Dari Wilujengan, “Membuat Penglaris” Sampai Melayani Foto Bersama
SURAKRTA, iMNews.id – Sinuhun PB XIV Hangabehi memang benar-benar tampil sebagai pemimpin baru di Kraton Mataram Surakarta sesuai “harapan” (ekspektasi) publik. Secara simbolik, banyak yang memberikan respon nyata, positif dan ideal atas kehadirannya. Hadir di pembukaan “Maleman Sekaten Garebeg Mulud 2026”, Minggu (2/8) sore tadi, ia menjadi pusat perhatian dan disambut akrab dalam beberapa peristiwa.
Mulai dari “bisik-bisik” menyebut nama “Sinuhun Hangabehi, Raja Surakarta dan Paku Buwana XIV” terdengar dari stan ke stan saat pemimpin penerus Sinuhun PB XIII itu singgah untuk sekadar melihat dagangan, mencicipi dan membeli kue kesukaan. Didampingi GRAy Putri Purnaningsih (adik kandung), BRA Lung Ayu (adik misan), dia agak lama berada di stan dagang kue yang pertama dihampiri.

Peristiwa “tedhak” di keramaian pasar-malam Sekaten Garebeg Mulud 2026 perdana di era kepemimpinannya, Minggu sore (2/8) tadi, menjadi momentum yang sangat mengesankan bagi jajaran Bebadan Kabinet 2004, para kerabat, panitia dan semua yang menyaksikan acara pembukaan “Maleman Sekaten 2026”. Karena, pada peristiwa itu Sinuhun PB XIV Hangabehi benar-benar tampil secara proporsional sesuai adat.
Dimulai dengan upacara pembukaan di depan Bangsal Pangrawit sekitar pukul 16.00 WIB, diawali dengan kenduri wilujengan yang dipimpin abdi-dalem juru-suranata RT Irawan Wijaya. Sekitar 100 jajaran Bebadan Kabinet 2004, kerabat, panitia dan undangan utusan kantor tingkat Forkopimcam dan perwakilan pedagang, hadir dalam upacara pembukaan. Kehadiran Sinuhun PB XIV Hangabehi menandai dimulainya upacara.

Selesain donga wilujengan, dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng yang salah satunya diberikan Sinuhun PB XIV Hangabehi kepada perwakilan pedagang. Potongan berikut diberikan kepada GKR Wandansari Koes Moertiyah (Pengageng Sasana Wilapa & Ketua Umum Lembaga Dewan Adat). Selesai penyerahan potongan tumpeng, dilanjutkan dengan pemotongan untaian melati yang ada di pintu masuk utama dari arah utara.
Untuk keperluan itu, GKR Wandansari atau Gusti Moeng bersama Sinuhun PB XIV, GKR Ayu Koes Indriyah, GRAy Putri, BRA Lung Ayu dan beberapa kerabat menuju pintu masuk utama yang ada di ujung utara Alun-alun Lor. Untuk menuju tempat itu, mereka diangkut dua mobil listrik untuk wisata. Turun dari mobil, secara bersama-sama GRAy Putri, Gusti Moeng dan Gusti Ayu menggunting untaian melati.

Selesai penguntingan untaian melati tandai pembukaan resmi “Maleman Sekaten 2026”, lalu bersama-sama Sinuhun PB XIV yang sudah siap untuk berjalan melihat dari dekat berbagai jenis komoditas yang ada di tiap stan. Perjalanan ke arah selatan, menuju Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, kali pertama berhenti di depan stan penjual kue yang tampak unik bentuk dan kemasannya, karena Sinuhun tertarik.
GRAy Putri dan BRA Lung Ayu menjadi pendamping yang ikut meminta informasi mengenai komoditas kue itu kepada para penjaganya. Sekitar 10 menit singgah di stan kue itu, karena harus membungkus beberapa jenis kue yang ditunjuk Sinuhun PB XIV Hangabehi. Dari stan kue ini, perjalanan tidak lebih cepat, karena para wartawan berusaha melakukan wawancara yang tak sempat dijawab Sinuhun Hangabehi.

Selain pertanyaan salah satunya mengenai proses hukum yang baru saja dimasukkan ke PN Surakarta, Sinuhun PB XIV Hangabehi lebih dulu dicegat beberapa kelompok pengunjung Sekaten yang ingin berfoto bersamanya. Ada 2-3 kelompok pengunjung rata-rata enam orang yang sempat menghambat laju perjalanannya untuk berfoto bersama. Sementara, Gusti Moeng dengan rombongan tersendiri juga sedang menanti.
Gusti Moeng dan beberapa kerabat, sudah menantu di stand buah jeruk sankys yang juga melayani pembelian dlama bentuk minuman juice. Di situ, terjadi dialog dengan pedagang dan di antara Sinuhun dan Gusti Moeng, yang mengundang senyum siapa saja yang mendekat. Karena, Sinuhun sering melontarkan kata-kata yang lucu dan segar, sehingga Gusti Moeng-pun tak bisa menahan tawa, begitu pula Dr Purwadi.

Sejak awal pembukaan, Sejarawan yang juga Ketua Laokantara Pusat di Jogja, Dr Purwadi sudah tampak hadir, bahkan mengikuti rombongan yang berjalan melihat-lihat stan. Dari stan buah, rombongan bergabung jadi satu dan segera menuju ke Pendapa Pagelaran. Di tempat itu, sebagian besar peserta upacara pembukaan masih menunggu. Termasuk KPH Edy Wirabhumi dan Riyan vokalis grup band The Masiv.
Begitu semua sudah menempatkan diri, termasuk Sinuhun PB XIV Hangabehi, upacara dilanjutkan dengan sambutan tunggal Gusti Moeng. Dalam sambutan dia berharap, agar “Maleman Sekaten” perdana itu diberi keselamatan dan kelancaran. Dia juga memohon kepadaNya, agar pekerjaan fisik proyek revitalisasi yang dimulai setelah Sekaten “Tidak diganggu demit”, tetapi diberi lancar, aman dan keselamatan. (won-i1)
