Dilakukan di Museum Kartini, Menandai Peringatan Hari Kartini
JEPARA, iMNews.id – Datangnya peringatan Hari Kartini, 21 April di tahun 2026 ini, menjadi hari istimewa bagi masyarakat Kabupaten Jepara. Bukan hanya soal gerakan emansipasi (kesetaraan gender) itu dicetuskan dari Jepara, tetapi karena mulai tahun ini ada ritual jamasan 26 pusaka yang tersimpan di Museum kartini.
Seperti diketahui, tahun 2025 lalu pengurus Pakasa Cabang Jepara menginisiasi kirab Grebeg Mulud “Njeparanan” (Njeparan-Red). Kirab budaya itu tak hanya diikuti berbagai elemen masyarakat kabupaten setempat, tetapi juga melibatkan warga dari 26 cabang Pakasa yang tersebar di wilayah Provinsi Jateng dan Jatim.

Selain menghasilkan prestasi capaian rekor peserta kirab bertombak lebih 2.000 untuk MURI, ada capaian lain yang membanggakan. Menurut KP Bambang S Adiningrat yang dihubungi Rabu (22/4) kemarin, di Museum Kartini jadi menyimpan 26 pusaka tombak “tali-asih” 26 cabang Pakasa peserta kirab budaya Grebeg Mulud “Njeparan”.
“Suatu saat kalau warga Pakasa dari berbagai cabang berwisata ke Museum Kartini Jepara, akan menyaksikan 26 tombak pusaka tali-asih dari cabang-cabang itu. Dan selain itu, dalam rangka peringatan Hari Kartini mulai tahun ini, masyarakat Jepara punya tradisi jamasan pusaka yang ada di museum dan digelar di museum”.

“Ada sisi capaian lain lagi dari peristiwa Grebeg Mulud ‘Njeparan’ itu. Yaitu kita perlu berfikir 100 tahun ke depan. Karena, generasi keturunan bangsa 100 tahun lagi menyaksikan Museum Kartini, yang menyimpan sejarah Grebeg Mulud, juga tali-asih 26 pusaka tombak yang sekarang baru akan menjadi kuno,” jelasnya.
Lahirnya berbagai kegiatan di tengah masyarakat Jepara berbasis budaya Jawa dan sejarah pergerakan nasional, dalam perjalanan Mataram dari Panembahan Senapati, kini Kabupaten Jepara menjadi kaya kegiatan dan ikon dalam tema Hari Kartini. Bahkan, Ratu Kalinyamat adalah pendahulu yang menginspirasi para penerusnya.

Menurut KP Bambang (Ketua Pakasa Cabang Jepara), selain sentuhan kegiatan ritual “jamasan” pusaka yang tersimpan di Museum Kartini, ada beberapa jenis kegiatan lain yang diinisiasi Pakasa. Yaitu, kerja-bhakti di Pertapan Donoroso, Desa Pengkol, Kecamatan Kota, Minggu (19/4) siang yang melibatkan 20-an warga Pakasa.
Hari Minggu (19/4) itu, digelar wayang kulit ritual Sedekah Bumi di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, siang oleh dalang Ki MNg Sumo Aji dan malam Ki Wahyu Sasongko. Jamasan pusaka “Cangkak” di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Kalinyamatan maupun jamasan 26 tombak di Museum Kartini, dipimpin MNg Agus Puspodiprojo. (won-i1)
