Keris Produk Pertama, Sudah Dipesan Pecinta Tosan Aji Asal Jakarta
KARANGANYAR, iMNews.id – Sinuhun PB XIV Hangabehi menjalani kegiatan perdananya sebagai pemimpin Kraton Mataram Surakarta, berupa peresmian “besalen keris” di Desa Beningsari, Kecamatan Bejen, Kabupaten Karanganyar. Besalen yang diberi nama Sana Kridha Brajangga itu, sudah menghasilkan sebilah keris pertama yang ditempa di arena Jambore Nasional Keris di Pendapa Pagelaran pada Sura Dal 1959 (2025).
“Keris produk pertama besalen yang diberi nama Sinuhun PB XIV Sana Kridha Brajangga itu, sudah ‘diinden’ (dipesan) seorang kolektor pecinta tosan aji dari Jakarta. Kami berharap, keris pertama ini juga sekaligus diberi nama oleh Sinuhun. Semoga Sinuhun berkenan untuk mmberi nama keris ini,” harap Dayu Handoko selaku pemilik besalen, dalam sambutannya pada upacara peresmian, siang tadi.

Lebih lanjut, pemilik besalen Sana Kridha Brajangga yang juga Ketua Komunitas Pataka Bumi Lawu itu menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Sinuhun PB XIV Hangabehi yang telah memberi nama besalennya begitu bermakna. Karena, “sana” yang artinya tempat, “kridha” adalah aktivitas dan “brajangga” adalah keris, secara keseluruhan mengandung maksud sebagai tempat beraktivitas memproduksi keris.
“Besalen ini kami buat, juga atas saran beliau. Jambore Nasional Keris tahun 2025 yang diberi tempat di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, jelas karena jasa-jasa dna kemurahan hati beliau. Maka, tidak salah kalau kami berterima kasih kepada beliau. Sekarang, beliau kami aturi untuk meresmikan besalen ini, rasanya tidak berlebihan. Nanti, sekalian kami suwun Sinuhun untuk menempa lagi,” harap Dayu.
Jalannya peresmian besalen yang masih dihiasai hamparan sawah itu, cukup lancar walau sedikit mundur dimualinya. Upacara persemian didahului dengan sajian tari kepahlawanan dan sajian donga “Singgah-singgah Kala Singgah” sebagai wujud doa menurut Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) kepada Tuhan YME. Sambutan Tony Hatmoko selaku Ketua HPK Karanganyar-pun hadir ikut menjelaskan fungsi lahan.
Karena, dalam sambutan Dayu Handoko, besalen itu dibangun di dalam kompleks lahan milik Tony Hatmoko yang setiap harinya digunakan sebagai ajang berbagai kegiatan spiritual religi dan kebatinan sejumlah organisasi di Karanganyar. Menurut Tony, lahan itu adalah tempat pemujaan atau “sembahyang” kalangan warga HPK, juga menjadi ajang edukasi spiritual yang kini dilengkapi dengan kerajinan tosan aji.

Bupati Karanganyar H Rober Kristanto yang diundang dan sedianya diminta ikut meresmikan besalen, tidak hadir. Ia diwakili Kepala Dinas Dikbud yang sekaligus membacakan sambutannya. Kalangan Pejabat Forkopimcam dan pamong desa setempat juga hadir siang tadi. Termasuk David Gallas dan istrinya, pecinta tosan aji warga Belanda, yang pernah mengundang Sinuhun PB XIV menggelar jamasan keris.
Sebelum menandatangani prasasti tanda peresmian besalen yang sedianya bersama Bupati Karanganyar, Sinuhun PB XIV Hangabehi memberi sambutan. Sinuhun akan mendukung upaya-upaya pelestarian dan pegembangan ada tradisi sebagai khasanah budaya Nusantara, terutama di besalen keris Sana Kridha Brajangga yang berada di Kabupaten Karanganyar. Karena tujuannya untuk edukasi, diharapkan ada sinergitas.
“Saya berharap, agar terjadi harmonisasi antara aktivitas komunitas budaya di sini dengan masyarakat sekitar sini. Begitu pula dengan pemerintah daerah sebagai pengayom, agar kegiatan di sini menciptakan harmoni dan simbiosa. Saling memberi dan saling mendukung, hingga dicapai keselarahan dalam menegakkan nilai moral bangsa,” harap Sinuhun. Sengkalan untuk besalen ini, “Kombuling Rasa Hanggatra Budaya” (2026).
Tuan rumah, Dayu Handoko juga memberi kesempatan untuk seorang suami-istri yang menjadi tamu istimewa semua komunitas pecinta tosan-aji, bahkan publik secara luas. Dalam upacara persemian itu, David Gallas diberi kesempatan memberi smabutan dan menguraikan kesan dan perjalanannya sampai ke tempat upscara dalam Bahasa Inggris. Dayu Handoko, langsung menerjemahkan sambutan sahabatnya itu.

Usai sambutan dan penyerahan keris produk pertama untuk diberi nama, dari KRA Joko Murdianto Bintoro Adinagoro kepada Sinuhun PB XIV Hangabehi, semua undangan langsung menuju besalen. Di bengkel kerja itu, dilakukan penempaan produk keris baru, termasuk oleh Sinuhun PB XIV Hangabehi. Keris Jaran Bigar yang ditempa sejumlah elemen masyarakat Karanganyar termasuk produk besalen ini.
Sementara itu, KRA Joko Murdianto menyebutkan, keris Dapur Carita Keprabon yang diterimanya dari Sinuhun, adalah karya Empu Rhoufiq ahli besalen setempat. Menurutnya, peresmian besalen itu, merupakan manifestasi penghormatan terhadap warisan leluhur, sekaligus investasi budaya bagi bangsa di masa depan. Dari tempaan palu dan nyala api, tersimpan imu, filosofi dan nilai-nilai kehidupan.

“Semoga besalen ini menjadi mata air peradaban yang terus menghidupkan semangat pelestarian Tosan Aji Nusantara, memperkuat jati diri bangsa dan menginspirasi generasi mendatang untuk mencintai serta menjaga warisan budayanya. Kehadiran besalen Sana Kridha Brajangga, mengingatkan kta bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari perkembangan teknologi, tetapi juga kemampuan merawat budayanya”.
“Tosan aji bukan sekadar artefak sejarah, melainkan representasi dari kecerdasan, spiritualitas, estetika dan kearifan lokal. Itu yang membentuk karakter peradaban Nusantara selama berabad-abad. Besalen diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang hidup, tempat bertemunya pengalaman para empu, semangat generasi muda dan kajian akademik uang memperkaya khasanah budaya bangsa,” tandas Ketua Pakasa Kota Bekasi itu. (won-i1)




