“Satu-satunya” Kebanggaan Masyarakat Adat Bebadan Kabinet 2004
SURAKARTA, iMNews.id – Kangjeng Pangeran Harya (KPH) Raditya Lintang Sasangka yang bernama kecil BRM Bambang Irawan, mungkin menjadi “satu-satunya” kebanggaan masyarakat adat Kraton Mataram Surakarta selama “mengabdi” bersama Bebadan Kabinet 2004. Cucu Sinuhun PB X itu, siang tadi menghadapi ujian promosi doktor di UNS.
Melakukan studi sekaligus menjadi tenaga pengajar di Fakultas Ekonomi (kini FEB) UNS Surakarta sejak lebih 40 tahun lalu, KPH Raditya Lintang Sasangka banyak berkecimpung di penelitian dan studi di bidang ekonomi khususnya berkait dengan sektor pariwisata. Karenanya, ia dipercaya menjadi anggota dan ketua Puspari UNS.

Dunia edukasi di kampus yang selama sekitar 40 tahun berkecimpung di bidang ekonomi pariwisata, mungkin inilah yang mendekati paralel dengan latar-belakang berhabitat di lingkungan Kraton Mataram Surakarta. Karena kawasan kraton adalah situs cagar budaya peninggalan sejarah yang punya nilai wisata sangat tinggi.
Namun, kapasitas kemampuan intelektualnya tidak harus sama atau paralel, sekalipun dia dilahirkan dan begitu intensif berkecimpung di dalam kraton. Terlebih, dia adalah “sentana darah-dalem” yang memiliki kapasitas kemampuan di bidang Budaya Jawa dan beberapa cabang kesenian khas kraton di luar kapasitas intelektualnya.

Rabu (4/2/206) siang tadi, bertempat di Aula Konimex Gedung 4 Bachtiar Effendi, Lantai 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, BRM Bambang Irawan menghadapi 7 penguji dalam ujian promosi program doktor di kampus setempat. Disaksikan sejumlah kerabat termasuk Gusti Moeng dan KPH Edy Wirabhumi, ia mempertahankan disertasinya.
Disertasi karya Ketua Sanggar Pasinaon Pambiwara Kraton Mataram Surakarta itu, berjudul “Dampak Ekonomi Pengeluaran Wisatawan Terhadap Perekonomian Jawa Tengah dan Perekonomian di Pulau Jawa dan Bali; Pendekatan Interregional Inpu-Output Jawa Tengah 2023”. Dia akan menjadi “doktor” pertama di kraton dalam 20 tahun terakhir. (won-i1)
