Read more about the article Ritual Hajad-dalem Malem Selikuran 2025, Masih Diwarnai “Aksi Duplikasi” Sumbangan (seri 2 – bersambung)
"KANCA-KAJI" : Elemen abdi-dalem Kanca-Kaji, adalah bagian masyarakat adat cirikhas simbolik Kraton Mataram Islam Surakarta yang sudah ada sejak Kraton Mataram didirikan Sinuhun Panembahan Senapati. Mereka harus ada di setiap upacara adat digelar, seperti hajad-dalem Malem Selikuran, Kamis malam (20/3) lalu. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Ritual Hajad-dalem Malem Selikuran 2025, Masih Diwarnai “Aksi Duplikasi” Sumbangan (seri 2 – bersambung)

Aksi "Duplikasi" Ritual Sumbangan, Lanjutan "Kerjasama" yang "Berbahaya" IMNEWS.ID - AKSI "duplikasi" ritual hajad-dalem Malem Selikuran "yang disumbangkan" Kraton Mataram Surakarta kepada Pemkot (Dinas Pariwisata) pada waktu yang sama (Kamis, 20/3),…

0 Comments
Read more about the article Ritual Hajad-dalem Malem Selikuran 2025, Masih Diwarnai “Aksi Duplikasi” Sumbangan (seri 1 – bersambung)
SIMBOL KEBANGGAAN : Bregada Prajurit Tamtama beserta Korsik Brumbandnya, menjadi simbol kebanggaan Kraton Mataram Surakarta di setiap penampilannya, termasuk saat gelar hajad-dalem Malem Selikuran secara swadaya dan mandiri di tempat asalnya sendiri, di Masjid Agung, kawasan kraton, Kamis malam (20/3) lalu. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Ritual Hajad-dalem Malem Selikuran 2025, Masih Diwarnai “Aksi Duplikasi” Sumbangan (seri 1 – bersambung)

Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA "Melempar Sinyal" Penting IMNEWS.ID - Kamis (20/3) malam Jumat Pahing, jajaran "Bebadan Kabinet 2004" Kraton Mataram Surakarta menggelar upacara adat "Malem Selikuran", untuk menyambut hari besar keagamaan…

0 Comments
Read more about the article Prajurit Kraton 8 Bregada Dikerahkan, Pandu Hajad-dalem Malem Selikuran
PRAJURIT TAMTAMA : Bregada Prajurit Tamtama dan Bregada Prajurit Korsik Drumbandnya, menjadi ujung tombak pemandu paling depan yang menjadi cirikhas simbol ikonik kebanggaan Kraton Mataram Surakarta. Hajad-dalem Malem Selikuran, Kamis (20/3) malam nanti, akan dipandu prajurit itu dan 7 bregada lainnya selama kirab berlangsung. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Prajurit Kraton 8 Bregada Dikerahkan, Pandu Hajad-dalem Malem Selikuran

Banyak Utusan Pakasa dari Daerah Jauh, Sudah Mulai Berangkat SURAKARTA, iMNews.id - Delapan dari sembilan Bregada Prajurit Kraton Mataram Surakarta yang jumlah personelnya sekitar 70 orang, akan dikeluarkan untuk memandu…

0 Comments
Read more about the article Kalau Tak Ada Kraton Mataram Surakarta, (Mungkin) Tak Akan Ada NKRI (seri 5 – habis)
"JADI MUSEUM" : Melalui Gusti Moeng, masa pemerintahan sebelum Presiden Jokowi, pernah "menyarankan" agar seluruh keluarga tinggal di luar kraton dengan ganti rugi, karena Kraton Mataram Surakarta akan "dijadikan" museum secara total. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kalau Tak Ada Kraton Mataram Surakarta, (Mungkin) Tak Akan Ada NKRI (seri 5 – habis)

Zaman "Pemerintahan" Sebelum Jokowi, Kraton Pernah "Didesak" Total Jadi Museum IMNEWS.ID - Peristiwa "insiden mirip operasi militer April 2017" yang membuat semua proses alih-generasi nyaris macet total dan Kraton Mataram Surakarta…

0 Comments
Read more about the article Kalau Tak Ada Kraton Mataram Surakarta, (Mungkin) Tak Akan Ada NKRI (seri 4 – bersambung)
PABRIK GULA : Buku "Ensiklopedi Pabrik Gula Nasional" yang disusun Dr Purwadi, membuktikan bahwa Kraton Mataram Surakarta di tahun 1945 "mewariskan" 159 pabrik gula yang tersebar di pulau Jawa. Kini, tinggal beberapa biji yang masih aktif, sebagian besar "dikuasai" karena dituding sebagai warisan Belanda. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kalau Tak Ada Kraton Mataram Surakarta, (Mungkin) Tak Akan Ada NKRI (seri 4 – bersambung)

Tak Ada Kraton, Tak Mungkin Ada SMKI (SMKN 8), ASKI dan PKJT IMNEWS.ID - DENGAN mencermati pemeo konklusif di atas, maka ada beberapa fakta "peninggalan sejarah" yang menjadi turunan dari lembaga…

0 Comments
Read more about the article Kalau Tak Ada Kraton Mataram Surakarta, (Mungkin) Tak Akan Ada NKRI (seri 3 – bersambung)
"BERJUANG, AMANAT" : Rupanya Gusti Moeng memang dilahirkan menjadi "wanita pejuang". Karena, belasan anak lali-laki putra-dalem Sinuhun PB XII, rata-rata "lari dari tanggungjawab" menjaga kelangsungan kraton. Gusti Moenglah, yang harus berjuang menuntut rasa keadilan bagi kraton. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kalau Tak Ada Kraton Mataram Surakarta, (Mungkin) Tak Akan Ada NKRI (seri 3 – bersambung)

Juga Tidak Mungkin Ada UNS dan ISI, Malah Dipinjami Kampus dan Rektornya IMNEWS.ID - RASA keadilan yang selama ini diperjuangkan dan dituntut Kraton Mataram Surakarta, tidak mungkin mengada-ada. Jauh dari niat…

0 Comments
Read more about the article Kalau Tak Ada Kraton Mataram Surakarta, (Mungkin) Tak Akan Ada NKRI (seri 2 – bersambung)
"HARUS MENGEKSEKUSI" : Di tahun 1945, Sinuhun PB XII masih berusia sekitar 20 tahun. Di usia semuda itu, dia harus "mengeksekusi" lahirnya NKRI. Faktanya, Kraton Mataram Surakarta merupakan "negara" yang mengakui dan mendukung Proklamasi Kemerdekaan RI yang membuat pemeo itu menjadi keniscayaan. (foto : iMNews.id/Dok)

Kalau Tak Ada Kraton Mataram Surakarta, (Mungkin) Tak Akan Ada NKRI (seri 2 – bersambung)

Kaya Para Pujangga, "Jadikan" Surakarta "Kota Literasi" Terbesar di Asia Tenggara, IMNEWS.ID - KISAH perjalanan Kraton Mataram Surakarta yang telah melahirkan "pemeo konklusif" berupa "keberuntungan" dan keniscayaan dengan lahirnya Negara Kesatuan…

0 Comments
Read more about the article Kalau Tak Ada Kraton Mataram Surakarta, (Mungkin) Tak Akan Ada NKRI (seri 1 – bersambung)
TERUS DIINGATKAN : Selama NKRI belum mewujudkan "rasa keadilan" bagi Kraton Mataram Surakarta, ekspresi yang bertujuan "terus mengingatkan" kepada berbagai pihak khalayak luas seperti ini, akan terus dilakukan masyarakat adat Mataram Surakarta yang dipimpin Gusti Moeng. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Kalau Tak Ada Kraton Mataram Surakarta, (Mungkin) Tak Akan Ada NKRI (seri 1 – bersambung)

Kalau Tak Ada Gusti Moeng, Mataram Surakarta Sudah "Selesai" IMNEWS.ID - EDISI tulisan ini memang masih ada hubungannya dengan lima seri tulisan bertema "Nyesel Bergabung Republik", tetapi bukan sebagai seri kelanjutan.…

0 Comments
Read more about the article Bebadan Kabinet 2004 Gelar “Malem Selikuran” Perdana di Era “Dekrit LDA”
BERANGKAT BERKELILING : Arak-arakan prosesi kirab "Malem Selikuran" dengan simbol ting bergambar "Sri Radya Laksana", mulai bergerak berangkat mengelilingi jalan lingkar dalam Baluwarti dan ritual yang digelar Bebadan Kabinet 2004, setelah 2022. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Bebadan Kabinet 2004 Gelar “Malem Selikuran” Perdana di Era “Dekrit LDA”

"Proyek Ritual Serupa" Tetap Akan Digelar di Taman Sriwedari? IMNEWS.ID - TANGGAL 20 Maret ini, dalam hitungan kalender Jawa Tahun Je 1958, persis jatuh pada tanggal 20 Pasa/Ramadhan Tahun 1446 Hijriyah.…

0 Comments
Read more about the article Heboh “Penyesalan” Pihak yang Tak Berwenang, Rasa Keadilan Bagi Kraton Jadi Persoalan (seri 5 – habis)
DIKLAT MK : KPH Edy Wirabhumi (Ketua DPP) bersama anggota MAKN dan Gusti Moeng (Sekjen FKIKN) dan anggotanya sempat mengungkapkan "penyesalannya" di sela-sela Diklat Konstitusi di Pusdiklat Mahkamah Konstitusi (MK) di Bogor, beberapa waktu lalu. Tampak pula Ketua MK waktu itu, Anwar Usman. (foto : iMNews.id/Dok)

Heboh “Penyesalan” Pihak yang Tak Berwenang, Rasa Keadilan Bagi Kraton Jadi Persoalan (seri 5 – habis)

Lebih Berani dan Lebih Dulu, Karena "The Right Man in The Right Place"   IMNEWS.ID - BERBICARA soal "penyesalan" yang diekspresikan secara "ngawur" hingga menjadi viral belum lama ini, makna secara…

0 Comments