Read more about the article Lebih Rasional dan Ideal, Sambutan Berbahasa Jawa “Krama” Diberikan di Acara Adat (seri 1 – bersambung)
MENJADI PAMBIWARA : KP Budayaningrat saat bertugas emnjadi "juru pambiwara" pada acara konser karawitan yang digelar "Bebadan Kabinet 2004" Kraton Mataram Surakarta di Bangsal Smarakata, beberapa waktu lalu. Teladan seorang dwija sanggar yang dibutuhkan masyarakat adat. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Lebih Rasional dan Ideal, Sambutan Berbahasa Jawa “Krama” Diberikan di Acara Adat (seri 1 – bersambung)

Harus Kembali Dikuasai dan Selalu Digunakan, Agar Menjadi Lengkap dan "Tidak Aneh" IMNEWS.ID - SETIDAKNYA ada empat peristiwa yang penting untuk dicatat keluarga besar masyarakat adat Kraton Mataram Surakarta, yang kebetulan…

0 Comments
Read more about the article Sikap Futuristik Demi Kelangsungan Pakasa, Ala KRRA Panembahan Didik
BANYAK MAKNA : Setiap kemunculan rombongan keluarga besar Pakasa Cabang Kudus terutama di kraton, selalu ada sesuatu yang punya banyak makna. Banner identitas asal selalu dibawa, agar mudah dikenali publik dan sesama warga masyarakat adat berbagai elemen. Tetapi juga selalu menampilkan cara mempersiapkan generasi penerusnya. (foto : iMNews.id/Dok)

Sikap Futuristik Demi Kelangsungan Pakasa, Ala KRRA Panembahan Didik

Ikut Kirab di Manapun dan Sowan ke Kraton, "Wajib" Mengajak Anak-Cucu IMNEWS.ID - BERBICARA soal organisasi Pakasa yang berkaitan dengan eksistensi, fungsi, tugas dan kewajibannya, salah besar kalau ada yang beranggapan…

0 Comments
Read more about the article Joko Prasetyo, Daeng Andi dan Beli Mangmong Layak Jadi Ikon “Empu Masa Kini”
DiHAMPIRI KETUA MAKN : Di stan pameran kerisnya khas Bugis di ajang Jambore Nasional Keris 2025, Daeng Andi Tenri dihampiri dan diajak berbincang KPH Edy Wirabhumi selaku Ketua Umum DPP (Majlis Adat Kraton Nusantara (MAKN). Karena Kedatuan Luwu yang menjadi tempat asal Daeng Andi, adalah lembaga kerajaan anggota MAKN. (foto : iMNews.id/Dok)

Joko Prasetyo, Daeng Andi dan Beli Mangmong Layak Jadi Ikon “Empu Masa Kini”

"Pola Kemitraan Pakasa" Jadi Daya Dukung Ideal Pengembangan Karya Tosan-Aji IMNEWS.ID - PADA event ritual kirab pusaka (tombak) Kiai Slamet yang digelar "Pakasa Caruban" di Dusun Cambor, Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonosari,…

0 Comments
Read more about the article Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 5 – habis)
PELESTARIAN JAMPI : Gusti Moeng saat mepresentasikan beberapa resep "Jampi Jawi" dari dokumen naskah pengetahuan tentang obat herbal aset Kraton Mataram Surakarta di depan 50-an tamunya dari Diaspora Suriname, belum lama ini. Dia adalah tokoh wanita Mataram masa kini yang pantas diapresiasi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 5 – habis)

Putri Narpa Kabupaten Ponorogo Sudah Terbentuk 2018, Kudus Berencana Membentuk IMNEWS.ID - KALAU sederet nama tokoh wanita yang selama ini dimunculkan pada hari-hari besar nasional seperti saat tiba momentum "21 April"…

0 Comments
Read more about the article Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 4 – bersambung)
TOKOH TELADAN : Ratu Kalinyamat yang menjadi pendiri Kabupaten Jepara sekaligus Bupati pertama Jepara, tentu menjadi salah satu tokoh yang diteladani GKR Wandansari Koes Moertiyah. Makamnya di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, saat diziarahi bersama rombongan kraton, beberapa waktu lalu. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 4 – bersambung)

Ratu Kalinyamat, KRAy Koes Sapariyah dan 9 Prameswari-dalem Adalah Tokoh Wanita Hebat IMNEWS.ID - MEMAHAMI sikap bangsa yang selama ini "hanya diberi kesempatan" mengapresiasi dan mengagumi para tokoh pegerakan merintis kemerdekaan…

0 Comments
Read more about the article Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 3 – bersambung)
WANITA MATARAM : Gusti Moeng yang selama ini menginisiasi bangkitnya Putri Narpa Wandawa dan beberapa organisasi yang pernah lahir dari kraton serta berjuang untuk eksistensi Kraton Mataram Surakarta, adalah tokoh "Wanita Mataram" hebat yang "lahir" setelah permaisuri Sinuhun PB XI. (foto : iMNews.id/Dok)

Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 3 – bersambung)

Putri Narpa Wandawa Simbol Peran dan "Militansi" Para Tokoh "Wanita Mataram" IMNEWS.ID - DARI seri tulisan sebelum ini (iMNews.id, 8/6) dan tema-tema lain artikel yang tampil di media ini, sudah banyak…

0 Comments
Read more about the article Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 2 – bersambung)
PERINTIS KEMERDEKAAN : Sinuhun Paku Buwana X menjadi seorang tokoh "Raja" dan "Kepala Negara" (monarki) yang justru merintis kemerdekaan dan lahirnya negara baru (NKRI). Kebebasan "berserikat", kebebasan berekspresi dan berdemokrasi justru didorong tokoh yang dinobatkan sebagai Pahlaawan Nasional ini. (foto : iMNews.id/Dok)

Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 2 – bersambung)

Eksistensi Putri Narpa Wandawa, Berkait dengan "Budi Utomo" dan "BPUPK" IMNEWS.ID - GAMBARAN ekspresi seorang tokoh publik yang menyatakan kekagumannya atas peran organisasi Putri Narpa Wandawa (iMNews.id, 6/6), adalah contoh sebagian…

0 Comments
Read more about the article Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 1 – bersambung)
TOKOH VISIONER : Sinuhun PB X adalah Raja "negara" Mataram Surakarta (1893-1939) yang berada pada suasana dunia yang membuatnya menjadi tokoh visioner jauh ke depan. Lahirnya sejumlah organisasi pergerakan dari kraton, juga yang disponsori lahir di luar kraton, untuk mencapai tujuan akhir lahirnya sebuah negara, NKRI. (foto : iMNews.id/Dok)

Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 1 – bersambung)

Tak Akan Bisa Melihat Keniscayaan Eksistensi Berbagai Organisasi Pergerakan IMNEWS.ID - UNTUK "kali pertama", peringatan ultah (HUT) organisasi Putri Narpa Wandawa digelar di Pendapa Sasanamulya, yaitu perayaan genap usia 94 tahun…

Comments Off on Ketika Publik “Terjebak” Asumsi Mataram Surakarta “Hanya” Sebatas Lembaga Kerajaan (seri 1 – bersambung)
Read more about the article Pertunjukan Seni yang Sedang Marak di Kalangan “Rakyat Bawah”, “Menghibur Diri” di Saat-saat Sulit? (seri 4 – habis)
NILAI SAKRAL : Setiap upacara adat yang digelar masyarakat di wilayah Budaya Jawa khususnya Kraton Mataram Surakarta macam ritual "Sesaji Mahesa Lawung" ini, ada nilai-nilai sakral sebagai simbol keagungan sebuah upacara adat yang seharusnya menjadi kebanggan masyarakat adatnya. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Pertunjukan Seni yang Sedang Marak di Kalangan “Rakyat Bawah”, “Menghibur Diri” di Saat-saat Sulit? (seri 4 – habis)

Dana Desa Rp 1 M (per-Tahun) "Seharusnya Bisa Membuat" Kehidupan Seni Budaya Ideal IMNEWS.ID - DALANG terkenal yang juga dosen jurusan pedalangan ISI Surakarta, Ki Purbo Asmoro, menyebut bahwa "matinya" kegiatan…

0 Comments
Read more about the article Jambore Nasional Keris Akan Digelar Kraton Mataram Surakarta 26-29 Juni
KARYA TOSAN-AJI : KGPH Hangabehi (putra tertua Sinuhun PB XIII) bertugas "ngampil" pusaka saat menjalankan tugas kirab pusaka menyambut Tahun Baru Jawa di malam 1 Sura, beberapa tahun lalu. Pusaka yang "diampil" adalah jenis tombak kecil seni kriya logam "tosan-aji" karya empu zaman awal Mataram. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Jambore Nasional Keris Akan Digelar Kraton Mataram Surakarta 26-29 Juni

Pameran, Bursa dan Lomba Karya Keris Digelar di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa SURAKARTA, iMNews.id - Event Jambore Nasional Keris (JNK) 2025 akan digelar di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa Kraton Mataram…

0 Comments