23.6 C
Surakarta
Regional Makam Ki Ageng Selo di Grobogan Dilengkapi Masjid oleh Sinuhun PB X

Makam Ki Ageng Selo di Grobogan Dilengkapi Masjid oleh Sinuhun PB X

Baca Juga

Jemput Bola Sambil Sosialisasi, Formula “Wiradat” yang Beda Lagi (3-habis)

Hanya Dilakukan Orang-orang yang Visioner, Misioner dan Berkepribadian IMNEWS.ID - KIRA-KIRA tiga bulan lagi atau tepatnya 15 April 2022, sudah hampir...

Jemput Bola Sambil Sosialisasi, Formula “Wiradat” yang Beda Lagi (2-bersambung)

Ziarah, Kirab Budaya, Pengajian Akbar dan ''Wisudan'' Warga Pakasa IMNEWS.ID - BERSAFARI ''tour de petilasan'' untuk mencari dan merawat jejak leluhur...

Jemput Bola Sambil Sosialisasi, Formula “Wiradat” yang Beda Lagi (1-bersambung)

Putra Mahkota Didaulat Foto Bersama di Tengah Para Penabuh Gamelan IMNEWS.ID - SEBUAH keniscayaan yang terbingkai dalam tema besar ''Nut jaman...
~Pariwara~

Untuk Menziarahinya Harus Dilakukan dengan Tatacara Adat Keraton

GROBOGAN, iMNews.id – Makam Ki Ageng Selo merupakan salah satu makam leluhur Dinasti Mataram yang dilengkapi dengan keberadaan masjid serta abdi dalem takmir masjid yang mengurusnya oleh Sinuhun Paku Buwono (PB) X selama kepemimpinannya (1893-1936). Oleh sebab itu, bagi masyarakat adat penerus dinasti dan pelestari peradaban harus tetap menggunakan tatacara adat keraton (Keraton Mataram Surakarta) ketika menziarahinya.

”Karena makam Ki Ageng Selo ini sudah dilengkapi masjid dan abdidalem takmir yang mengurusinya, maka tatacara menziarahinya harus menggunakan tatacara adat. Kalau tadinya hanya ‘sak-sake’ (terkesan asal-Red), pelan-pelan akan kita kembalikan dengan tatacara adat,” ujar GKR Wandansari Koes Moertiyah di depan pertemuan singkat dengan rombongan LDA yang dibawanya dari Solo dan para takmir masjid setempat di pendapa kompleks makam, Kamis siang (16/12).

DOA, TAHLIL DAN DZIKIR : Doa, tahlil dan dzikir yang dipimpin abdidalem jurusuranata KRT Rokhim di teras cungkup makam diikuti Gusti Moeng dan rombonga dari Solo, sebelum tabur bunga dilakukan di atas pusara Ki Ageng Selo. Ziarah di makam leluhur Dinasti Mataram di Desa Ngantru, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan itu, berlangsung dengan sebuah prosesi, Kamis siang (16/12). (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kompleks makam itu, sudah dikepung oleh bangunan sebuah pesantren dan berada di tengah kampung desa yang termasuk kurang leluasa apabila para peziarah yang datang menggunakan moda angkutan besar dan jumlah peziarah yang banyak. Karena, halaman dan open space yang tersisa tidak luas dan gang-gang yang mencapai kawasan situs cukup sempit dan jauh masuk ke dalam dari jalan besar Purwodadi.

PROSESI ARAK-ARAKAN : Ziarah di makam leluhur Dinasti Mataram yang dilakukan Gusti Moeng bersama rombongan di kompleks situs makam Ki Ageng Selo yang terletak di Desa Ngantru, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, dilakukan dengan sebuah prosesi arak-arakan dari jalan menuju makam yang dikawal para prajurit Tamtama, Kamis siang (16/12) . (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Nyekar atau ziarah yang dilakukan Gusti Moeng, dilakukan dengan tatacara adat keraton yang dilengkap dengan doa, tahlil dan dzikir yang dipimpin abdidalem jurusuranata takmir masjid KRT Rokhim. Kedatangan Gusti Moeng dan rombongan sentana serta abdidalem dari Solo untuk melakukan nyekar cukup menarik perhatian warga sekitar kompleks situs, karena dilakukan dalam prosesi arak-arakan membawa bunga serta uba-rampe nyekar yang dikawal prajurit Tamtama yang dikomandani KRT Alex Pradjono.

Menurut warga sekitar, makam Ki Ageng Selo selalu diziarahi pengunjung dari berbagai daerag hampir tiap hari terutatama pada bulan Ruwah atau menjelang ramadan. Di luar itu, keramaian pasar yang menyertai kegiatan wisata spriritual di situs makam itu, terjadi pada tiap hari Jumat dan Minggu, hingga menumbuhkan kawasan itu sebagai pusat kegiatan ekonomi skala UKM. (won) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Jemput Bola Sambil Sosialisasi, Formula “Wiradat” yang Beda Lagi (3-habis)

Hanya Dilakukan Orang-orang yang Visioner, Misioner dan Berkepribadian IMNEWS.ID - KIRA-KIRA tiga bulan lagi atau tepatnya 15 April 2022, sudah hampir...

Berita Terkait