Limaratusan Warga Pakasa Akan Mangawal Sinuhun PB XIV Hangabehi Jumatan

  • Post author:
  • Post published:December 25, 2025
  • Post category:Regional
  • Reading time:5 mins read
You are currently viewing Limaratusan Warga Pakasa Akan Mangawal Sinuhun PB XIV Hangabehi Jumatan
JUMAT TERAKHIR : Jumat (26/12) besok, Sinuhun PB XIV Hangabehi akan menjalani wajib shalat Jumat terakhir (ketujuh) di Masjid Agung sebagai syarat wajib, untuk meneladani jumenengan nata Sinuhun PB X di tahun 1893. (foto : iMNews.id/Dok)

Menjadi Agenda “Pemanasan” Peringatan HUT ke-94 Pakasa 26-27 Desember 2025

SURAKARTA, iMNews.id – Jumat (26/12) besok, menjadi Jumat terakhir sebagai syarat melakukan shalat Jumat ketujuh bertutut-turut di kagungan-dalem Masjid Agung yang akan dijalani Sinuhun PB XIV Hangabehi. Akan ada sekitar 500 warga Pasipamarta, Pakasa, jajaran Bebadan Kabinet 2004 dan elemen lain yang ikut bergabung.

KP Siswantodiningrat dan KP Bambang S Adiningrat di tempat terpisah, saat dimintai konfirmasi iMNews.id Kamis siang (24/12) tadi membenarkan rencana di atas. Khusus untuk warga Pakasa cabang, daftar utusan hadir sudah diedarkan tetapi belum semua pengurus cabang mengisi. Baru ada 19 cabang yang menyatakan mengirim utusan hadir.

“Kalau sesuai rencana, akan ada 500-an sentana dan abdi-dalem yang akan mengikuti Sinuhun PB XIV (Hangabehi) menjalani Jumatan terakhir di kagungan Masjid Agung, besok (Jumat, 26/12). Jumlah itu terdiri dari jajaran Bebadan Kabinet 2004, Pasipamarta, warga Pakasa cabang dan lain-lain,” ujar KP Siswantodiningrat.

Sementara itu, KP Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara) menyatakan, dirinya mendapat tugas dari Pakasa Punjer untuk “ngopyak-opyak” atau mengingatkan cabang-cabang mengisi daftar hadir. Selain untuk hadir mengawal dan bersama Sinuhun PB XIV Hangabehi menjalani shalat Jumat, juga untuk keperluan HUT ke-94.

MOMENTUM PENTING : Selama enam kali menjalani wajib shalat Jumat di Masjid Agung dan berakhir Jumat (26/12) besok, banyak momentum yang dialami Sinuhun PB XIV Hangabehi yang membanggakan dan akan tercatat dalam sejarah Mataram Surakarta. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Dari hasil pantauannya dari daftar hadir yang diedarkan, ada 19 pengurus cabang yang menyatakan mengirim utusan degan jumlah bervariasi, antara 2 orang hingga 44 orang tiap cabangnya. Dari ke-19 cabang Pakasa, terhitung ada lebih 200 orang yang akan bersama-sama Sinuhun PB XIV Hangabehi menjalani shalat Jumat terakhir, besok.

Shalat Jumat di kagungan-dalem Masjid Agung selama 7 kali berturut-turut dan terakhir Jumat (26/12) besok, merupakan syarat yang harus dipenuhi Sinuhun PB XIV Hangabehi sebelum menjalani upacara adat pengesahan jumenengan nata, dalam waktu dekat. Syarat yang pernah dijalani Sinuhun PB X itu, adalah saran KGPH Tedjowulan.

Karena merupakan Jumatan terakhir, momentum shalat Jumat besok akan menjadi kesempatan berharga bagi semua elemen masyarakat adat Kraton Mataram Surakarta. Karena, momentum kebersamaan itu akan tercatat sebagai peristiwa penting dalam sejarah dalam proses pergantian tahta dari Sinuhun PB XIII kepada putra tertuanya.

Mengingat begitu pentingnya momentum itu, banyak warga dari elemen masyarakat adat yang tak ingin ketinggalan mengikuti kebersamaan itu. Salah satunya adalah KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Singonegoro. Ketua Pakasa Cabang Kudus ini minta “cuti” dari rumah sakit yang merawatnya, untuk Jumatan di Masjid Agung.

MOMENTUM KEBERSAMAAN : Sinuhun PB XIV Hangabehi dan semua warga masyarakat adat dari berbagai elemen terutama Pakasa, sama-sama menikmati momentum kebersamaan yang hangat dan membanggakan saat menjalani shalat Jumat bersama di Masjid Agung. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Saya sudah mengisi daftar hadir 7 orang untuk Kudus, hadir pada shalat Jumat terakhir Sinuhun PB XIV Hangabehi. Saya dan rombongan tidak ingin melewatkan kesempatan penting itu. Saya minta izin dokter, cuti dua hari ke Solo, besok. Ada  dua perawat yang mendampingi saya selama di Solo,” ujar KRRA Panembahan Didik.

“Sudah beberapa hari lalu, permintaan izin cuti itu saya sampaikan kepada dokter di rumah sakit yang merawat saya. Intinya, besok saya minta izin melepas selang infus dan melakukan perjalanan ke Solo. Saya juga minta dua perawat untuk mendampingi, selain rombongan Pakasa Kudus. Ketua Pakasa harus militan,” ujarnya.

Pernyataan KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Hadinagoro meminta “cuti” dua hari dari rumah sakit yang sudah selama seminggu merawatnya itu, memang terkesan menggelikan. Tetapi menurutnya, niat dan keinginan keras itu adalah wujud militansi rela berkorban tulus-ikhlas dari seorang “pangarsa” Pakasa cabang.

Sementara itu, begitu besar antusiasme kalangan warga berbagai elemen masyarakat adat mengikuti shalat Jumat terakhir Sinuhun PB XIV Hangabehi, juga menjadi penanda sejarah bagian lain. Yaitu, bagi warga Pakasa cabang khususnya, kegiatan mengawal/mendukung shalat Jumat itu menjadi pemanasan peringatan HUT ke-94 Pakasa.

MOMENTUM KEAKRABAN : Tak terasa, kebersamaan kalangan elemen masyarakat adat dan Sinuhun PB XIV Hangabehi dalam menjalankan syarat wajib shalat tujuh kali di Masjid Agung, telah membangun momentum keakraban antara “kawula-gusti”. (foto : iMNews.id/Dok)

Seperti diketahui, peringatan HUT ke-94 Pakasa tahun 2025 ini terpaksa bergeser mundur sekitar sebulan dari seharusnya di sekitar tanggal 29 November. Bergesernya waktu peringatan akibatkan Kraton Mataram Surakarta berduka atas wafatnya Sinuhun PB XIII pada 2 November lalu, yang seterusnya kraton menjalani masa berkabung.

Oleh sebab itu, begitu ada kabar dukacita pengurus Pakasa Punjer yang sebelumnya mengadakan rapat koordinasi (rakor) bersama para pengurus cabang membahas peringatan HUT ke-94, lalu memutuskan menunda pembahasan. Dalam perjalanan, rakor terbatas masih bisa dilakukan dan dipimpin KPH Edt Wirabhumi (Pangarsa Punjer).

Rakor terbatas memutuskan, pelaksanaan peringatan HUT ditunda di akhir bulan Desember ini dan dalam rakor melalui zoom meeting Rabu (24/12), waktu peringatan ditetapkan berlangsung 26-27 Desember. KP Bambang S Adiningrat menyebut, sehabis mengikuti shalat Jumat bersama, besok, sorenya berlanjut pembukaan HUT ke-94.

“Untuk dijadikan perhatian yang mengikuti Jumatan, besok, semua diharap berkumpul di Bangsal Smarakata antara pukul 10.00 WIB hingga 10.30 WIB. Sadaya kedah sampun siaga, karena biasanya Sinuhun PB XIV Hangabehi bidhal dateng Masjid Agung tabuh 10.45 WIB. Kula suwun baris ingkang rapi,” tiru KP Bambang membaca edaran Punjer.  

CUTI 2 HARI : Sampai Kamis siang (25/12) tadi, KRRA Panembahan Didik Singonegoro (Ketua Pakasa Kudus) masih dirawat di rumah sakit di Kudus. Dia minta izin cuti 2 hari, untuk ikut shalat Jumat bersama Sinuhun PB XIV Hangabehi, besok. (foto : iMNews.id/Dok)

Edaran dari Pakasa Punjer mengenai tatacara keberangakatan berhsalat ke Masjid Agung, tertulis dalam Bahasa Jawa krama, seperti yang menjadi panduan KP Bambang S Adiningrat selaku petugas pengingat. Poin terakhir dari empat tatacara itu disebut soal busana, yaitu beskap putih atau batik Istana Mataram/baju koko berblangkon.

Mengenai peringatan HUT ke-94 Pakasa 2025, pengurus Punjer menerbitkan jadwal agenda peringatan lengkap dengan isian acaranya, selama dua hari 26-27 Desember. Peringatan yang dipusatkan di Pendapa Pagelaran Sasanasumewa itu, diawali sajian  seni Santiswaran dari Jatisobo pukul 19.00 WIB, dilanjutkan uapacara pembukaan. (won-i1)