Sinuhun PB XIV Hangabehi Serahkan Tokoh Bathari Sri Kepada Ki Arifin
SURAKARTA, iMNews.id – Peringatan HUT ke-94 Pakasa semalam (Jumat, 26/12/2025) dibuka GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) selaku Pengageng Sasana Wilapa juga Pangarsa Lembaga Dewan Adat (LDA). Upacara pembukaan yang sangat sederhana, selain sambutan juga ditandai sajian berbagai kesenian tradisional dan “tetepan”.

Pembukaan peringatan ditandai dengan sajian seni karawitan Laras Madya oleh grup Ngesti Swara, Desa jatisobo, Kecamatan Polokarto sebagai persembahan Pakasa Cabang Sukoharjo. Mulai lepas magrib, disajikan sejumlah gendhing yang hampir semuanya karya zaman Sinuhun PB V, yang membuat suasana menjadi terasa unsur religinya.

Selesai sajian Pakasa Sukoharjo, dilanjutkan Pakasa Cabang Klaten yang menyajikan beberapa gendhing Panembrama. Berikut sajian tari khas Bali persembahan Pakasa Cabang Boyolali yang baru beberapa bulan dilantik dan ditetapkan pengurusnya. Sajiannya adalah tari Legong Kraton Klasem, yang melikiskan drama percintaan.

Disaksikan sekitar 600 orang yang terdiri dari kalangan kerabat sentana, jajaran Bebadan Kabinet 2004, abdi-dalem garap, warga Pasipamarta dan elemen Pakasa yang mendominasi jumah yang hadir, sajian demi sajian pembukaan terus mengalir. Berikutfragmen tari “Rahwana-Anoman” yang disajikan Pakasa Cabang Trenggalek.

Selesai sajian, Gusti Moeng selaku Pengageng Sasana Wilapa/Pangarsa LDA memberi sambutan pembukaan. Dia mengingatkan soal kelahiran Pakasa dan eksistensinya yang begitu penting, sejak dilahirkan Sinuhun PB X di tahun 1931 hingga kini. Dia juga menyinggung mengenai pihak pesaing “Raja Kembar” yang sudah mempermalukan kraton.
Selesai sambutannya, dilanjutkan dengan tampilnya KPH Edy Wirabhumi selaku Pangarsa Punjer Pakasa. Sambil berpidato, ia mempersilakan rombongan pengurus Putri Narpa Wandawa Cabang Ponorogo untuk tampil. Pengurus periode kedua (2025-2023) cabang yang diketuai nyonya Siti Robbani SPd itu dilantik Gusti Moeng.

(foto : iMNews.id/Won Poerwono)
Selama pelantikan cabang pertama Putri Narpa Wandawa itu berlangsung, gendhimng “Pakasa Ngumandang” disajikan bersama kru karawitan yang akan mengiringi pentas wayang kulit. Saat yang baik itu, Sinuhun PB XIV Hangabehi yang disaksikan Wali Kota Salatiga bersama istri, diminta foto bersama oleh pengurus Putri Narpa.
KPH Edy dalam sambutannya juga mengingatkan peran penting Pakasa bagi kraton yang bisa berbicara di lingkungan sangat luas bersama kraton. Karena kraton punya jaringan warga Majelis Adat Kraton Nusantara (MAKN) yang juga menjalin hubungan kerjasama dengan kerajaan-kerajaan di dunia, terutama di bidang ekonomi dan budaya.

Ada beberapa “hutang” Pakasa Punjer pada beberapa pihak, antara lain pelantikan Pakasa Cabang Salatiga dan dua cabang baru dari dari Malang Raya, yaitu Pakasa Kota Batu dan Kabupaten Malang. Mengakhiri pembukaan, Sinuhun PB XIV Hangabehi menyerahkan tokoh Bathari Sri kepada Ki MT Arifin Purwocarito untuk memulai pentas. (won-i1)




