Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ajak Pakasa Jaga Adat Berbusana dan Rawat Makam Leluhur

  • Post author:
  • Post published:December 3, 2024
  • Post category:Budaya
  • Reading time:9 mins read
You are currently viewing Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ajak Pakasa Jaga Adat Berbusana dan Rawat Makam Leluhur
SUASANA PERINGATAN : Suasana upacara, resepsi dan ritual peringatan HUT ke-93 Pakasa yang digelar pengurus Pakasa Cabang Trenggalek, Jumat malam (29/11), duduk lesehan di atas tikar yang digelar di aula kantor Dinas Parbud Pemkab Trenggalek. Terkesan sederhana, tetapi bermakna dan sangat mengedukasi. (foto : iMNews.id/Dok)

Peringati HUT ke-93 Pakasa dengan Kirab Membawa Foto Sinuhun PB X ke Tempat Upacara

TRENGGALEK, iMNews.id – “Perjuangan” Pakasa Cabang Trenggalek mencari jati-diri dan menunjukkan eksistensi serta manfaatnya, pelan-pelan mulai menuai hasil. Dalam suasana peringatan HUT ke-93 Pakasa yang digelar pengurus cabang, tepat tanggal 29 November malam, terdengar pernyataan yang membanggakan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat.

Melalui Agus Prasmono SS selaku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Parbud Pemkab Trenggalek diungkapkan, Pemkab meminta kerjasama Pakasa Cabang Trenggalek agar ikut membenahi praktik jasa rias pengantin di kabupaten itu. Karena, hingga kini karya-karya rias belum bisa menampilkan adat berbusana masyarakat setempat sesuai “paugeran” dalam Budaya Jawa.

“Selain ucapan selamat datang kepada Pakasa Cabang Trenggalek menjadi keluarga baru di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, juga diucapkan selamat ultah ke-93 bagi Pakasa. Dinas Parbud juga berharap agar Pakasa cabang selalu menjalin komunikasi dengan dinas. Dinas Parbud sebagai pamong budaya, siap mewadahi Pakasa dan dan memfasilitasi berbagai kegiatannya”.

“Kegiatan edukasi, di antaranya melalui workshop, sarasehan dan pentas seni. Bahkan memberikan kesempatan dan izin untuk menggunakan aula Dinas Parbud untuk berbagai kegiatan dalam rangka pelestarian budaya (Jawa). Soal kerjasama mengedukasi salon kecantikan dan perias serta perawatan situs-situs makam leluhur, kami siap bertugas,” ujar KRAT Seviola Ananda.

POTONG TUMPENG : Organisasi Pakasa Cabang Trenggalek menjadi salah satu teladan yang baik dan bijak bagi masyarakat peradaban luas. Menggelar peringatan HUT ke-93 Pakasa, Jumat malam (29/11), memperlihatkan simbol-simbol yang sangat Njawani, yaitu potong nasi tumpeng “gunungan” untuk menandainya. (foto : iMNews.id/Dok)

KRAT Seviola Ananda Reksobudoyo yang dimintai konfirmasi iMNews.id sampai semalam, lebih lanjut disebutkan, harapan Dinas Parbud mengajak Pakasa cabang agar menjadi pelopor untuk mengedukasi salon/perias pengantin untuk memberi contoh berbusana adat yang sesuai Budaya Jawa, sangat menjadi perhatiannya untuk segera dilaksanakan bersama.

Berikut adalah ajakan kerjasama untuk menjaga situs-situs cagar budaya terutama makam leluhur seperti Bupati, Adipati, Patih di Trenggalek, juga menjadi konsentrasi pengurus Pakasa cabang. Karena, salah satu tugas pelestarian Budaya Jawa yang harus dilakukan Pakasa cabang, adalah menjaga dan merawat makam para tokoh leluhur Dinasti Mataram.

“Pakasa Trenggalek juga diharapkan, bisa semakin berkembang menjalankan tugas pelestarian Budaya Jawa yang bersumber dari Kraton Mataram Surakarta. Sebaliknya, kami menyampaikan terima kasih kepada Dinas Parbud, karena dipinjami tempat untuk menggelar peringatan HUT. Kami juga menjelaskan peran dan jasa Sinuhun PB X sebagai pendiri Pakasa,” ujarnya.

KRAT Seviola Ananda juga meminta doa restu kepada semua yang hadir dan elemen lembaga yang diwakili, serta seluruh masyarakat kabupaten, karena Pakasa Cabang Trenggalek akan mengirim rombongan kontingen ke Surakarta. Pakasa cabang akan memeriahkan puncak peringatan HUT ke-93 Pakasa bersamaan dengan gelar Festival Budaya Kraton Nusantara, 14-15 Desember.

TANDA KEPERCAYAAN : KP Bekti Harry Suwito (sentana-dalem) selaku penasihat Pakasa cabang, menyerahkan sebilah keris kepada KRAT Seviola sebagai tanda kepercayaan untuk memimpin Pakasa Cabang Trenggalek, sekaligus membawa masyarakat kabupaten ini menjadi pelestari Budaya Jawa untuk kelangsungan Kraton mataram Surakarta. (foto : iMNews.id/Dok)

Disebutkan, selain mengerahkan warga Pakasa yang berbusana adat Jawa khas Mataram Surakarta, dalam barisan juga akan menyertakan unit kesenian Jaranan Pegon dari Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Kota di ajang kirab budaya dan panggung kesenian. Pakasa cabang juga sudah menyiapkan program kerja 2025 yang siap dikerjasamakan dan dilaksanakan.

“Alhamdulillah, warga Pakasa Kabupaten Trenggalek, sudah merata ada di setiap kecamatan (17 kecamatan-Red). Harapan kami ke depan, bisa segera dibentuk pengurus Pakasa Anak Cabang (Ancab), agar mempermudah koordinasi dan meringankan dalam menjalankan tugas-tugas pelestarian Budaya Jawa,” ujar Ketua Pakasa cabang termuda usianya di antara semua ketua cabang.

Sementara itu, jalannya upacara, resepsi dan ritual peringatan HUT ke-93 Pakasa Cabang Trenggalek, didahului dengan kirab yang melibatkan sekitar 50-an warga Pakasa dari Sektretariat Pakasa Cabang di Jalan Raden Saleh Nomer 8 menuju kantor Dinas Parbud, yang dimulai pukul 19.30 WIB. Kirab itu, membawa foto Sinuhun PB X selaku pendiri Pakasa pada 1931.

Tiba di kantor Dinas Parbud, rombongan kirab diterima Ketua Pakasa Cabang didampingi pengurus dan semua perwakilan elemen lembaga yang hadir. Upacara dimulaidengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang diteruskan dengan donga ujub wilujengan yang dipimpin RT Slamet Projodipuro, yang juga memimpin tahlil Syahadat Qures dan shalawat Sultanagungan.

MEMPERKENALKAN PENDIRINYA : Selain berziarah ke Astana Pajimatan Imogiri (Bantul, DIY), Pakasa Cabang Trenggalek juga membawa kirab foto Sinuhun PB X, sebagai tokoh perintis kemerdekaan RI sekaligus “Bapak Pakasa”. Ide memperkenalkan tokoh pendiri Pakasa ini, sangat cerdas dalam memahami makna peringatan HUT ke-93 Pakasa. (foto : iMNews.id/Dok)

Dalam rangkaian upacara, resepsi dan ritual pringatan Pakasa, juga diserahkan sebilah keris “dapur” Tilam Upih “pamor” Melati Rononce dari KP Bekti Harry Suwito (sentana-dalem/penasihat Pakasa cabang) kepada KRAT Seviola. Sebagai simbol khas ultah, adalah potong tumpeng yang dilakukan KRAT Seviola yang diberikan kepada Agus Prasmono SS mewakili Pemkab.

Dalam kesempatan itu, juga disajikan penjelasan dalam soft were audio-visual selayang-pandang perjalanan Pakasa cabang. Pakasa cabang terbentuk di tahun 2019 diketuai KRAT Hasta Surantara, perjuangannya sangat berat, karena Pemkab membawa masyarakatnya berkiblat pada Kraton Jogja. KRAT Seviola meneruskan berjuang mengatasi itu, dan kini mulai ada hasilnya. (won-i1)