26.3 C
Surakarta
Regional Pemkot Surakarta Larang Mudik Mulai 1 Mei

Pemkot Surakarta Larang Mudik Mulai 1 Mei

Baca Juga

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Bupati Demak Gelisah Karena Warganya Sudah Kehilangan Tata-krama dan Sopan-santun

Pakasa Cabang Dibentuk untuk Diajak Bersama Hadapi Radikalisme dan Inteoleransi DEMAK, iMNews.id - Bupati Demak Hj dr Eistianah SE mengungkapkan...

“Ting-ting Hik, Jadah Jenang Wajik, Aja Lali Tinge Kobong….” (2-habis)

Dipindah ke Kupel Segaran untuk Meramaikan Kebon Raja IMNEWS.ID - UPACARA adat hajad dalem Malem Selikuran atau Lailatul Qadar untuk memperingati...
~Pariwara~

SOLO, iMNews.id –  Pemkot Surakarta melarang aktivitas mudik ke Kota Bengawan terhitung mulai 1 Mei.

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 067/1156 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Peran Satuan Tugas Tingkat Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Surakarta.

“SE tersebut masih sama seperti SE sebelumnya. Hanya ada tambahan soal larangan mudik per 1-17 Mei mendatang,” kata Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

Dalam SE itu disebutkan bahwa perjalanan lintas kota/kabupaten/provinsi/negara hanya diizinkan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan kepentingan mendesak nonmudik.

Kepentingan mendesak itu adalah bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit atau duka, ibu hamil dan kepentingan persalinan. Adapun pendatang yang menetap paling sedikit 1×24 jam wajib mengantongi surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), serta hasil uji negatif swab PCR  atau swab antigen maksimal dua hari sebelum diperiksa Tim Cipta Kondisi.

Tanpa dokumen-dokumen tersebut, pelaku perjalanan akan dikarantina selama lima hari. “Bisa diisolasi di tempat yang disiapkan pemerintah, yaitu Solo Techno Park (STP), atau di hotel jika mereka mampu membayar sendiri,” terang Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19, Ahyani.

Pemkot juga menyediakan alternatif lokasi karantina lain bagi pemudik maupun pendatang lainnya. “Asrama Haji Donohudan akan dipakai isolasi, tapi khusus mereka yang dinyatakan positif Covid-19.”

Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta ini menegaskan, Pemkot juga akan memaksimalkan Satgas Jogo Tonggo dalam memantau mobilitas penduduk di wilayah masing-masing. Baik pendatang maupun warga yang bepergian ke luar kota/provinsi/negeri. (FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Berita Terkait