Sabtu, 4 Desember 2021
Regional Ikatan Kekerabatan Warga Kebumen dengan Keraton Surakarta Nyambung Lagi

Ikatan Kekerabatan Warga Kebumen dengan Keraton Surakarta Nyambung Lagi

Baca Juga

Seakan tak Mengenal Lelah, Terus Bergerak Memimpin Upaya Pelestarian Budaya

Belum Selesai Menggelar Hari Jadi Pakasa, Sudah Diselingi Ritual Mahesa Lawung SOLO, iMNews.id – Seakan tak mengenal lelah, belum selesai...

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

Wakil Wali Kota : “Kalau Tidak Mau Dihormati, ya………..”

Sumbang Rp 5 Juta untuk Pekan Seni 90 Tahun Pakasa SOLO, iMNews.id – Pembukaan Pekan Seni dan Ekraf (Ekonomi Kreatif)...
~Pariwara~

Honggowongso adalah Tokoh Arsitek Pembangunan Keraton Mataram Surakarta

KEBUMEN, iMNews.id – Ikatan kekerabatan warga (Kabupaten) Kebumen dengan Keraton Surakarta kini tersambung lagi, yang ditandai dengan penyerahan
berisi paringdalem gelar sesebutan dari Ketua LDA GKR Wandansari Koes Moertiyah kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto SH, Kamis siang (21/10). Upacara penyerahan kekancingan yang berlangsung di pendapa rumah dinas bupati, disaksikan sejumlah pejabat jajaran pemkab dan unsur forkompimda setempat serta rombongan dari Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Mataram Surakarta seperti Gusti Moeng (Ketua), KPH Edy Wirabhumi (Ketua Pusat Pakasa), GKR Ayu Koes Indriyah dan putra mahkota KGPH Mangkubumi.

Dalam acara silaturahmi antara LDA Keraton Mataram Surakarta dengan jajaran Pemda Kabupaten Kebumen itu, Gusti Moeng selaku Ketua (LDA) menyerahkan kekancingan berisi paringdalem gelar sesebutan Kanjeng Raden Aryo (KRA) kepada bupati hingga kini punya nama lengkap KRA Arif Sugiyanto Wreksonagoro SH. Partisara (piagam/sertifikat) yang diserahkan Gusti Moeng dan pengalungan samir oleh GKR Ayu Koes Indriyah, merupakan
simbol terjalinnya kembali ikatan kekerabatan antara masyarakat Kebumen dengan Keraton Mataram Surakarta.

Dalam sambutannya, Bupati Kebumen menegaskan dirinya merasa gembira dan bangga menerima penghargaan dari Keraton Surakarta berupa gelar kekerabatan. Menurutnya, gelar yang diterima merupakan simbol tersambungnya kembali ikatan kekeluargaan (kekerabatan) antara
masyarakat Kebumen dengan keraton, karena dirinya mewakili warga Kebumen, apalagi diketahui ternyata Arif Sugiyanto memiliki garis keturunan dari keluarga kerabat dari tokoh Arumbinang atau Honggowongso (Hanggawangsa).

Dalam buku sejarah Kabupaten Kebumen yang ditulis Dr Purwadi (Ketua Lokantara Pusat – Jogja), Arumbinang adalah nama lain Honggowongso, seorang tokoh yang ahli di bidang arsitektural bangunan di zaman Keraton Mataram Kartasura. Karena jasa-jasanya dalam proses perpindahan keraton
dari Kartasura ke Surakarta serta menjadi arsitektur pembangunan Keraton Mataram Surakarta, Tumenggung Hanggawangsa (Honggowongso) ditetapkan menjadi Bupati Kebumen dengan gelar sesbutan Kanjeng Raden Adipati Arumbinang I.

”Meski begitu, saya sudah menjadi milik masyarakat Kebumen,” ucap Bupati Arif Sugiyanto kepada para awak media, Kamis siang itu.

Sementara itu, di tempat terpisah Gusti Moeng menegaskan, Kabupaten Kebumen juga punya sejarah penting bagi Keraton Mataram Surakarta, karena nama tokoh Honggowongso yang menjadi nama jalan di mana-mana
itu, ternyata tokoh yang sangat banyak andilnya pada proses perpindahan Keraton Mataram Kartasura ke Surakarta. Bahkan, tokoh itu yang menjadi arsitek pembangunan kompleks Keraton Mataram Surakarta, yang melibatkan banyak warga Kebumen sebagai tenaga-tenaga terampil dalam kerja fisik mendirikan banyak bangunan yang ada sekarang ini.

”Posisinya hampir sama pentingnya dengan Ponorogo, yang banyak terlibat dalam proses perpindahan  keraton dari Kartasura ke Surakarta. Ikatan silaturahmi kekerabatan itu sekarang sudah tersambung  lagi. Bahkan, pak Bupati (Arif Sugiyanto), concern sekali pada pelestarian dan pengembangan budaya, khususnya yang ada di Kebumen. Kebumen punya ciri khas yang sedikit berbeda dengan Mataram yang turun ke Surakarta. LDA sangat setuju dan mendukung upaya pak Bupati dalam pelestarian budaya setempat. Karena, tugas dan fungsi LDA juga di bidang itu,” tegas Gusti Moeng. (won)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Seakan tak Mengenal Lelah, Terus Bergerak Memimpin Upaya Pelestarian Budaya

Belum Selesai Menggelar Hari Jadi Pakasa, Sudah Diselingi Ritual Mahesa Lawung SOLO, iMNews.id – Seakan tak mengenal lelah, belum selesai...

More Articles Like This