Untuk Mencatatkan Rekor Prajurit Bertombak Terbanyak Pada MURI di Jepara
JEPARA, iMNews.id – Organisasi Pakasa Cabang Jepara selaku bagian penyelenggara event “Grebeg Mulud Njeporonan” mencatat, ada 16 cabang Pakasa, utusan Pakasa Punjer dan dua utusan non-Pakasa akan hadir sebagai peserta kirab budaya. Bahkan, Pakasa Cabang Magelang yang belum masuk catatan panitia, disebut KRAT Bagiyono Rumeksodiningrat (Ketua cabang) akan hadir bersama 8 orang anggota rombongannya.
“Kami akan hadir bersama 8 warga Pakasa Cabang Magelang. Kami akan ikut kirab budaya sesuai undangan tuan rumah. Mungkin rombongan kami termasuk sedikit. Karena, kami juga punya banyak agenda kegiatan di bulan-bulan ke depan. Terlebih, jarak jangkau dari Magelang ke Jepara, juga cukup jauh,” ujar KRAT Bagiyono Rumeksodiningrat, menjawab iMNews.id yang meminta konfirmasi, Kamis (28/8) siang kemarin.
Pernyataan Ketua Pakasa Cabang Magelang itu, adalah bagian dari konfirmasi beberapa pengurus Pakasa cabang lain yang sebelumnya sudah bersiap untuk menghadiri kirab budaya event “Grebeg Mulud Njeporonan 2025” yang diagendakan, Sabtu (30/8) siang, besok. Kesiapan itu diungkapkan KRRA Panembahan Didik Singonagoro (Ketua Pakasa Cabang Kudus) dan KRA Joko Murdianto B Adiningrat (Ketua Pakasa Kota Bekasi).
Saat dimintai konfirmasi secara terpisah, KRRA Panembahan Didik Alap-alap Gilingwesi Singonagoro menyatakan, Pakasa Kudus hanya akan membawa rombongan 13 orang saja. Kalau ada tambahan, belum tahu jumlahnya, karena Sabtu masih hari kerja hampir semua warga Pakasa. Selain membawa pisungsung tombak, rombongan Pakasa Cabang Kudus hanya akan mengikuti kirab dengan 6 tombak, tanpa songsong bersusun.

Secara terpisah, Rabu (27/8) kemarin, KRA Joko Murdianto Bintoro Adiningrat juga menyebutkan, pengurus Pakasa Cabang Kota Bekasai (Jabar) juga akan mengirim utusan untuk hadir di event yang digelar Pakasa Cabang Jepara, Sabtu (30/8) besok. Tetapi, yang diutus menyerahkan “pisungsung” tombak hanya KRAT Mantranagoro (Wakil Ketua cabang), mengingat keterbatasan waktu dan jumlah pengurus/warga Bekasi.
Kesiapan untuk hadir, bahkan beraksi di ajang kirab budaya event “Grebeg Mulud Njeporonan”, adalah milik Pakasa Cabang Ngawi dan Pakasa “Gebang Tinatar” Ponorogo. Karena, kedua cabang ini sudah bersepakat dengan tuan rumah untuk “menghebohkan” kota Kabupaten Jepara. Keduanya akan membawa sejumlah unit reog dan ratusan warga Pakasa, untuk bergabung dalam kirab dan beraksi, mendukung pencatatan rekor “491”.
Dihubungi di tempat terpisah, KP MN Gendut Wreksodiningrat (Ketua Pakasa Cabang Ponorogo) menyebutkan, Ponorogo akan mengirim 7 dhadhak-merak dan seniman pendukung aksi reog sebanyak 125 orang. Mereka akan diangkut 2 bus besar dan beberapa mobil itu, dan sebagian besar akan mengikuti kirab budaya memperkuat prajurit bertombak. Bahkan ditambahkan, dalam sehari besok pasti ada yang mendaftar ikut ke Jepara.
“Itu laporan dari korlap kami, yang menginventarisasi jumlah kontingen. Termasuk jumlah kesatuan unit seni reognya. Waktunya tinggal sampai hari ini. Tetapi sampai besok Sabtu (30/8) pagi-pun, saya perkirakan masih ada yang menyusul mendaftar untuk bergabung. Jadi, jumlah 125 orang itu sementara saja. Saya sendiri akan membawa tombak sudah dengan ‘landean’ sebagai pisungsung,” ujar KP MN Gendut.

Dari Pakasa Cabang Ngawi yang dihubungi siang tadi melaporkan, pengurus cabang sudah menyiapkan 5 dhadhak-merak dan seniman pendukung sekitar 25 orang, termasuk penari “Jathilan” cantik. Khusus warga cabang yang berdandan prajurit membawa tombak, disiapkan 40-an orang. KRT Suyono S Adiwijoyo selaku Ketua harian Pakasa Cabang Ngawi menyebutkan, persiapan pemberangkatan baru dilakukan Jumat sore ini.
Sedangkan KRA Surojo (Plt Ketua Pakasa Cabang Boyolali) melaporkan, akan mengirim utusan 50 orang prajurit bertombak untuk mengikuti kirab budaya di Jepara. Dari Pakasa cabang Pacitan, KRAT Heru Arif Pianto Wedyonagoro (Ketua cabang) melaporkan, pihaknya akan mengirim utusan sekitar 10 orang untuk beratraksi dan bergabung dengan barisan prajurit bertombak dalam kirab budaya “Grebeg Mulud Njeporonan”.
“Pakasa Cabang Bhumi Wengker Pacitan, akan hadir membawa pisungsung tomkab Kiai Dwija Waskita. Kami akan hadir bersama rombongan sekitar 10 orang. Selain ikut bergabung bersama pasukan bartombak, rombongan kami akan menyajikan seni ‘Kthek Ogleng’. Kami juga berkoordinasi dengan pengurus Pakasa cabang Ponorogo, berdiskusi untuk persiapan hadir mendukung event pakasa cabang Jepara,” ujar KRAT Heru Arif.
Sementara itu, pengurus Pakasa Punjer menyebutkan, “dhawuh” untuk mengirim “utusan-dalem” sudah ada. GKR Moeng (Pengageng Sasana Wilapa-Pangarsa LDA), disebut akan menghadiri “Grebeg Mulud Njeporonan”. Info terakhir yang diberikan KRMH Suryo Kusumo Wibowo siang tadi merupakan perkembangan baru, karena rapat Panitia Sekaten sebelumnya membahas fokus persiapan pembukaan ritual Sekaten, Jumat (29/8) ini.

“Tetapi saya tidak tahu, apakah Gusti Wandan bersama rombongan 10 orang dari Bebadan kabinet 2004 dan pengurus Punjer, juga ikut kirab budaya?. Informasi yang saya terima tidak menyebutkan soal itu,” ujar KRMH Suryo Kusumo Wibowo (Wakil Pengageng Sasana Prabu). Informasi ini merupakan perkembangan baru dari penjelasan KPP Haryo Sinawung (iMNews.id, 26/8), karena memang belum terdengar ada rencana itu.
Dalam pada itu, Pakasa Cabang Jepara menginformasikan sudah 16 Pakasa cabang mengisi daftar hadir yang dikirim melalui grup WA Pakasa. Dari daftar itu, justru tidak termasuk Pakasa Cabang Magelang yang mungkin belum sempat dicatat. Tetapi ada utusan dari (Kabupaten) Tuban dan (Kecamatan) Caruban, wilayah Kabupaten Nganjuk. Padahal, Kabupaten Nganjuk sudah memiliki Pakasa Cabang yang sudah eksis hingga kini.
Dari daftar hadir itu, juga disebut dari “Jogja”, tetapi tidak disertai penjelasan lebih lanjut dari lembaga “Humas” panitia atau sejenisnya. Yaitu dimaksud Jogja apakah lembaga Kraton Jogja atau Pura Pakualaman, atau dari komunitas masyarakat adat?. Berbeda dengan lembaga Kraton Kacirebonan (Jabar), yang disebut dalam daftar akan mengirim Prajurit Wiraraja, walau semua tanpa penjelasan jumlahnya.
Rekor “491” adalah rekor jumlah prajurit bersenyata tombak, jumlah angka yang akan dicatatkan Pakasa Cabang Jepara dan Yayasan Praja Hadipuran Manunggal di rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Bahkan menurut KP Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara) yang dihubungi terpisah sebelumnya, berharap jumlah prajurit bertombak bisa dikumpulkan melebihi jumlah usia Kabupaten Jepara, 491 tahun.

“Harapan kami, minimal sesuai jumlah usia 491 tahun Kabupaten Jepara sesuai kalender Jawa. Bila memungkinkan, bisa lebih dari itu. Momentum pencatatan rekor MURI prajurit tombak terbanyak itu, sekaligus menjadi tonggak sejarah bersatunya masyarakat adat elemen Pakasa di Jepara. Kelak, puluhan atau ratusan tahun lagi, siapa saja yang datang ke Jepara, akan menyaksikan peristiwa sejarah ini”.
“Tombak yang akan terkumpul di Museum Kartini nanti, pada 50 tahun lagi pasti akan memiliki nilai lebih. Selain unsur usianya, juga unsur momentum peristiwanya. Kirab budaya pencatatan rekor event ‘Grebeg Mulud Njeporonan’ ini, akan dikenang generasi masyarakat 50 atau 100 tahun lagi. Sama halnya dengan tombak yang kini usianya ratusan tahun, dulunya juga baru,” ujar KP Bambang S Adiningrat beranalogi.(won-i1)