KGPH PA Tedjowulan dan Sinuhun PB XIV Duduk Berdua “Mendukung”
SURAKARTA, iMNews.id – Upacara adat “wilujengan Keblat Papat” dan “dukutan”, sebagai ucapan syukur sekaligus “panyuwunan” keselamatan dimulainya revitalisasi sejumlah bangunan di kraton, digelar di topengan Malige, Selasa (21/7) siang tadi. Kenduri besar yang dipimpin Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Ketua LDA) dihadiri hampir semua jajaran Bebadan Kabinet 2004 dan beberapa pihak dari luar.
Beberapa pihak itu adalah bagian perencanaan, pelaksana proyek revitalisasi dan pengawas dai Badan Perlindungan Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jateng-DIY, Ditjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi (PKT) Kemenbud RI dan pangawas perencanaaan dari unsur kraton. Yang tampak berbeda dalam acara itu, adalah kehadiran Maha Menteri KGPH PA Tedjowulan yang duduk berdua dengan Sinuhun PB XIV Hangabehi.

Kedua tokoh ini tampak memberi “dukungan” dan menunggui jalannya tatacara awal khas kraton setiap hendak menjalankan aktivitas apa saja, misalnya kegiatan perbaikan, pemugaran, renovasi atau revitalisasi. Kemenbud RI dan jajarannya, juga pihak otoritas kraton telah melakukan sosialisasi dalam beberapa kesempatan. Bahwa Presiden RI memberi bantuan proyek revitalisasi kepada sejumlah kraton tahun 2026 ini.
Di antara 13 kraton yang diberi bantuan proyek revitalisasi melalui APBN yang diajukan Kemenbud RI, Kraton Mataram Surakarta mendapatan porsi anggaran paling besar karena luas dan banyaknya bangunan lebih besar/banyak dari kraton-kraton lain. Namun, Gusti Moeng tidak bisa menyebutkan nilai bantuan proyek itu, karena Bebadan Kabinet 2004 yang dipimpin sebagai pihak otoritas kraton hanya menerima wujud proyek.

“Kalau dari ukuran luas kawasan yang direvitalisasi, Kraton Surakarta memang paling luas. Begitu pula jumlah bangunan yang direvitalisasi, tentu lebih banyak, ketika dibanding dengan kraton-kraton lain. Dengan dasar ini, tentunya nilai proyeknya juga lebih banyak. Tetapi, kami yang mewakili kraton penerima bantuan itu, tidak bisa menyebutkan nilainya. Karena, bantuannya berupa proyek”.
“Gusti Panembahan Tedjowulan-pun tidak bisa menyebutkan nilai rupiahnya, karena bantuannya berupa proyek sampai jadi. La, yang akan direvitalisasi, kemarin sudah dipaparkan dalam detil teknisnya saat sosialisasi. Kawasannya, mulai dari Pendapa Pagelaran, museum sampai Kraton Kulon. Karena banyaknya bangunan dan luasnya kawasan, pengerjaannya sampai Desember 2026, dan harus jadi,” ujar Gusti Moeng.

Gusti Moeng menegaskan hal itu saat menjawab pertanyaan para wartawawan seusai memimpin “wilujengan Keblat papat” dan “dukutan” di topengan Malige, Selasa (21/7) siang tadi. Dia menambahkan, saat berlangsung pekerjaan proyek pemerintah di kawasan Kataram Mataram Surakarta selama 4 bulan hingga Desenber nanti, di tempat-tempat khusus akan diberi papan peringatan bagi yang tak berkepentingan.
Yaitu papan larangan untuk tidak “mengganggu” proses kerja maupun memindahkan atau mengambil barang-barang aset kraton, karena yang direvitalisasi adalah kawasan dan bangunan serta seisinya yang dilindungi UU Cagar Budaya No. 11/2010. Menurut Gusti Moeng, setiap perbuatan melawan hukum terhadap proses kerja dan segala peralatan serta barang-barang yang dilindungi UU, ada pasal ancaman hukumannya.

Sementara itu, Sinuhun PB XIV Hangabehi seusai mengikuti ritual “wilujengan” juga langsung dihujani pertanyaan saat diwawancarai para wartawan, baik di Bangsal Pradangga halaman Pendapa Sasana Sewaka maupun di ujung barat museum kraton. Di Bangsal Pradangga, ia melihat proses pengerjaan revitalisasi total bangunan untuk menabuh gamelan “Pakurmatan” itu, dan di museum ia menunjukkan artefak yang perlu “diamankan”.
Menjawab pertanyaan, Sinuhun PB XIV yang masih berstatus Pengageng Museum, Pagelaran dan Alun-alun Lor itu menyatakan, bahwa museum akan menjadi salah satu lokasi yang akan mengalami revitalisasi besar dan berat. Ia membenarkan penjelasan Gusti Moeng, bahwa atap penutup museum yang didominasi seng dan ada di antaranya peninggalan Sinuhun PB IX, akan diganti genting yang menyerupai sirab.

Karena begitu banyaknya pekerjaan tetapi waktunya hanya 4 bulan hingga akhir Desember, secara serentak pekerjaan akan dimulai Kamis (23/7) dengan pemagaran lokasi proyek yang ditutup dengan seng, mulai dari kawasan Pendapa Pagelaran, museum dan Kraton Kulon. Khusus untuk museum, karena semua atapnya akan diganti, barang-barang budaya bernilai sejarah akan dipindah ke beberapa tempat “aman”.
“Kalau gamelan, kelihatannya ada 7 set bisa dimasukkan ke gedhong Sasana Handrawina. Tetapi yang lain, akan masuk ke gedung museum bagian selatan. Karena museum termasuk total direvitalisasi, apalagi atapnya, maka belum ada alternatif selain tutup total atau tidak beroperasi selama proyek berjalan. Sinuhun tadi ngendika terpaksa tutup total,” ujar KRMH Boby Suryo Manikmoyo selaku pengawas. (won-i1)
