Read more about the article Dua Ruang Display Museum Dikerjakan Saat Layanan Wisata Libur 40 Hari
SEDANG MENGECAT : Seorang pekerja teman Kiki (40), sedang berada di puncak "tutup-saji" Panggung Sangga Buwana, untuk mengecat ulang patung "Naga Muluk Tinitihan Janma" yang juga berfungsi sebagai penangka petir bangunan menara itu, belum lama ini. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Dua Ruang Display Museum Dikerjakan Saat Layanan Wisata Libur 40 Hari

Tahap Penyelesaian Menara Panggung Sangga Buwana Juga Leluasa SURAKARTA, iMNews.id - Hingga Kamis (20/11) ini, baru 18 hari waktu berjalan dari saat Sinuhun PB XIII wafat, Minggu 2 November 2025.…

0 Comments
Read more about the article Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 7 – bersambung)
KEKUATAN DOA : KGPH Hangabehi punya pribadi yang bersahaja, jauh dari kesan suka "flexing". Calon pemimpin ini lebih sering berada dalam suasana doa dan khidmat, ketika mengikuti berbagai upacara adat. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 7 – bersambung)

KPP Nanang Susilo : "Semoga KGPH Hangabehi Menjalani Semua yang Menjadi Syaratnya..." IMNEWS.ID - DALAM catatan Kanjeng Pangeran Panji (KPP) Nanang Susilo Sinduseno Tjokronagoro, harus ada enam dari sejumlah "lampah-lampah" yang…

0 Comments
Read more about the article Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 6 – habis)
TIDAK JUMAWA : Seseorang yang sudah disiapkan dan layak menjadi calon pemimpin di Kraton Mataram Surakarta, jauh dari awal sudah bisa dilihat ciri-cirinya sikap pribadinya yang selalu menghindari sikap yang "jumawa" (arogan) dalam setiap penampilannya seperti pribadi KGPH Hangabehi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 6 – habis)

Persyaratan Asal-usul Tidak Memenuhi Syarat, Sejak Awal Sudah Direkayasa IMNEWS.ID - BEGITU Sinuhun PB XII menyatakan "berdiri di belakang republik" dan menggabungkan Kraton Mataram Surakarta ke dalam NKRI sesuai isi "Maklumat…

0 Comments
Read more about the article Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 5 – bersambung)
JALUR YANG TEPAT : KGPH Hangabehi yang telah lama "digojlog" Gusti Moeng untuk memimpin berbagai upacara adat yang digelar di dalam dan di luar kraton, ternyata merupakan persiapan untuk menempatkan di jalur yang tepat sebagai calon pemimpin di Kraton Mataram Surakarta mulai sekarang ini. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 5 – bersambung)

Ketika Politik Kepentingan Masuk ke Dalam Proses Pergantian Tahta IMNEWS.ID - "PERSAINGAN" dalam proses alih kepemimpinan di Ktaron Mataram Surakarta tampaknya akan berlangsung panjang. Meskipun sudah jelas ada garis pembatas yang…

0 Comments
Read more about the article Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 4 – bersambung)
HANYA DRAMA : Adegan yang tampak saat KGPH Hangabehi dipeluk "kakaknya" setelah menjalani upacara adat berubah nama dari KGPH Mangkubumi, beberapa waktu lalu, ternyata hanya sebuah "drama" penuh "kepalsuan" agar publik yang melihatnya menyanjungnya sebagai kakak yang penuh perhatian. (foto : iMNews.id/Dok)

Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 4 – bersambung)

Tidak Ada Kekuatan Hukum Bisa Memaksa Pelanggaran Etika "Rekayasa" Putra Mahkota IMNEWS.ID - PADA seri artikel sebelumnya tertulis dalam sub-judul "Seandainya KGPH Purubaya Benar-benar Sebagai "Putra Mahkota", Maka..." (iMNews.id, 15/11/2025), adalah…

0 Comments
Read more about the article Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 3 – bersambung)
SULIT DIBEDAKAN : Antara kasih-sayang dan kepalsuan, adegan GKR Timoer mencium kening adiknya yang baru berubah nama menjadi KGPH Hangabehi beberapa tahun lalu, sangat sulit dibedakan. Apalagi, ketika ada "tendangan pisang" yang membentur pintu saat ada pengukuhan sebagai "Adipati Anom" (Kamis, 13/11). (foto : iMNews.id/Dok)

Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 3 – bersambung)

"Seandainya KGPH Purubaya "Benar-benar Sebagai "Putra Mahkota", Maka..." IMNEWS.ID - DALAM seri artikel sebelumnya (iMNews.id, 12/11/2025), bahkan sebelumnya, sudah ada penjelasan dari beberapa pihak yang layak dipahami "dalil-dalil" yang disampaikan perihal…

0 Comments
Read more about the article Sinuhun PB XIV Langsung Jumatan di Masjid Agung, Sampai Genap 7 Jumat Mendatang
SETELAH SHALAT : Didampingi para kerabat di antaranya KPH Bimo Djoyo Adilogo, Sinuhun PB XIV tampak mengenakan sepatu di "topengan" kagungan-dalem Masjid Agung, dan ditunggu KRT Drs Muhtarom Tafsir Anom (Ketua Pengurus Takmir Masjid). Mereka habis shalat Jumatan di ruang bekas yang dipakai Sinuhun PB X.(foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Sinuhun PB XIV Langsung Jumatan di Masjid Agung, Sampai Genap 7 Jumat Mendatang

Dialog Bersama Pengurus Takmir, Singgung Soal Konservasi Naskah Peninggalan Mataram SURAKARTA, iMNews.id - Putra tertua Sinuhun PB XIII (alm) yang sudah menunaikan sumpahnya dalam upacara adat wilujengan yang resmi menobatkannya…

0 Comments
Read more about the article Pengukuhuan KGPH Hangabehi Sebagai Sinuhun PB XIV, Diiring Hujan dan “Tendangan Pintu”
WILUJENGAN ADIPATI ANOM : Untuk menjalani tahap perubahan nama dan status sebagai putra mahkota bergelar "Adipati Anom", harus melalui donga wilujengan seperti yang dijalani KGPH Hangabehi ini di hadapan semua elemen masyarakat adat yang hadir di gedhong Sasana Handrawina, Kamis (13/11).(foto : iMNews.id/Dok)

Pengukuhuan KGPH Hangabehi Sebagai Sinuhun PB XIV, Diiring Hujan dan “Tendangan Pintu”

"Dikukuhkan" di Hadapan Maha Menteri KGPH Tedjowulan Selaku "Pjs" Sinuhun SURAKARTA, iMNews.id - Dari musyawarah agung yang digelar perwakilan trah darah-dalem yang tergabung dalam Lembaga Dewan Adat (LDA), jajaran Bebadan…

0 Comments
Read more about the article Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 2 – bersambung)
UNTUK PAKASA : "Tahta Untuk Eksistensi dan Keberlanjutan Pakasa" menjadi tema menarik untuk mengantar KGPH Hangabehi ke puncak sebagai pemimpin di Kraton Mataram Surakarta. Kebersamaannya dengan Pakasa, adalah hubungan yang simbiosis yang sudah diteladankan Pangarsa Pakasa Punjer. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 2 – bersambung)

Memandu Nalar Sehat Publik, Agar Tidak "Sesat" Menilai IMNEWS.ID - DI balik seluruh struktur bangunan simbol Kraton Mataram Surakarta, adalah makna filosofi "tuntunan hidup" bagi manusia. Edukasi tentang "sabda-dalem" Sinuhun PB…

0 Comments
Read more about the article Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 1 – bersambung)
"NGANGGO LAKU" : Putra tertua Sinuhun Pb XIII, KGPH Hangabehi itu sudah lama dibiasakan Gusti Moeng terlibat langsung bahkan memimpin rombongan untuk mengirim doa/tahlil kepada para leluhur Dinasti Mataram, misalnya di Astana Tegalarum. Karena, persiapan menjadi "Ratu" harus "nganggo laku". (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Memahami di Balik “Bangunan”, “Tahta”, Konsep “Ratu” dan “Bibit, Bobot, Bebet” (seri 1 – bersambung)

Ada yang Punya Pribadi Positif, Hangat Bergaul dan Jauh dari Kesan Perbuatan Tercela IMNEWS.ID - KINI, setelah 21 tahun dari peristiwa suksesi di tahun 2004 yang melahirkan "ontran-ontran" besar (jilid 1),…

0 Comments