Sabtu, 4 Desember 2021
Regional Puncak Peringatan Harsiarnas ke-88 Dipusatkan di RRI Surakarta

Puncak Peringatan Harsiarnas ke-88 Dipusatkan di RRI Surakarta

Baca Juga

Seakan tak Mengenal Lelah, Terus Bergerak Memimpin Upaya Pelestarian Budaya

Belum Selesai Menggelar Hari Jadi Pakasa, Sudah Diselingi Ritual Mahesa Lawung SOLO, iMNews.id – Seakan tak mengenal lelah, belum selesai...

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

Wakil Wali Kota : “Kalau Tidak Mau Dihormati, ya………..”

Sumbang Rp 5 Juta untuk Pekan Seni 90 Tahun Pakasa SOLO, iMNews.id – Pembukaan Pekan Seni dan Ekraf (Ekonomi Kreatif)...
~Pariwara~

SOLO, iMNews.id – Puncak acara peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-88, dipusatkan di Solo dengan sebuah upacara yang disiarkan secara live dari Auditorium Sarsito Mangunkusumo RRI Surakarta, Kamis (1/4) siang tadi ke berbagai stasiun televisi induk jaringannya. Ada berbagai rangkaian acara dalam rangka peringatan hari siaran itu, yang digelar panitia bersama antara Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Kemenkominfo.

Komisioner KPI Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyah yang juga salah seorang panitia peringatan Harsiarnas mengatakan, Perpustakaan Pura Mangkunegaran yang bernama Reksa Pustaka, menjadi ruang referensi otentik terkait sejarah penyiaran Indonesia, selayaknya mendapatkan perhatian dari pemerintah.

”Agar manuskrip penyiaran yang tersimpan, dapat segera diamankan dengan teknologi digital, agar mudah diakses masyarakat,” ujarnya saat bersama rombongan peserta sepeda santai dalam rangka peringatan Harsiarnas, saat beraudiensi dengan GRAy Retno Roosati di Bangsal Bale Peni, belum lama ini.

Sementara itu, Nuning juga menyatakan, pihaknya juga menjadi bagian yang mengusulkan KGPAA Mangkunagoro (MN) VII sebagai Pahlawan Penyiaran. KGPAA MN VII dianggap berjasa melahirkan Solosche Radio Vereneging (SRV), sebuah radiao siaran pertama di Nusantara yang digunakan sebagai alat perjuangan menuju kemerdekaan, dengan menyiarkan materi-materi seni budaya.

Di hadapan rombongan yang diterima kakak kandung Pengageng Pura KGPAA MN IX itu, dipaparkan pentingnya mengenalkan situs-situs penyiaran Indonesia kepada publik secara luas, agar menjadi inspirasi sekaligus referensi, baik di bidang akademik maupun bagi para pengambil kebijakan.

Audiensi yang dilakukan panitia dan sejumlah peserta di Pura Mangkunegaran, adalah bagian dari kegiatan sepeda santai napak tilas sejarah penyiaran ke ke sebuah desa Kabupaten Karanganyar yang menyimpan sejarah penyiaran itu. Selain napak tilas dengan bersepeda santai, ziarah ke makam KGPAA MN VII, GRAy Nurul Ngasarati Kusumawardani di Astana Girilayu, Karanganyar, gerakan Literasi Sejuta Pemirsa, seminar nasional dan bakti sosial. (won)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Seakan tak Mengenal Lelah, Terus Bergerak Memimpin Upaya Pelestarian Budaya

Belum Selesai Menggelar Hari Jadi Pakasa, Sudah Diselingi Ritual Mahesa Lawung SOLO, iMNews.id – Seakan tak mengenal lelah, belum selesai...

More Articles Like This