Bentangkan “Ucapan Selamat” di Sela-sela Wilujengan untuk Sinuhun PB XIV
KUDUS, iMNews.id – Seluruh warga Pakasa Cabang Kudus ikut gembira dan menyambut baik, karena pemerintah telah menetapkan tanggal 13 Juli 2026 sebagai Hari Kepercayaan pada Tuhan YME. Selanjutnya, Pakasa Kudus mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk mengusulkan, agar tanggal 13 Juli itu ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional, yang menjadi hari peribadatan warga HPK pada Tuhan YME nasional.
“Warga Pakasa Cabang Kudus senang dan bangga, negara kita menetapkan mulai 13 Juli 2026 ini, sebagai hari peringatan Kepercayaan pada Tuhan YME. Selanjutnya, kami mengusulkan dan berharap, tanggal 13 Juli ditetapkan sebagai hari libur nasional. Seterusnya, setiap tanggal itu menjadi hari peringatan kepercayaan dan menjadi hari peribadatan warga HPK,” ujar KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro.
KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Singonegoro (Ketua Pakasa Cabang Kudus) yang dimintai konfirmasi, Senin (13/7) semalam menambahkan, tepat pada 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan pada Tuhan YME warga Pakasa Kudus juga menyampaikan ucapa selamat. Ucapan selamat diberikan 81 warga cabang yang berkumpul saat gelar donga wilujengan untuk Sinuhun PB XIV, dalam dua banner yang mereka bentang.
Acara doa selamatan untuk Sinuhun PB XIV Hangabehi, semalam, juga diisi ucapan selamat sesuai yang tertulis dalam banner. Warga Pakasa Cabang Kudus menyampaikan ucapan selamat, karena punya landasan. Yaitu, keteladan dan kepeloporan Sunan Kudus yang sangat peduli, terbuka dan merangkul kepercayaan dan agama lain yang sudah ada saat itu (1400-1550 M). Walaupun, Kudus dikenal sebagai Kota Santri.

“Keteladanan itu masih dirawat hingga kini. Mudah-mudahan, kepeloporan untuk mengakui dan hidup berdampingan dengan kepercayaan dan agama lain, juga diwarisi masyarakat kini dan ke depan. Kami warga Pakasa Cabang Kudus, menyampaikan ucapan selamat, karena Sunan Kudus leluhur kami itu malah memberi contoh yang baik untuk hidup rukun berdampingan. Kami sendiri, punya 4 Majelis Taklim santrinya banyak”.
“Kabupaten Kudus, juga dikenal sebagai Kota Santri. Tetapi, kami warga Pakasa cabang dalam kapasitas apa saja, wajib memberi teladan dan contoh untuk mengajak hidup rukun berdampingan dengan kepercayaan dan agama lain. Kami warga Pakasa, adalah lembaganya Kraton Mataram Surakarta untuk melestarikan Budaya Jawa. Maka, Pakasa dan Budaya Jawa menampung berbagai agama dan kepercayaan,” tandasnya.
Berkait dengan penetapan tanggal 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan pada Tuhan YME, warga Pakasa Cabang Kudus justru mengajak semua organisasi Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) dan berbagai elemen bangsa lain, mengusulkan kepada DPR RI dan pemerintah agar melanjutkan penetapan 13 Juli menjadi hari libur nasional. Selain ucapan selamat, secara khusus doa selamatan untuk Sinuhun PB XIV dipanjatkan.
“Saya minta agar kita semua selalu menguatkan kepercayaan kepada Gusti Allah YME, melalui agama dan kepercayaan kita masing-masing. Dengan iman, budi-pekerti luhur dan rasa sykur, semoga bangsa Indonesia selalu mendapat ketenteraman, ketukunan dan berkah. Pakasa Cabang Kudus mengajak semua warga agar melestarikan kebudayaan Jawa, sebagai warisan para leluhur dengan tetap setia pada Pancasila, UUD 45”.

“Juga Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Pada kesempatan ini, kita semua berdoa semoga Sinuhun PB XIV selalu mendapatkan keselamatan, kesehatan, kebijaksanaan dan kekuatan untuk mengemban kewajiban melestarikan budaya adiluhung Kraton Surakarta Hadiningrat. Semoga semua cabang dan warga Pakasa selalu rukun, guyub dan menjadi teladan masyarakat luas, dalam bertata-krama, unggah-ungguh dan bergotong-royong”.
“Semoga Gusti Allah YME selalu memberi berkah, rahmat dan perlindungan pada kita semua,” demikian kurang-lebih isi kalimat doa panyuwunan KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro, dalam Bahasa Jawa Krama inggil, saat dihubungi iMNews.id, siang tadi. Doa ini yang diucapkan di tengah forum pertemuan rutin warga Pakasa yang juga santri 4 Majelis Taklim, yang berkumpul di rumah-makan “Logung”, Kudus.
Ada sebanyak 81 warga Pakasa Cabang Kudus yang dikumpulkan KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro sebagai ketuanya, di warung-makan dekat objek wisata Waduk Logung di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Senin (13/7) semalam. Hampir semuanya terutama warga Pakasa yang senior, mengenakan busana adat Jawa lengkap, termasuk seragam “jarik” yang rata-rata menjadi cirikhas masyrakat adat.
Kali ini, pertemuan rutin Senin malam yang biasanya diisi dengan “pengaosan”, semalam dimanfaatkan untuk dilengkapi dengan donga wilujengan yang secara khusus untuk keselamatan Sinuhun PB XIV Hangabehi. Para anggota Pakasa yang hampir semuanya santri 4 Majelis Taklim milik KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro, yang juga diasuhnya, sangat disiplin mengenanakan busana adat abdi-dalem kraton.

Donga wilujengan untuk Sinuhun PB XIV Hangabehi dan Hari Kepercayaan pada Tuhan YME, diakhiri dengan santap malam bersama. Ada menu nasi tumpeng yang dipotong dan dibagi-bagikan sendiri oleh KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro selaku Ketua Pakasa Cabang Kudus. Selain kepada beberapa anggotanya, tak lupa nasi tumpeng juga diberikan kepada ibunda Nyi MT Hj Tasmini Budayaningtyas (86).
Dalam pertemuan “istimewa” karena biasanya berlangsung di salah satu kediaman pribadi itu, Ketua Pakasa Cabang Kudus tampak “melayani” para anggotanya saat santap nasi tumeng bersama. Ketua Pakasa Kudus memang dikenal sangat fenomenal, baik di internal cabang maupun, kraton dan bagi cabang Pakasa lain. Selain warganya, banyak cabang Pakasa yang “dibantu”, pribadi warga dan pengurusnya.

Hal fenomenal lainnya, adalah soal pemasangan baliho dan banner bergambar Sinuhun PB XIV Hangabehi untuk tujuan sosialisasi calon pemimpin baru Kraton Mataram Surakarta. Lebih dari 240 lembar baliho dan banner berbagai ukuran di berbagai sudut kota dan tiap desa, semalam dilaporkan tinggal 66 buah/titik lokasi. Yang di warung dan rumah-makan rata-rata masih utuh, yang di pinggir jalan rusak dan hilang.
“Sebenarnya, kami berharap bisa bertahan sampai tiga bulan, setelah jumenengan-nata Sinuhun PB XIV Hangabehi. Tetapi, ya memang tak ada jaminan utuh/bertahan sampai selama itu. Semalam juga dilaporkan, yang hilang banyak dipindah ke rumah dan lingkungan yang melepasnya. Kalau seperti itu, ya malah bagus. Tetapi, rata-rata warga Kudus sudah mengenal Sinuhun Hangabehi kok,” ujar KRRA Panembahan. (won-i1)







