Tiap Hari Ada Perkembangan Situasi Dinamis di Kraton Menjelang Kirab Pusaka

  • Post author:
  • Post published:June 6, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:5 mins read
You are currently viewing Tiap Hari Ada Perkembangan Situasi Dinamis di Kraton Menjelang Kirab Pusaka
AKAN BERTAMBAH? : Baliho kedua sosialisasi Sinuhun PB XIV Hangabehi di Jalan dr Radjiman sudah terpasang, akankah segera bertambah? Di pojok perempatan Gladag, sudah terpasang kerangka besi pemancang baliho, yang malam ini mungkin terisi. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Banner” Sinuhun PB XIV di Taman Menara Kudus, Jadi Ajang Foto Pengunjung

SURAKARTA, iMNews.id – Dalam beberapa hari ini, perkembangan situasi dan kondisi di kraton yang menyangkut informasi beberapa kegiatan sampai menjelang upacara adat kirab pusaka menyambut malam 1 Sura, akan terus mengalami dinamika makin tinggi. Karena, secara terpisah Bebadan Kabinet 2004 dan semua elemen kelembagaan kraton terus menjalankan rencananya, begitu pula di dalam kelompok tandingannya.

Setelah heboh pembahasan soal sosialisasi penyebaran baliho pengenalan sosok pemimpin baru Kraton Mataram Surakarta di WA Grup Pangarsa Pakasa sampai hari ini, masih dilanjutkan dengan kesibukan distribusi lembar MMT-nya di Pakasa Punjer, yaitu kraton. Sedangkan di daerah masing-masing Pakasa cabang, kini juga mulai bergerak melakukan aktivitas pemasangan sesuai yang mereka rancang.

KEPERLUAN FOTO : Di kawasan Taman Menara, Masjid dan Makam Sunan Kudus di Kecamatan Kota, warga Pakasa Kudus juga beraktivitas mendirikan balihi Sinuhun PB XIV Hangabehi di sana. Tetapi, hanya untuk keperluan foto bersama malam itu. (foto : iMNews.id/Dok)

Dari daftar pesanan cabang-cabang Pakasa yang minta/pesan lembar MMT ke Punjer di kraton, sampai hari ini (Sabtu, 6/6/2026) tercatat ada 20 pengurus Pakasa cabang. Mereka rata-rata memesan 2 lembar ukuran 3×4 meter. Kecuali Pakasa Cabang Klaten, di situ tertulis meminta 17 lembar ukuran 2×3 meter, dimungkinkan tidak sebanyak itu karena sebelumnya terdengar kabar akan mandiri memproduksi sendiri.

Perkembangan jumlah Pakasa cabang yang minta lembar MMT ke Punjer itu bertambah drastis, karena sebelumnya hanya 12 Pakasa cabang. Namun, Pakasa Cabang Kudus sejak awal tidak tertulis dalam daftar (list) itu, karena sebelum ada daftar layanan permintaan MMT sampai hari ini, memang tidak minta ke Punjer. Cabang ini memilih berswadaya mandiri memproduksi dan menyebarluaskan rata se-kabupaten.

Khusus pemasangan baliho sosialisasi di dalam Kota Surakarta, sampai hari ini masih dua lokasi yang ada di depan pintu masuk kawasan kraton di pojok perempatan Gladag dan di perempatan Baron, Jalan dr Radjiman. Namun, mulai sampai siang tadi ada sebuah kerangka pancang besi yang disiapkan untuk sebuah baliho ukuran 6×8 meter di pojok barat perempatan Gladag, yang kabarnya untuk baliho Kemenbud RI.

Di sisi lain lagi, sentana trah darah-dalem Sinuhun PB IX, KPP Haryo Sinawung Waluyoputro Hadinagoro yang dihubungi iMNews.id menyatakan, sampai hari ini belum ada perkembangan yang berkait dengan keputusan rapat jajaran Bebadan dan elemen, Jumat (5/6) kemarin. Namun, upaya membuka kamar pusaka ndalem ageng dalam waktu sekat untuk mengidentifikasi seluruh isinya, tetap menjadi agenda urgen mendesak.

SAAT MERAKIT : Beberapa warga Pakasa Cabang Kudus saat merakit MMT bergambar Sinuhun PB XIV Hangabehi di tengah keramaian suasana santai di kompleks Taman Menara, Masjid dan Makam Sunan Kudus di Kecamatan Kota, sebelum dimanfaatkan. (foto : iMNews.id/Dok)

“Perkembangan terakhir yang sempat diinformasikan kepada kami para sentana, soal rencana Doa Bersama Lintas Agama yang rencananya digelar, Minggu (7/6) besok pukul 15.00 WIB di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa. Tetapi, pihak kalangan umat beragama dan komunitas dari luar yang akan diundang, saya belum tahu. Saya hanya tahu khusus untuk para sentana dan abdi-dalem internal yang akan diundang”.

“Mestinya, jumlahnya akan banyak dan bisa lebih dari seribu orang. Karena tempatnya disediakan Pagelaran Sasana Sumewa. Kalau doa bersama lintas agama, ya tentu melibatkan banyak pihak. Baik komunitas agama, kepercayaan, kalangan pemerintah, TNI, Polri dan berbagai elemen lain. Intinya, mendoakan kirab pusaka 1 Sura berjalan aman dan baik, juga untuk jumenengnya Sinuhun PB XIV,” ujarnya.

KPP Haryo Sinawung (Wakil Pengageng Karti Praja) belum bisa menjelaskan secara rinci kalangan komunitas beragama yang akan diundang untuk gelar Doa Bersama Lintas Agama itu. Tetapi, untuk warga muslim yang punya ikatan moral dan historis dengan kraton, banyak sekali dan selama ini sudah kembali terjalin silaturahminya dengan baik, misalnya saat ada kegiatan Khataman Alqur’an di kraton.

Selain itu, kalangan warga Pakasa dan abdi-dalem Kanca-Kaji juga menjadi elemen penting yang selama ini sudah terjalin rapi silaturahmi dan terlibat aktif dalam tugas dan kerja-kerja adat di kraton. Keterlibatan beberapa elemen masyarakat adat yang sebagai identitas simbol Mataram Islam, disebut KRMH Suryo Kusumo Wibowo akan menggenapi peserta doa bersama lintas agama lebih dari 2.500 orang.

SUDUT PERTIGAAN : Sudut pertigaan yang menghadap jalan besar, juga menjadi salah satu pilihan beberapa warga Pakasa Kudus ini. Lokasi itu dianggap strategis untuk dipasangi baliho sosialisasi Sinuhun PB XIV Hangabehi di Kabupaten Kudus, semalam. (foto : iMNews.id/Dok)

“Sampai semalam sebenarnya sudah selesai, 140 lembar ukuran 1,5×2 meter terpasang di semua desa/kelurahan yang ada di 9 kecamatan se-Kabupaten Kudus. Tetapi hari ini ada revisi mengenai posisi baliho yang rusak atau diperkirakan kurang pas. Karena semalam ada masukan dari Pakasa Punjer. Ya, intinya agar kita bisa menjaga kewibawaan kraton dan tokohnya yang diwakili gambar dalam baliho itu”.

“Kami berterimakasih mendapat masukan itu, agar kami selalu waspada. Karena, mungkin saja ada gambar yang karena sesuatu hal alami, menjadi tampak kurang pas dan mengurangi kewibawaan kraton. Tetapi yang jelas, soal itu sudah kami perhitungkan sejak awal agar tetap terjaga dengan baik. Tetapi untuk baliho yang memang terkesan tanpa kaki, memang perlu ditinggikan,” ujar KRRA Panembahan.

PEROSES LAS : Pembuatan kerangka besi untuk memasang baliho sosialisasi Sinuhun PB XIV Hangabehi di Kabupaten Kudus, juga banyak yang menggunakan proses las. Karena memakan waktu lebih lama ini, akhirnya ditinggalkan karena tidak efisien. (foto : iMNews.id/Dok)

Disebutkan, walau disiapkan beberapa jenis materi untuk pembuatan kerangka, termasuk besi holo tebal, tetapi dari 150-an titik lokasi yang sudah terpasang, tak bisa dilakukan dengan menggali dan mengikatkan bila di tempat umum. Karena, akan dikenakan izin berikut biayanya, terutama jika menggali aspal/cor dan jika diikat pada sesuatu milik negara, yang akumulasinya bisa semakin besar.

“Maka, prioritas kami hanya diletakkan saja tanpa ada galian atau memaku ke pohon atau tanaman milik negara. Itupun kami upayakan di lokasi jalan desa bukan protokol. Agar sebarannya luas merata, dan biayanya juga masih bisa ditoleransi. Maka, kami banyak menghindari perizinan yang berbayar, dan mengutamakan menumpang di pekarangan/rumah warga yang bisa dimintai izin dengan proses sederhana. (won-i1)