Para Perwakilan Trah Darah-dalem Paku Buwana II-XIII, Dorong “Penuntasan” Tahta

  • Post author:
  • Post published:June 13, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:5 mins read
You are currently viewing Para Perwakilan Trah Darah-dalem Paku Buwana II-XIII, Dorong “Penuntasan” Tahta
MEMBACAKAN PETISI : Gusti Moeng membacakan isi petisi di depan keluarga besar trah Sinuhun PB II-XIII yang diundang berkumpul di "gedhong" Bebadan Kabinet 2004 di Sasana Handrawina, Jumat (12/6) semalam. (foto : iMNews.id/Dok)

Banyak Warga Kudus Minta Banner Sinuhun PB XIV, Akan Dipasang di Rumahnya

SURAKARTA, iMNews.id – Para sentana perwakilan trah keturunan Sinuhun Paku Buwana (PB) II-XIII berkumpul di gedhong Sasana Handrawina, Kraton Mataram Surakarta, Jumat malam (12/6). Ada 150 sentana trah darah-dalem hadir, ditambah 20 sentana anon-anon, bersama-sama menandatangani “petisi” yang mendesak Bebadan Kabinet 2004 segera menggelar upacara adat “penuntasan” tahta Sinuhun PB XIV Hangabehi.

Petisi yang berisi desakan/dorongan Bebadan dan semua elemen masyarakat adat Kraton Mataram Surakarta segera menggelar upacara adat penuntasan tahta yang dimaksud, adalah upacara adat “jumenengan nata” Sinuhun PB XIV Hangabehi. Walau dianggap sebagai “seremonial” tanda pemantaban/peneguhan tokoh penerus tahta dalam gelar SISKS Paku Buwana XIV, tetapi menjadi finalisasi gelar secara adat.

MENYALAMI SENTANA : Sinuhun PB XIV Hangabehi menyalami GRAy Koes Sapardiyah, sentana-dalem yang ikut mewakili trah Sinuhun PB XII yang hadir dalam pembacaan dan penandatanganan petisi dukungan penuntasan jumenengan nata pemimpin baru. (foto : iMNews.id/Dok)

Dalam pertemuan keluarga besar trah darah-dalem keturunan Sinuhun PB II-XIII semalam, dimulai sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Sambutan tunggal GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) diberikan untuk membacakan isi “petisi” dukungan/desakan untuk seluruh elemen masyarakat adat. Sajian “klenengan nyamleng” para abdi-dalem karawitan menjadi hiburan tunggal.

Dalam kesempatan lain, KPH Edy Wirabhumi (Pimpinan Eksekutif Lembaga Hukum Kraton Surakarta) menegaskan, “petisi” yang dibacakan Gusti Moeng hasil pengumpulan data dan fakta yang dilakukan dalam proses panjang. Termasuk, fakta perjanjian damai yang menjadi bagian penetapan proses hukum di pengadilan. Ada pula proses hukum di Kementerian Hukum, yang hasilnya makin memperkuat kesepakatan sebelumnya.

Rangkuman proses persiapan Sinuhun PB XIV Hangabehi, di dalamnya ada penjelasan asal-usul dan mekanisme adat, juga persyaratan adat yang dilakukan, lalu disahkan dengan akte notaris, agar memiliki kekuatan hukum. Di dalamnya, juga dijelaskan peristiwa “wilujengan” di Sasana Handrawina, 13 November 2025. Rangkuman berisi data dan fakta ini yang meyakinkan para trah PB II-XIII menandatangani “petisi”.

Di antara para trah darah-dalem keturunan yang hadir, dari Sinuhun PB XII tampak GRAy Koes Sapardiyah, GKR Ayu Koes Indriyah, KGPH Madu Kusumonagoro selain Gusti Moeng. Dari Sinuhun PB XI hadir KPH Adipati Sangkoyo Mangunkusumo dan KPH Ibnu serta para sentana darah-dalem lain yang mewakili Sinuhun PB V, VI, IX dan PB X yang rarat-rata punya gelar “Kanjeng Pangeran Panji” (KPP) seperti KPP Sinawung.

SUASANA MALAM : KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro mencoba merasakan suasana malam di simpang tujuh tengah kota Kabupaten Kudus, Jumat (12/6) semalam, sambil melihat satu di antara baliho Sinuhun PB XIV yang dipasang di atas pos polisi. (foto : iMNews.id/Dok)

KRMH Suryo Kusumowibowo (Wakil Pengageng Sasana Prabu) membenarkan, hampir semua Sinuhun PB II-XIII terwakili oleh trah keturunan darah-dalem yang disebut “sentana”. Karena dari Sinuhun PB XIII, juga kelihatan trah keturunannya, baik Sinuhun PB XIV Hangabehi maupun adiknya, GRAy Putri Purnaningsih. Tetapi Maha Menteri KGPH PA Tedjowulan putra-dalem PB XII, tidak bisa hadir karena ada acara.

Dengan menguatnya desakan kepada jajaran Bebadan Kabinet 2004 dan semua elemen masyarakat adat kraton untuk menggelar upacara adat “jumenengan nata” sebagai penuntasan tahta Sinuhun PB XIV Hangabehi, maka agenda penting kraton dalam waktu dekat ada dua. Tetapi, agenda penting besar lebih mendesak digelar, adalah kirab pusaka malam 1 Sura, karena rapat terakhir yang akan membahas itu, Senin (15/6).

Sementara itu, kalangan warga Pakasa cabang yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi Jateng dan Jatim, kini sedang bersemangat merancang penyebaran banner atau baliho Sinuhun PB XIV di daerah masing-masing. Menurut para pimpinan Pakasa cabang Kabupaten Kudus, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tegal, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang rata-rata lancar tak ada penolakan.

Kalau ada pihak yang menyebut warga kabupaten tertentu menolak baliho sosialisasi itu, mungkin hanya salah-paham menyangkut mekanisme saja. Karena, yang dialami KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro (Ketua Pakasa Kudus), KRAT Seviola (Ketua Pakasa Trenggalek), KRAT Heru Arif Pianto (Ketua Pakasa Pacitan), KRAT Bagiyono Rumeksodiningrat (Ketua Pakasa Magelang) tak mengalami persoalan seperti itu.

PARA PEDAGANG : Salah satu baliho Sinuhun PB XIV Hangabehi berukuran 1,5×2 meter yang diminta para pedagang kuliner di simpang tujuh kota Kabupaten Kudus, sudah menghiasi salah satu lapak lesehan di kota ini. (foto : iMNews.id/Dok)

Begitu pula pemasangan yang dilakukan KRAT Heriyanto (Pakasa Cabang Tegal/Slawi) dan yang direncanakan RR Samuel (Pakasa Cabang Boyolali), mengaku tak ada persoalan dengan sosialisasi Sinuhun PB XIV Hangabehi. “Kami sudah memasang di dua titik lokasi, salah satunya ukuran 3×4 meter di dekat Astana Pajimatan Tegalarum, Adiwerna, Slawi/Tegal, tak ada masalah,” ujar KRAT Heriyanto.

“Pakasa Cabang Boyolali juga sedang memproduksi di perusahaan printing di sini. Kami akan memasang 20 baliho sosialisasi di 20 titik lokasi. Akan kami sebar di Kecamatan Ampel, Gladaksari, Cepogo, Selo dan Kecamatan Bayudono. Mudah-mudahan segera jadi dan bisa kami pasang,” ungkap RR Samuel, pengurus Pakasa Boyolali. Lain di Boyolali, lain di berbagai cabang dan lain lagi di Pakasa Cabang Kudus.

DEKAT MAKAM : Tak jelas nama jalan, wilayah desa dan kecamatannya, tetapi warga Pakasa Cabang Slawi/Tegal yang dipimpin KRAT Heriyanto (pengurus cabang) ini sedang memasang baliho Sinuhun PB XIV Hangabehi ukuran 3×4 meter, belum lama ini. (foto : iMNews.id/Dok)

Cabang yang dipimpin KRRA Panembahan Gilingwesi Singonegoro ini semakin “kencang larinya” dan jauh meninggalkan teman-teman sesama cabang dalam soal pasang baliho sosialisasi. Setelah habis memasang lebih 500 lembar berbagai ukuran, merata tiap desa se-kabupaten, kini memproduksi lagi untuk melayani warga dan pedagang yang ingin memasang banner ukuran 70×100 cm untuk dipasang di lapak dan rumahnya.

“Tadi malam saya bersama keluarga datang ke simpang tujuh tengah kota Kudus, la kok eyang melihat yang besar di atas pos polisi mau diminta dan dipasang di rumah. Warga dan para pedagang kuliner langsung mendatangi kami, minta banner untuk dipasang di lapak dan di rumahnya dan 40 lembar habis. Saya jadi sadar, ini pertanda Sinuhun PB XIV Hangabehi dicintai rakyat Kudus,” ujar KRRA Panembahan.  (won-i1)