Berbagai “Pesan” Muncul dari Pembukaan Sekaten “Perdana 2026” (seri 1-bersambung)

  • Post author:
  • Post published:August 3, 2026
  • Post category:Budaya
  • Reading time:5 mins read
You are currently viewing Berbagai “Pesan” Muncul dari Pembukaan Sekaten “Perdana 2026” (seri 1-bersambung)
CANDA SEGAR : Sinuhun PB XIV Hangabehi adalah sosok periang dan sering membuat suasana canda segar. Termasuk saat membeli minuman di stand dagang "Maleman Sekaten 2026", Minggu (2/8) sore kemarin. Gusti Moeng tak kuat menahan tawa. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Tentang Revitalisasi”, Pendapa Pagelaran “Dikerjakan” Setelah Garebeg Mulud

IMNEWS.ID – MINGGU Legi (2/8) 2026 atau 17 Sapar Tahun Be 1960 kemarin, menjadi peristiwa yang patut dicatat dalam perjalanan sejarah Kraton Mataram Surakarta baik sejak berdiri tahun 1745 maupun sejak bergabung ke NKRI 17 Agustus 1945. Di acara pembukaan resmi keramaian pasar pendukung ritual Sekaten Garebeg Mulud yang disebut “Maleman Sekaten 2026” itu, menjadi momentum menandai awal “era baru”.

Yaitu momentum era tampilnya pemimpin baru, Sinuhun PB XIV Hangabehi karena ayahandanya Sinuhun PB XIII wafat 2 November 2025 (2004-2025). Gelar upacara adat Sekaten Garebeg Mulud 2026 yang dibuka resmi dalam sebuah upacara di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, Minggu sore (2/8) sekitar pukul 16.00 WIB, jadi momentum tampilnya penerus Dinasti Mataram secara “perdana” di era baru kepemimpinannya.

Seterusnya akan selalu dikenang publik dalam sejarah, pada Minggu Legi (2/8) atau 17 Sapar Tahun Be 1960/17 Safar Tahun 1448 Hijriyah adalah upacara adat Sekaten Garebeg Mulud “perdana” yang mengawali era kepemimpinan Sinuhun PB XIV Hangabehi. Dari catatan momentum penting berupa upacara adat peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW terbesar di antara berbagai jenis ritual kraton ini, menjadi penanda sejarah.

Seterusnya, akan terjadi berbagai penanda perjalanan sejarah lebih lanjut oleh pemimpin baru Dinasti Mataram (Surakarta), untuk berbagai upacara adat, kegiatan dan peristiwa penting lain di kraton. Generasi anak-cucu kelak akan membuka catatan perjalanan sejarah Sinuhun PB XIV Hangabehi, “tedhak hanjenengi” upacara pembukaan “Maleman Sekaten” sebagai pemeriah ritual Sekaten Garebeg Mulud 2026.

MEMOTONG TUMPENG : Sinuhun PB XIV Hangabehi memotong tumpeng yang secara simbolis diberikan kepada perwakilan pedagang “Maleman Sekaten 206” saat peresmian, Minggu (2/8). Gusti Moeng dan Gusti Ayu tampak membantu memasukkan lombok merah besar. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Selain penanda perjalanan sejarah dinasti, upacara pembukaan “Maleman Sekaten 2026” kemarin itu, juga melahirkan “pesan” tentang adanya “perhatian” pemerintah RI terhadap kraton. Karena, dalam sambutan tunggalnya, GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) selaku Pengageng Sasana Wilapa/ Ketua Umum LDA, menyebut bahwa Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa yang masih tampak “gagah” itu akan ditutup.

Setelah selesai digunakan untuk menggelar keramaian “Maleman Sekaten 2026” selama sebulan penuh (1-31 Agustus 2026), kompleks Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa akan ditutup. Penutupan di beberapa bagian penting, termasuk Pendapa Pagelaran, karena akan dibongkar atapnya yang dianggap bocor/rapuh parah, untuk direnovasi. Bersama beberapa bangunan lain di kompleks itu, mendapat bantuan proyek revitalisasi.

BOCORAN HUJAN : Ruang tempat kenduri wilujengan di depan Bangsal Pengrawit Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa ini, di saat kemarau tampak tetap bersih dan gagah. Jika musim hujan tiba, bocoran air dari talang/atap rusak barulah tampak. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Nanti setelah Sekaten selesai, Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa yang masih tampak gagah ini akan mulai dikerjakan, karena mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah. Sebetulnya masih bagus ya, tinggal membersihkan saja. Tetapi, kalau sudah turun hujan, tempat kita menggelar upacara adat ini basah semua karena banyak yang bocor. Jadi, atapnya memang sudah banyak yang hancur, minta diganti”.

“Jadi, kompleks Pendapa Pagelaran ini akan ditutup untuk bongkar dan menyimpan material proyek revitalisasi. Mulai awal September nanti baru bisa dikerjakan pekerjaan fisiknya. Mudah-mudahan diberi kelancaran, keselamatan dan aman tidak diganggug demit. Sebenarnya, yang namanya demit ‘kan tidak kelihatan ya?. Tapi demit yang ini kelihatan lo. Tetapi, ada pak Koramli dan pak Polsek, tenang saja”.

MENCERMATI SESUATU : Begitu turun dari mobil listrik wisata yang ditumpanginya, Sinuhun PB XIV Hangabehi dan Gusti Moeng sempat mengamati sesuatu di deretan stan peserta dagang “Maleman Sekaten 2026”. Mungkin saja, stan kue yang dihampirinya. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pertanyaan yang terdengar bercanda dari sambutan Gusti Moeng itu, sempat disambut senyum dan tertawa geli di antara lebih seratus orang yang hadir mengikuti upacara peresmian, Minggu sore itu. Soal proyek revitalisasi yang sudah berjalan sejak akhir 2025 dengan dana sumbangan kerabat dan Kemenbud RI, terus berlanjut hingga kini. Uluran tangan negara berupa proyek revitalisasi jadi pesan penting.

“Pesan penting” yang patut dicatat di awal era kepemimpinan Sinuhun PB XIV, walau terbungkus dalam ritual pembukaan “Maleman Sekaten 2026”. Soal bantuan negara ini, menjadi pesan tersendiri yang bisa dimaknai sebagai simbol harmonisnya hubungan antara pemerintah era Presiden RI ke-8 (Prabowo) dengan kraton di era pemimpin baru. Pesan ini juga penting bagi figur tokoh pemimpin pemimpin baru itu.  

“SEMPAT BERCANDA” : Sinuhun PB XIV Hangabehi sempat bercanda saat diajak foto bersama rombongan sekeluarga di tengah melihat stan dagang peserta “Maleman Sekaten 2026”. Dia “menghilang” (jongkok), yang memotretpun pada tertawa. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pesan berikut adalah eskpresi sikap “humble”, supel dan kesederhanaan figur Sinuhun PB XIV saat bergaul dan berbaur di tengah publik secara luas. Dia  tampak tak ragu mampir ke stan penjual kue “kelas” pasar-malam Sekaten yang identik dengan pasar rakyat (jelata). Sedikitpun tak tampak menempatkan diri “lebih tinggi”, karena langsung berdialog dengan penjualnya saat menanyakan soal kue.

Kehangatan berinteraksi dengan orang lain yang notabene para pedagang, juga ditunjukkan saat “membeli” minuman juice jeruk sunkys. Di depan pedagangnya, Gusti Moeng, KRMH Suyo Kusumo Wibowo dan Dr Purwadi, sempat dibikin geli karena candaan Sinuhun PB XIV Hangabehi. Bahkan ia bercanda “menghilang” dengan jongkok, saat rombongan sekeluarga sudah siap berdiri di dekatnya mengajak foto bersama. (Won Poerwono-bersambung/i1)