Ada 26 Cabang Pakasa Mengirim Lebih 1.200 warganya, dan Ada yang Bikin Trenyuh
SURAKARTA, iMNews.id – Hasil rapat penentuan penyelenggaraan kirab pusaka malam 1 Sura yang digelar secara terpisah, dan difasilitasi Pemkot Surakarta di Balai Kota, Senin sore (15/6), nyaris tak mengubah perencanaan teknis dan kepanitiaan kirab yang sudah disusun. Rapat terpisah yang dihadiri dua pihak dari internal kraton dan unsur-unsur dari luar kraton, tak mempengaruhi hasil rapat sebelumnya.
“Mereka tak punya visi dan misi yang jelas. Tujuan dan keinginannyapun juga tidak jelas. Maka, ya diabaikan saja hasil rapat dengan mereka. Hasil rapat yang mereka hadiri, tak berpengaruh terhadap perencanaan yang sudah kita susun dan siapkan. Sekarang, fokus mempercepat persiapan internal untuk menggelar kirab nanti malam. Waktunya semakin dekat dan singkat,” ujar KPH Edy Wirabhumi menjawab iMNews.id.

Aktivitas persiapan kalangan panitia dan dari luar kraton terutama yang megurus elemen artistik di Kori Kamandungan, tampak ekstra keras. Mulai yang memasang tarub dan janur di lingkungan Kamandungan, bongkar muatan dan menata kursi sewaan maupun berbagai persiapan teknis lainnya sedang berlangsung. Termasuk KPH Edy Wirabhumi, yang tampak sibuk mengatur berbagai persiapan teknis dan nonteknis.
Kesibukan semua yang bertugas di bidang masing-masing pada persiapan kirab pusaka pergantian Tahun Jawa, dari Dal 1959 ke Be 960 mulai 1 Sura Rabu dini hari pukul 00.00 WIB (17/6), tampak luar biasa. Karena, selama lebih enam tahun Bebadan Kabinet 2004 dan semua elemennya “dipaksa menganggur” oleh “Insiden MOM 2017”, dan selama 2023-2025 belum bisa bekerja total karena “dikuasai” pihak sebelah.
Proses kerja persiapan yang luar biasa itu dibenarkan KP Siswantodiningrat (Wakil Pengageng Sasana Wilapa) yang dimintai konfirmasi iMNews.id, siang tadi. Selaku Ketua Pasipamarta, dia menyebutkan, ada 209 anggotanya (Pasipamarta) ditugaskan dalam kepanitiaan teknis di berbagai bidang, baik persiapan maupun pengaturan semua yang “sowan”. Di antara jumlah itu, 14 orang akan ikut “ngayab” kirab.
“Memamng betul. Karena hasil rapat secara terpisah dengan dua pihak di Balai Kota tidak menemukan kesepakatan, jadi Bebadan Kabinet 2004 bekerja keras menyiapkan pelaksanaan kirab pusaka. Maka, semua elemen masyarakat adat terlibat ikut membantu panitia. Dari 209 warga Pasipamarta yang kami siapkan, semua bertugas di pos-pos penjagaan jalur pisowanan. Ada yang mengawasi busana adat dan identitas”.

“Banyak yang membantu distribusi konsumsi. Karena berbagai elemen masyarakat adat yang akan sowan, tercatat 3.500 orang. Itu termasuk para aparat keamanan gabungan berbagai lembaga. Mengenai rapat di Balai Kota, Senin (15/6) kemarin, Maha Menteri KGPH PA Tedjowulan juga hadir. Baik di saat rapat dengan pihak sebelah sore, maupun dengan Bebadan Kabinet 2004 malamnya,” ujar KP Siswantodiningrat.
Dari pantauan daftar hadir yang diedarkan ke cabang-cabang Pakasa melalui WA Grup “pangarsa”, hingga Selasa siang (16/6) pukul 13.00 WIB tercatat 26 Pakasa cabang yang mendaftar akan mengirim warganya total sekitar 1.200 orang. Jumlah itu belum termasuk Pakasa Cabang Ponorogo, cabang Salatiga dan cabang Tegal/Slawi yang hingga siang tadi belum mendaftarkan utusannya untuk mengikuti kirab pusaka.
“Baru 26 cabang Pakasa yang mendaftarkan utusannya untuk ikut kirab. Jumlah warganya total yang akan ikut kirab dalam beberapa posisi, ya terhitung sekitar 1.200 orang. Mungkin sampai nanti sore atau saat waktu yang ditentukan pukul 20.00 WIB daftar ulang, masih bisa bertambah. Pakasa Cabang Ponorogo, Pakasa Cabang Tegal/Slawi dan Pakasa Salatiga belum mengisi,” ujar KRMH Suryo Kusumo W.
Wakil Pengageng Sasana Prabu yang bernama lengkap KRMH Suryo Kusumo Wibowo yang dimintai konfirmasi terpisah siang tadi menyebutkan, sebenarnya banyak cabang Pakasa yang belum mendaftarkan. Tetapi, mungkin datang mendekati jam daftar ulang, tetapi hanya beberapa saja. Karena, bila dihitung ada sekitar 40 pengurus Pakasa cabang yang sudah terbentuk, tetapi memang ada yang tidak aktif/vakum.

Sementara itu, pimpinan Pakasa Cabang Ponorogo yang dimintai konfirmasi mengaku semua unsur pengurus Cabang Pakasa Gebang Tinatar kini sedang sibuk menggelar hajad event Grebeg Suro ultah Kabupaten Ponorogo, yang jatuh tepat di malam 1 Suro. KP MN Gendut Wreksodiningrat (Ketua cabang) minta maaf cabangnya tidak bisa aktif membantu kirab pusaka malam 1 Sura di kraton, karena punya hajad sendiri.
Lain dengan KRAT Heriyanto Wironagoro, pengurus Pakasa Cabang Tegal/Slawi, yang menyatakan sedang dalam perjalanan menuju Kraton Surakarta saat dimintai konfirmasi, siang tadi. Ia tidak tahu pengurus cabang akan mengirim utusan atau tidak, karena ia bersama rombongan kecil riga orang berangkat sendiri untuk ikut kirab nanti malam. Situasinya sangat jauh berbeda dengan Pakasa Cabang Kudus.

“Pakasa Kudus memberangkatkan 65 orang. Yang ngampil pusaka nomer 4 ada 4 orang, begitu juga yang mbuntar. Saya mengajak RT Erik yang belum lama keluar dari rumah sakit. Karena operasi otak, jadi agak blank, banyak yang lupa. Dengar mau ada kirab pusaka, menangis ingin ikut. Anak saya yang di Srilanka, juga cuti untuk ikut kirab pusaka,” ujar KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro (Ketua Pakasa Kudus).
RT Erik Abdul Jalal Projodipuro, karyawan kantor PN Kudus diizinkan ikut bersama rombongan, juga Ni MT Cerrier Didik Camboa Adiningtyas. Keduanya ingin sekali ikut kirab pusaka. Bahkan puterinya, Cerrier yang sudah 2 tahun di Srilanka, cuti dari kantornya dan mengajak tiga kawannya ingin merasakan kirab pusaka. Begitu juga KRA Joko Murdianto (Ketua Pakasa Kota Bekas), malam ini ikut kirab bersama 40 warganya. (won-i1)





