Kraton Gelar Kerja-bhakti, Untuk Khol PB XII dan Haul Habib Ali

  • Post author:
  • Post published:September 30, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:6 mins read
You are currently viewing Kraton Gelar Kerja-bhakti, Untuk Khol PB XII dan Haul Habib Ali
TANGAN KOSONG : Dengan tangan kosong, seorang abdi-dalem Semut Ireng warga Pakasa Cabang Boyolali meraup sampah dan memasukkannya ke kantong plastik yang disediakan. KRT Wahid warga Pasipamarta dari Wonogiri, juga bergabung di situ. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Fokus di Alun-alun Lor, Libatkan 250-an Personel dari Berbagai Unsur Elemen

SURAKARTA, iMNews.id – Bebadan Kabinet 2004 Kraton Mataram Surakarta menggelar kegiatan kerja-bhakti, khusus di dalam lapangan Alun-alun Lor, Rabu (30/9) tadi pagi mulai pukul 08.00 WIB. Kerja-bhakti yang melibatkan sekitar 250-an personel dari berbagai unsur elemen itu, dipimpin KPH Bimo Djoyo Adilogo yang juga dihadiri sejumlah elemen jajaran Bebadan untuk memberi semangat.

“La para sentana-dalem yang duduk di berbagai Bebadan ini rata-rata sudah di atas 60 tahun. Ya biar hadir memberi semangat yang muda-muda saja. La wong sudah sepuh-sepuh, ototnya sudah kaku semua. Yang jelas, kami semua mendukung kegiatan ini. Selain untuk ikut mempersiapkan rest area bagi jamaah yang akan hadir di hual Habib Ali Al Habsyi, juga untuk khol PB XII,” jelas KPP Sinawung.

KPP Haryo Sinawung Waluyoputro (Wakil Pengageng Karti Praja) ditemui iMNews.id di lokasi kerja-bhakti pagi tadi menyebutkan, kraton juga dilibatkan Pemkot Surakarta dalam koordinasi ikut memfasilitasi dan membantu kelancaran haul Habib Ali Muhammad Habsyi ke-115. Pusat kegiatannya di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon yang dijadwalkan mulai Rabu (30/9) ini mulai menerima kedatangan jamaah.

Dari jadwal yang diterima KRMH Suryo Kusumo Wibowo (Wakil Pengageng Sasana Prabu) selaku koordinator lapangan (korlap) persiapan dua haul/khol itu, mulai Rabu 30/9 gelombang jamaah peziarah terutama dari luar kota sudah mulai berdatangan di Kota Surakarta. Puncak upacara religi haul 3 Oktober hingga 4 Oktober. Sementara kraton juga menggelar khol Sinuhun PB XII, Minggu (4/10).

SEKITAR TAMAN : Sekitar taman dan pohon yang menghias di sepanjang “jogging track” Alun-alun Lor yang penuh sampah, menjadi sasaran kerja-bhakti yang diikuti sekitar 250 orang dari berbagai unsur elemen, Rabu (30/9) tadi pagi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Kraton gelar khol Sinuhun PB XII, setelah selesai upacara wisuda. Tempatnya di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, yang daya tampungnya lebih besar. Karena, semua elemen masyarakat adat mendapat ‘dhawuh sowan’. Jadi, kerja-bhakti dan berbagai persiapan di lapangan, untuk dua kegiatan ritual haul/khol itu,” ujar KPP Haryo Sinawung yang secara terpisah dibenarkan KRMH Suryo Kusumo Wibowo.

Mengenai jalannya kerja-bhakti khusus di Alun-alun Lor, dari sejumlah unsur elemen yang dilibatkan tampak dari jumlah abdi-dalem “Semut Ireng” Pakasa Cabang Boyolali yang tampak dominan. Mereka banyak mengandalkan tangan kosong untuk mengumpulkan sampah organik (dedaunan) maupun kantong plastik, botol, bungkus makanan (non-organik), karena tidak siap peralatan yang diperlukan.

“Perintahe dugi kula mboten komplet. Mboten disebut mbeta peralatan. Dados nggih mangkat uwong thok. Mboten mbeta sapu, cerok, aritm serok lan sane-sanese. Nggih empun, niki kula kukup mawon nangge tangan. Sing nglumpukne nggih ngangge tangan kosong mawon, terus dilebetke kantong plastik niki,” ujar Darto Suyatno, warga abdi-dalem Semut Ireng Pakasa Pengging, Banyudono, Boyolali.

Ia bersama 66 orang warga abdi-dalem Semut Ireng menyisir bagian sekitar “jogging track” bagian barat dari selatan ke utara Alun-alun Lor. Di alur dekat pagar pembatas alun-alun itu, sudah beberapa tahun sejak revitalisasi dilakukan pemerintah (2023-2024), nyaris tak terurus. Selain tanaman hias rata-rata kering dan mati, sampah organik dan non-organik juga tampak menghias rata.

ELEMEN PRAJURIT : Lebih 50 orang elemen abdi-dalem prajurit juga terjun ikut kerja-bhakti di Alun-alun Lor, Rabu (30/9) tadi pagi. Lingkungan sekitar sepasang “Ringin Kurung” menjadi sasaran mereka, karena penuh sampah di sana. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Di situ tampak ada jaringan pipa untuk mengalirkan air guna menyiram tanaman taman dan rumput, agar tetap segar terawat. Tetapi seperti diketahui, sejak proyek revitalisasi Alun-alun Lor selesai dan diserahkan kepada Sinuhun PB XIII (alm), terjadi “krisis keuangan” di tingkat nasional di tahun 2024-2025. APBD Pemkotpun defisit, yang membuat tanggungjawab perawatan alun-alun tak bisa dilakukan.

Maka, saat berlangsung kerja-bhakti untuk persiapan dua acara haul/khol itu, tampak sekali kondisi rumput alun-alun yang kering dan di sekitar jogging track  sekelilingnya tampak kotor. Tanaman hias di sekeliling alun-alun-pun banyak yang mengering, bahkan tak sedikit yang mati. Namun, kerja-bhakti yang berjalan serba manual antara pukul 08.00-10.30 WIB pagi tadi, lumayan hasilnya.

Meski dengan peralatan seadanya, tetapi hampir semua unsur elemen yang terlibat tampak bersemangat. Misalnya 20-an anggota Polsek Pasarkliwon yang terlibat, dengan tangan kosong menaikkan kantong plastik berisi sampah (loading) ke mobil angkutan sampah. Aiptu Karyono, Babinlamtibmas Kalurahan Baluwarti merasa senang dilibatkan dalam kerja-bhakti, bersama 20-an temannya sekantor Polsek.

Walau hanya bisa berlima ikut membantu kerja-bhakti, tetapi Sertu TNI Sukatno dan Serka Robik selaku Babinsa Kelurahan Baluwarti juga tampak senang dan bersemangat. Mereka menyebut, tempat yang sedang dibersihkan dalam kerja-bhakti, akan digunakan untuk mendirikan tenda-tenda yang disediakan sebagai tempat istirahat para peziarah jemaah haul ke-115 Habib Ali Muhammad Al Habsyi.

PADA MENGERING : Banyak tanaman hias taman di sepanjang “jogging track” Alun-alun Lor di bagian timur, menjadi sasaran KPP Hernowo bersama elemen Kelurahan Baluwari untuk dibersihkan dalam kerja-bhakti Rabu (30/9) tadi pagi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Kalau tempatnya bersih dan kita ramah, warga jamaah dan peziarah akan senang dan betah tinggal di sini. Ini pasti akan memberi keuntungan bagi sektor kepariwisataan Kota Surakarta. Siapa tahu, karena mereka merasa dilayani, pasti akan datang lagi ke Solo. Entah jalan-jalan berwisata, atau saat ada kesempatan haul Habib Ali,” ujar Aiptu Karyono dan teman-temannya yang sedang mewadahi rumput.

Semangat serupa juga diungkapkan Sri Winarni, Lurah Baluwarti. Ia bersama beberapa elemen warga yang membawa pasukan sekitar 50-an orang termasuk Linmas, juga senang dilibatkan dalam kerja-bhakti ini. Bahkan, posisi lembaganya yang merupakan tangan panjang Pemkot di ujung paling dekat Masjid Riyadh, menjadi bagian penting yang ikut mengkoordinasi dan membantu kelancaran ritual haul itu.

“Kami sebagai aparat Pemkot paling dekat dengan kegiatan di Masjid Riyadh ini, rutin tiap tahun sudah terbiasa ikut mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan haul ini. Kami selalu berkoordinasi dengan kraton khususnya, karena punya fasilitas tempat yang luas untuk menampung kebutuhan istirahat jemaah dan parkir kendaraan angkutannya,” ujar Sri Winarni.

MEMBUAT SENANG : Aiptu Karyono (Babinkamtbmas) bersama sejumlah temannya dari Polsek Pasarkliwon, ikut bekerja-bhakti membersihkan Alun-alun Lor, Rabu (30/9) tadi pagi. Mereka ingin membuat para peziarah dan jemaah haul senang dan krasan. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Semangat serupa juga diperlihatkan lebih 50 abdi-dalem prajurit yang dipimpin  KRAT Hendro (manggala) dan KRT Darpo Arwantodipuro (pimpinan administratif). Kerja-bhakti pagi tadi ditutup dengan apel untuk melaporkan jalannya kegiatan kepada KPH Bimo Djoyo Adilogo (Pengageng Karti Pura) selaku pimpinan. BRA Lung Ayu, BRAy Arum dan KRMH Suryo Manikmoyo juga tampak menyaksikan. (won-i1)