dari suburnya semangat masyarakat adat yang menggelar ritual haul di makam para…

0 Comments
Read more about the article Banyak Leluhur Dinasti Mataram di Sekitar Gunung Muria, Selalu Terjaga Harum Namanya (seri 2-bersambung)
MENATA BARISAN : Ketua Pakasa Cabang Kudus, KRA Panembahan Didik Gilingwesi Hadinagoro ikut menata barisan kirab budaya "Muludan" yang digelar di kediamannya, Lembah Pedangkungan, Majelis Taklim, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Minggu (8/10) yang juga diikuti warga pakasa "Tiga Serangkai". (foto : iMNews.id/dok)

Banyak Leluhur Dinasti Mataram di Sekitar Gunung Muria, Selalu Terjaga Harum Namanya (seri 2-bersambung)

Perlu Berhati-hati, Ada Bentuk Baru Penyimpangan Tujuan yang Bisa Melahirkan Stigma Negatif IMNEWS.ID - DENGAN terbentuknya kepengurusan Pakasa Cabang di Kabupaten Jepara, Pati dan Kabupaten Kudus atau tiga daerah di sekitar…

0 Comments