23.6 C
Surakarta
Regional Dua Bangunan Pendukung di Tempat Terpisah di Kawasan Keraton Direnovasi

Dua Bangunan Pendukung di Tempat Terpisah di Kawasan Keraton Direnovasi

Baca Juga

Jemput Bola Sambil Sosialisasi, Formula “Wiradat” yang Beda Lagi (3-habis)

Hanya Dilakukan Orang-orang yang Visioner, Misioner dan Berkepribadian IMNEWS.ID - KIRA-KIRA tiga bulan lagi atau tepatnya 15 April 2022, sudah hampir...

Jemput Bola Sambil Sosialisasi, Formula “Wiradat” yang Beda Lagi (2-bersambung)

Ziarah, Kirab Budaya, Pengajian Akbar dan ''Wisudan'' Warga Pakasa IMNEWS.ID - BERSAFARI ''tour de petilasan'' untuk mencari dan merawat jejak leluhur...

Jemput Bola Sambil Sosialisasi, Formula “Wiradat” yang Beda Lagi (1-bersambung)

Putra Mahkota Didaulat Foto Bersama di Tengah Para Penabuh Gamelan IMNEWS.ID - SEBUAH keniscayaan yang terbingkai dalam tema besar ''Nut jaman...
~Pariwara~

Yang Bisa Dibenahi, Pelan-pelan Dikerjakan, Agar tak ”Keburu” Roboh

SOLO, iMNews.id – Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Mataram Surakarta mulai bergerak lagi, kini menyentuh pekerjaan renovasi di sejumlah bangunan yang bisa dikerjakan dalam batas-batas kemampuannya. Sejak kemarin (Kamis, 13/1) pagi, pekerjaan renovasi dilakukan di dua titik lokasi, yaitu Bangsal Pacekotan sebagai bangunan pendukung Pendapa Pagelaran Sasanasumewa dan sebuah barak bangunan pendukung Pendapa Sasanamulya.

”Ya, sedikit demi sedikit, apa yang bisa kami kerjakan, ya harus dikerjakan. Walaupun masih dalam kondisi terbatas. Kalau tidak segera ditangani, keburu roboh seperti ujung pagar tembok Sasana Putra dan garasi kereta. Dua tempat itu sudah dua tahun lebih dibiarkan saja mangkrak. Dari pada semakin bertambah banyak yang rusak, kami mulai dari kompleks Pendapa Pagelaran dan Pendapa Sasanamulya,” sebut Gusti Moeng selaku Ketua LDA, menjawab pertanyaan iMNews.id, kemarin.

Selaku penanggungjawab pekerjaan renovasi, KPH Edy Wirabhumi yang dihubungi secara terpisah tadi siang membenarkan, pekerjaan renovasi di dua tempat terpisah itu sudah dimulai Kamis pagi (13/1). Dua bangunan di lokasi terpisah itu didahulukan untuk direnovasi, karena menjadi daya dukung bangunan utama yang paling sering digunakan untuk berbagai kegiatan yang digelar LDA.

Disebutkan, secara teknis dua bangunan itu sudah tidak layak dipakai, bahkan tergolong membahayakan keselamatan jika dipakai atau bagi yang melakukan aktivitas di dekatnya. Seperti bangunan Bagsal Pacekotan di sebelah barat Pendapa Pagelaran Sasanasumewa, misalnya, hampir seluruh struktur atap sudah keropos dan sebagian sudah rontok dan terbuka lebar.

BANGSAL PACEKOTAN : Hampir seluruh kontruksi atap bangunan Bangsal Pacekotan sudah dibongkar dan mulai dipasang kerangka besi, agar bertahan lebih lama. Meski fungsinya hanya pendukung bangunan Pendapa Pagelaran Sasanasumewa, tetapi teknis proses renovasi dan bahan yang digunakan sudah dikonsultasikan dengan lembaga otoritas BCB.  (foto : iMNews.id/dok)

”Bangsal itu dulu pernah ditinggali Gusti Cahya (GPH Nur Cahyaningrat alm-Red) bersama keluarga. Sejak renovasi di pertengahan tahun 1990-an, bangunan itu belum pernah direnovasi. Setelah Gusti Cahyo surud (wafat), baru sekarang bisa ditangani. Atapnya ambrol belum lama, tetapi fungsinya sangat penting dan vital bagi pendapa. Maka kami prioritaskan direnovasi,” ujar KPH Edy yang pernah menjadi penanggungjawab proyek renovasi seluruh bangunan di kompleks Pendapa Pagelaran Sasanasumewa di pertengahan tahun 1990-an.

Selain bangunan Bangsal Pacekotan, bangunan pendukung di sisi timur Pendapa Sasanamulya juga direnovasi bersamaan, mulai Kamis pagi. Bangunan tersebut, juga tinggal menunggu waktu ambrol secara bersama-sama, terutama di bagian terasnya. Padahal, bangunan itu sangat penting fungsinya sebagai pendukung pendapa saat digunakan untuk ajang berbagai kegiatan keraton, misalnya resepsi, latihan tari dan upacara pemberangkatan jenazah apabila ada di antara keluarga inti keraton yang meninggal.

Beberapa kakak kandung Gusti Moeng seperti halnya GKR Galuh Kencono, GKR Sekar Kencono, KGPH Kusumayuda dan GKR Retno Dumilah, upacara pemberangkatan jenazahnya dilakukan di Pendapa Sasanamulya. Begitu pula saat meninggalnya garwa ampil Sinuhun PB XII yang bernama KRAy Retnaningrum, kemudian GPH Nur Cahyaningrat dan sebagainya, jenazah mereka juga ”dipulasara” dan diberangkatkan dari situ. (won-i1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Jemput Bola Sambil Sosialisasi, Formula “Wiradat” yang Beda Lagi (3-habis)

Hanya Dilakukan Orang-orang yang Visioner, Misioner dan Berkepribadian IMNEWS.ID - KIRA-KIRA tiga bulan lagi atau tepatnya 15 April 2022, sudah hampir...

Berita Terkait