Review Proses Melengkapi Persyaratan Adat, Agama dan Hukum “Dimaklumatkan” (seri 4-habis)

  • Post author:
  • Post published:June 20, 2026
  • Post category:Budaya
  • Reading time:5 mins read
You are currently viewing Review Proses Melengkapi Persyaratan Adat, Agama dan Hukum “Dimaklumatkan” (seri 4-habis)
MENYAMBUNG KEMBALI : Gusti Moeng dan KGPH Hangabehi yang hadir di upacara Hari Waisak yang diperingati sebuah perkumpulan umat Budha di kawasan Candi Borobudur beberapa waktu lalu, menyambung kembali sejarah hubungan Mataram dengan Budha. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Menyongsong Era Baru Kembali Pada Tata-Nilai Paugeran Adat yang Luwes

IMNEWS.ID – PERISTIWA penting beruntun dalam waktu pendek menjelang upacara adat kirab pusaka malam 1 Sura, Rabu dinihari (17/6) di tahun 2026, ada satu momentum yang menjadi penentu bagi banyak hal di awal era baru kepemimpinan Sinuhun PB XIV Hangabehi. Yaitu sebuah pertemuan luar biasa yang diinisiasi Bebadan Kabinet 2004 dan Lembaga Dewan Adat, yang mengumpulkan seluruh perwakilan trah darah-dalem PB.

Dalam catatan Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Ketua LDA), ada 138 perwakilan trah keturunan Sinuhun PB II-XIII yang hadir menandatangani sebuah “petisi”. Yaitu kesepakatan seluruh kerabat trah keturunan darah-dalem, untuk menerima dan mendukung tampilnya Sinuhun PB XIV Hangabehi. Dan, petisi yang dibaca Gusti Moeng malam itu, berisi rangkuman proses dan prosedur secara adat, hukum dan agama.

JAMASAN PUSAKA : Gelar praktik jamasan pusaka di depan masyarakat pecinta Tosan Aji di Belanda, bulan Sura tahun 2025, menjadi modal sosial yang sangat luas pengaruhnya bagi kepemimpinan Sinuhun PB XIV Hangabehi kini dan ke depan. (foto : iMNews.id/Dok)

Karena semua proses ini sudah dijalani sebagai syarat dan prosedur untuk menjadi seorang pemimpin di Kraton Mataram Islam Surakarta, dalam petisi yang dibacakan itu maka Gusti Moeng menyebut yang melandasi para perwakilan trah darah-dalem Sinuhun PB II-XIII itu bisa menerima kehadiran Sinuhun PB XIV Hangabehi. Mereka bahkan mendukung agar Bebadan Kabinet 2004 menggelar jumenengan nata untuknya.

Ada 138 perwakilan trah memberikan tanda-tangan sebagai bukti dukungannya kepada Sinuhun PB XIV Hangabehi. Menurut KPP Haryo Sinawung Waluyoputro Hadinagoro (Wakil Pengageng Kartipraja) dari trah Sinuhun PB IX, para sesepuh perwakilan trah menghendaki jumenengan-nata harus segera digelar. KPH Edy Wirabhumi yang dimintai konfirmasi juga menyebut, jumenengan jadi agenda urgen setelah kirab.

Bila dicermati lebih lanjut semangat di balik keputusan para perwakilan trah darah-dalem bersepakat mendukung Sinuhun PB XIV Hangabehi, ada banyak alasan yang melandasi di antaranya karena rasional, ideal dan strategis. Ketika dianalisis, alasan rasional yang dimaksud adalah Sinuhun PB XIV Hangabehi nyaris tak punya cacat, terutama yang menyangkut berbagai persyaratan dan proses proseduralnya.

Sinuhun PB XIV Hangabehi juga diterima hampir semua elemen masyarakat adat di luar kerabat trah darah-dalem yang mengawali dukungannya. Berbagai elemen masyarakat adat yang di dalamnya memiliki organ-organ penting, sudah terbukti bisa menerima kehadirannya, bahkan jauh sebelum ditetapkan sebagai Pangeran Adipati. Contohnya, masyarakat pecinta Tosan-Aji yang banyak didukung warga HPK.

LUAS CAKUPANNYA : Kalangan pecinta Tosan Aji yang menyaksikan Sinuhun PB XIV Hangabehi meresmikan besalen Sana Kridha Brajangga di Karanganyar, punya cakupan luas. Karena juga berkait dengan masyarakat penghayat spiritual kebatinan (HPK). (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Jambore Keris Nasional yang digelar di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, Sura Dal 1959 tahun 2025, membuktikan hubungan silaturahmi yang sangat dekat Sinuhun PB XIV Hangabehi dengan kalangan “sutresna” Tosan-Aji. Karena, kalangan penghayat spiritual kebatinan atau kepercayaan kepada Tuhan YME juga memback-up. Peresmian Besalen Keris “Sanakridha Brajangga” di Karanganyar, menjadi ajang ketokohannya.

Modal sosial Sinuhun PB XIV Hangabehi juga luas dan kuat. Karena, ketokohannya di bidang Tosan Aji, mampu membawanya dikenal masyrakat dunia pecinta karya kriya logam yang sudah diakui Unesco itu. Ia sebagai representasi Kraton Mataram Surakarta, bersama sejumlah tokoh komunitas pecinta keris dari Tanah Air, tahun lalu diundang ke Belanda, untuk bersarasehan dan gelar praktik jamasan Tosan-Aji.

Maka tidak aneh, kalau pasangan suami-istri pecinta Tosan-Aji asal Belanda, David Gallas-Melanie Webb, muncul di antara ribuan pelaku “tapa-mbisu” yang berjalan kaki “cekeran” (tanpa alas) sejauh 8 KM mendukung kirab pusaka malam 1 Sura. Tak aneh pula, jika kolektor seribuan Tosan-Aji, Dayu Handoko, pemilik besalen “Sana Kridha Brajangga” dan para komunitas Tosan-Aji Nusantara itu, sahabat dekatnya.

Modal sosial Sinuhun PB XIV Hangabehi ini, banyak yang terjalin selama perjalanan spiritual dilakukan dengan bershalat Jumat di 14 masjid yang punya back-ground dengan perjalanan Mataram Surakarta, bahkan sebelumnya. Melalui Pakasa cabang yang tersebar di berbagai daerah di Jateng, DIY dan Jatim, hubungan silaturahmi terjalin kuat di berbagai makam leluhur Mataram yang menggelar ritual haul.

MODAL SOSIAL : Pergaulan Sinuhun PB XIV Hangabehi dengan kalangan pecinta Tosan Aji, menjadi modal sosial sangat penting. Tokoh Dayu Handoko, pemilik besalen keris Sana Kridha Brajangga, misalnya, punya jaringan komunitas sangat luas. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pertemuan antara Kraton Mataram Surakarta dan beberapa organisasi umat Budha yang selalu berkumpul di saat menggelar peringatan Hari Waisak di kawasan Candi Borobudur dan beberapa tempat lainnya, adalah bagian modal sosial penting Sinuhun PB XIV Hangabehi. Gusti Moeng yang sering diundang hadir mewakili kraton termasuk  peringatan Waisak 2026, adalah “jembatan emas” KGPH Hangabehi menuju “tahtanya”.

Kini, Kraton Mataram Surakarta telah memiliki seorang pemimpin yang berkualitas, berkapasitas dan bisa diterima publik secara luas, baik di internal maupun dari eksternal kraton. Dia juga memiliki kapasitas dan kualitas moral pada adat dan tata-nilai paugerannya, punya kualitas sebagai simbol kraton Islam yang “rahmatan lil ‘alamin”, dan diakui serta diterima secara hukum oleh negara/pemerintah.

JARINGAN LUAS : Karya kriya Tosan Aji keris, bisa membangun jaringan persahabatan antar bangsa sangat luas. David Gallas-Melanie adalah pasangan pecinta keris asal Belanda, sahabat Sinuhun PB XIV Hangabehi sesama “sutresna” Budaya Jawa. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Walau menghadapi rintangan yang sangat berat dan sudah terasa sejak pergantian tahta di tahun 2004, Kraton Mataram Surakarta kini benar-benar akan memasuki era baru kepemimpinan generasi muda. Meskipun tak lahir zaman milenial, kehadiran Sinuhun PB XIV Hangabehi bisa menjadi magnet bagi “Gen Z” yang punya “cara” sendiri untuk menerima kehadirannya. Cara-cara beretika, tetap menjadi ukurannya.

Dengan persiapan dan modal sosial yang dimiliki, Sinuhun PB XIV Hangabehi benar-benar berada pada era yang menuntutnya membawa Kraton Mataram Surakarta kembali berwibawa, punya kehormatan harkat dan martabat. Kembali pada jatidiri punya simbol kuat di bidang agama. Dia juga dituntut untuk mengembalikan tata-nilai paugeran adat sebagai “konstitusi”, meski harus “luwes” menghadapi perubahan. (Won Poerwono-habis/i1)