Bentuk Pengenalan Budaya Jawa Paling Ringan dan Mendasar Bagi Kalangan Siswa
JOGJA, iMNews.id – Sekitar 15 guru TK dan PAUD dari beberapa wilayah di DIY, punya kegiatan rutin belajar dan berlatih bersama karawitan dan tembang-tembang dolanan anak di Sanggar Seni “Pustaka Laras”, tiap Selasa siang antara pukul 12.00-15.00 WIB. Latihan itu dimaksudkan sebagai “pembekalan” para guru untuk keperluan pembelajaran di kalangan siswanya.

Kegiatan latihan rutin yang sudah berjalan beberapa tahun itu, diakomodasi Dr Purwadi di kediamannya, di Jalan Kakap Raya, Minomartani, Jogya yang juga menjadi Sanggar Seni Pustoko Laras. Di bagian teras rumah peneliti sejarah (Ketua Lokantara Pusat di Jogja) itu, disediakan seperangkat gamelan yang menjadi ajang latihan bersama tersebut.

“Latihan ini rutin berjalan sejak beberapa tahun lalu, tiap Selasa, antara pukul 12.00 sampai 14.00 WIB. Para Guru TK dan PAUD itu berasal dari wilayah Kota Jogja, Kabupaten Sleman, Kulon Progo dan Kabupaten Bantul. Latihan ini gratis, karena untuk kebutuhan guru dan para siswanya,” ujar Dr Purwadi, menjawab pertanyaan iMNews.id, siang tadi.

Dalam latihan itu, para guru banyak yang menjadi penyanyi atau “gerong” dan sebagian lagi ikut menambuh gamelan. Tak ketinggalan istri dan anak-anak tuan rumah juga ikut menabuh gamelan untuk mengiringi tembang/gendhing yang dinyanyikan. Sementara, Dr Purwadi yang sejak masa muda menekuni profesi dalang dan karawitan, siang tadi “memegang” kendang.

Anggota Pakasa Cabang Jogja itu saat dimintai konfirmasi siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB, dirinya baru saja ikut berlatih bersama pata guru TK dan PAUD tersebut. Gendhing-gendhing dolanan yang dinyanyikan antara lain “Sekar Gambuh”, “Gugur Gunung”, “Menthog-menthog”, “Yo Pra Kanca”, “Mubeng Desa”, “Lindri”, “Sregep Sinau”, “Numpak Sepur” dan sebagainya.

Pelatihan seni karawitan dan tembang yang diinisiasi dan diakomodasi Dr Purwadi itu, juga didukung dua tokoh sahabatnya yaitu Dr Afendy Widayat MPhil dan Galang Prastowo SPd MA. Keduanya bertindak sebagai nara-sumber dalam diskusi untuk mengantar latihan. Selain itu juga menjadi pemandu membaca notasi dan lirik tembang, sedangkan Dr Purwadi menjadi “pengendangnya”. (won-i1).