Kamis, 2 Desember 2021
Regional Pekan Seni dan Ekonomi Kreatif Jadi Ciri Peringatan 90 Tahun Pakasa

Pekan Seni dan Ekonomi Kreatif Jadi Ciri Peringatan 90 Tahun Pakasa

Baca Juga

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

Wakil Wali Kota : “Kalau Tidak Mau Dihormati, ya………..”

Sumbang Rp 5 Juta untuk Pekan Seni 90 Tahun Pakasa SOLO, iMNews.id – Pembukaan Pekan Seni dan Ekraf (Ekonomi Kreatif)...

Istana Maimun Medan Akan Dikembalikan Menjadi Ikon Kota

Dikunjungi Ketua DPD RI dan Disaksikan Ketua MAKN MEDAN, iMNews.id – Ketua DPD RI AA LaNyala Mahmud Mattalitti yang belakangan...
~Pariwara~

Didirikan Sinuhun PB X, Sebagai Embrio Demokrasi

SOLO, iMNews.id – Pekan Seni dan Ekonomi Kreatif akan digelar Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Mataram Surakarta tanggal 30 November – 5 Desember, dan akan menjadi ciri peringatan 90 Tahun Pakasa di tahun ini. Sejak Keraton Mataram Surakarta bergabung ke dalam NKRI, organisasi sosial budaya yang pernah didirikan Sinuhun PB X pada tahun 1931 sebagai benih-benih kehidupan berdemokrasi itu, baru kali ini diperingati hari jadinya.

‘’Dalam catatan yang saya dapat, sejak didirikan oleh Sinuhun PB X pada tahun 1931, organisasi Pakasa belum pernah diperingati hari jadinya. Tetapi bisa dimaklumi, sebelum 1945 suasana kehidupan menjelang kemerdekaan, mungkin tidak memungkinkan diadakan peringatan hari jadi. Begitu pula setelah NKRI lahir, kelihatannya tidak punya kesempatan. Baru sekarang ini ada kesempatan. Termasuk organisasi Putri Narpa Wandawa. Itu malah lebih dulu lahir (1930), tetapi juga belum pernah diperingati hari jadinya,’’ papar GKR Wandansari Koes Moertiyah selaku Ketua LDA dan penanggungjawab penyelenggara peringatan 90 Tahun Pakasa, menjawab pertanyaan iMNews.id, kemarin.

Disebutkan, selama ‘’Pekan Seni dan Ekraf 90 Tahun Pakasa’’ berlangsung, tiap hari mulai tanggal 30 November akan digelar berbagai jenis kesenian rakyat dari daerah-daerah cabang Pakasa yang ada di Jateng dan Jatim. Kegiatan yang dipusatkan di Pendapa Pagelaran Sasanasumewa itu, juga akan dilengkapi pameran potensi ekonomi kreatif dari cabang-cabang Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) itu.

AKSI ‘’GEBANG TINATAR’’ = Dua dari tiga ‘’dhadhak merak’’ atau ‘’barongan’’ reog dari daerah aslinya Cabang (Kabupaten) Ponorogo (Jatim), seni kebanggaan Pakasa Gebang Tinatar yang akan beraksi saat berlangsungnya ‘’Pekan Seni dan Ekeraf 90 Tahun Pakasa’’ yang dipusatkan di Pendapa Pagelaran, 30 November hingga 5 Desember. (foto : iMNews.id/dok)

Dari Pakasa Cabang (Kabupaten) Ponorogo yang dikenal dengan Pakasa Gebang Tinatar misalnya, disebutkan akan menyajikan seni reog dan ‘’Kethek Ogleng’’ untuk menghangatkan kegiatan sebagai sajian pembuka. Tetapi pada Minggu (5/12), secara khusus akan tampil bersama Pakasa Cabang Sukoharjo, menyajikan 27 unit ‘’dhadhak merak’’ atau ‘’barongan’’.

Pakasa Cabang Sidoarjo (Jatim), diagendakan akan menyajikan tiga jenis tarian dalam satu malam, tanggal 5 Desember. Cabang-cabang lain yang sudah diagendakan akan menampilkan kesenian rakyat khas daerahnya, adalah Pakasa Cabang Trenggalek, Nganjuk, Pacitan dan Malang dari Jatim, sedang dari Jateng tercatat Cabang Jepara, Klaten, Boyolali, Semarang dan Surakarta sebagai ‘’punjer’’ (pusat) Pakasa sekaligus tuan rumah.

‘’Dari keraton disiapkan tari Bedaya Duradasih, Bedaya Retnatama, fragmen wayang wong Begawan Ciptoning dan sebagainya. Tiap hari ada sajian. Kecuali Kamis (4/12), kosong alias libur, tak ada kegiatan. Sudah menjadi tradisi dan pantangan di keraton sejak Sultan Agung, tiap Kamis adalah hari khusus mempersiapkan diri untuk beribadah di hari Jumat,’’ jelas Gusti Moeng. (won)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

More Articles Like This