Jumat (3/7), Kraton Akan Gelar Ritual Lahirnya Surakarta Hadiningrat

  • Post author:
  • Post published:June 30, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:4 mins read
You are currently viewing Jumat (3/7), Kraton Akan Gelar Ritual Lahirnya Surakarta Hadiningrat
AKAN DIGANTI : Langse makam Adipati Sri Makurung Handayaningrat (menantu Prabu Brawijaya V) di Pengging, Boyolali, akan diganti baru dalam sebuah ritual yang dipimpin Gusti Moeng, Sabtu (4/7). (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kerahkan Bregada Prajurit ke Tegalarum, Ngawi, Grobogan dan Ponorogo

SURAKARTA, iMNews.id – Jumat Legi (3/7) minggu ini, Bebadan Kabinet 2004 Kraton Mataram Surakarta akan menggelar upacara adat “Pengetan Adeging Nagari Surakarta Hadiningrat” yang ke-290 tahun Jawa. Ritual yang digelar tepat tanggal kelahiran Surakarta Hadiningrat, 17 Sura tahun Je 1670 dan menurut kalender Jawa usia “negara” (monarki) genap 290 tahun pada 17 Sura tahun Be 1960 di tahun 2026 ini.

Bila dihitung menurut kalender Masehi, usia “negara” (monarki) Mataram Islam Surakarta sudah 200 tahun, dari lahir pada 20 Februari 1745 hingga menjadi bagian NKRI pada tahun 1945. Sebagai Kraton Mataram Islam Surakarta atau usia Kota Surakarta Hadiningrat, dalam kalender Masehi sudah genap 281 tahun pada 2026 ini. Lahirnya Kota Surakarta, 17 Sura atau 20 Februari 1745, bukan 17 Februari 1745.

LANGSE MAKAM : Langse makam Sinuhun Amangkurat Agung di Astana Pajimatan Tegalarum, Kabupaten Slawi/Tegal, akan diganti rombongan dari kraton yang dipimpin Gusti Moeng dalam sebuah ritual yang digelar, Minggu (12/7). (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Sebelum ritual “Jenang Suran” 17 Sura yang akan digelar Jumat (3/7), kraton juga menjadi tempat kegiatan “Soekarno Run” yang dipusatkan di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, sejak Kamis (25/6). Kegiatan lomba lari maraton ini dilepas dari Pendapa Pagelaran Pukul 05.00 WIB, dimeriahkan beberapa Bregada Prajurit Kraton. Gusti Moeng dan Sinuhun PB XIV Hangabehi tampak hadir ikut melapas peserta.

“Itu kegiatan di bulan Sura setelah kirab pusaka. Termasuk haul Raden Ayu Dewi Roro Kuning di Desa Maitan (Pati), Minggu (28/8). Tetapi khusus yang melibatkan para prajurit kraton, mulai Grebeg Suro di Ponorogo, sebelum kirab pusaka di kraton (Selasa malam, 16/6). Berikutnya, ya Minggu (28/6) saat event Soekarno Run itu. Setelah ini, baru di Pemkab Ngawi (Jatim),” ujar KRT Darpo Aswantodipuro.

RITUAL HAUL : Rombongan dari kraton bersama para prajuritnya, akan memeriahkan kirab budaya dalam rangka haul Eyang Djayengrana di Astana Pajimatan Desa Pulugn Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (11/7). (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pelaksana tugas administratif operasional prajurit kraton itu, saat dimintai konfirmasi iMNews.id, siang tadi menambahkan, hanya beberapa kegiatan dalam rangka “Suran” atau menandai bulan Sura Tahun Be 1960 ini yang melibatkan para prajurit kraton. Dalam catatannya, sementara baru 4 event upacara adat yang melibatkan prajurit kraton dalam kirab budaya, yaitu Ngawi, Grobogan dan Ponorgo.

Upacara adat jamasan pusaka di Pemkab Ngawi, Sabtu (4/7), haul Kyai Moh Alwy di Kedung Cowek, Kabupaten Grobogan, Minggu (5/7) dan haul Eyang Djayengrana di Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Minggu (12/7). Kabupaten Ponorogo dua kali melibatkan para prajurit kraton, yang pertama Grebeg Suro. Jadwal prajurit “terakhir” di bulan Sura, jamasan makam Sinuhun Amangkurat Agung.

GREBEG SURO : Para prajurit kraton juga hadir di Ponorogo saat Pemkab dan Pakasa cabang setempat menggelar Grebeg Suro, seperti yang diadakan medio Juni, belum lama ini. Ponorogo melibatkan prajurit kraton dua kali dalam setahun. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kegiatan kraton yang tidak melibatkan prajurit, setelah haul Raden Ayu Dewi Roro Kuning di Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Minggu (28/6), adalah ritual “Ganti Langse” makam Adipati Sri Makurung Handayaningrat (Pengging) di Desa Dukuh, Kecamatan Banyodono, Kabupaten Boyolali, Sabtu (4/7). Setelah itu Ganti Langse makam Panembahan Senapati di Astana Pajimatan Kutha Gedhe, Sabtu (11/7).

KABUPATEN GROBOGAN : Pra prajurit kraton bersama rombongan yang dipimpin Gusti Moeng juga pernah hadir di Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, ketika ada haul tokoh leluhur Raden Ayu Roro Kuning, beberapa tahun lalu. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Khusus ritual “Ganti Angse” makam Sinuhun Amangkurat Agung di Astana Pajimatan Tegalarum, Desa Paseban, Kecamatan Adiwerma, Kabupaten Tegal/Slawi, kraton kembali mengerahkan prajurit dan kirab bersama warga Pakasa cabang setempat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di makam putra penerus Sinuhun Sultan Agung ini, selalu digelar dua upacara adat dalam setahun, yaitu Nyadran dan jamasan makam. (won-i1)