Kamis, 2 Desember 2021
Kesehatan Pemerintah Galakkan Gerakan Donor Plasma Konvalesen

Pemerintah Galakkan Gerakan Donor Plasma Konvalesen

Baca Juga

Seakan tak Mengenal Lelah, Terus Bergerak Memimpin Upaya Pelestarian Budaya

Belum Selesai Menggelar Hari Jadi Pakasa, Sudah Diselingi Ritual Mahesa Lawung SOLO, iMNews.id – Seakan tak mengenal lelah, belum selesai...

Golkar “Memberanikan Diri” Membuka Sejarah Para Pahlawan Lewat Sarasehan

Jadi Ajang ‘’Menagih Janji’’ Wali Kota Gibran Rakabuming SOLO, iMNews.id – Dalam sepanjang sejarah NKRI lahir (1945) hingga kini, baru...

Wakil Wali Kota : “Kalau Tidak Mau Dihormati, ya………..”

Sumbang Rp 5 Juta untuk Pekan Seni 90 Tahun Pakasa SOLO, iMNews.id – Pembukaan Pekan Seni dan Ekraf (Ekonomi Kreatif)...
~Pariwara~

SOLO, iMNews.id – Pemerintah terus menggalakkan gerakan nasional donor plasma konvalesen. Donor plasma tersebut diharapkan mampu menjadi terapi alternatif bagi penderita Covid-19.

“Donor plasma konvalesen ini telah dicanangkan oleh Bapak Wakil Presiden sebagai gerakan nasional,” kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam lawatannya di Solo, Jumat (29/1).

Menurut Muhadjir, pencanangan donor plasma konvalesen sebagai gerakan nasional itu dimaksudkan guna mempercepat jumlah pendonor. Selain itu juga diharapkan bisa mengetuk kesadaran para penyintas Covid-19.

Ia mengaku mendapatkan laporan jika gerakan nasional tersebut sudah mulai direalisasikan di berbagai daerah. Bahkan di Solo jumlah pendonor disebut Muhadjir mengalami kenaikan hingga 40 persen, dibanding sebelum pencanangan.

“Karena itulah atas nama pemerintah, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Ketua PMI dan seluruh jajarannya di Solo. Sebab gerakan nasional donor plasma konvalesen ini telah direspon dengan luar biasa.”

Meski demikian pemerintah tetap mendorong peningkatan jumlah pendonor tersebut, guna memenuhi kebutuhan plasma darah bagi para penderita Covid-19. Apalagi, imbuh Muhadjir, saat ini di Solo masih terdapat 30 pasien yang belum terlayani kendati jumlah pendonor sudah bertambah hingga 40 persen.

“Tidak ada kewajiban untuk mendonor, tapi perlu diketuk kesadarannya. Supaya dengan kesadarannya sendiri, terutama para penyintas yang memenuhi syarat untuk berdonor, bisa ramai-ramai melakukan donor konvalesen,” paparnya.

Sementara itu CEO Palang Merah Indonesia (PMI) Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengungkapkan jika stok plasma konvalesen langsung habis lantaran banyaknya permintaan. Kendati demikian ia juga membenarkan adanya penambahan jumlah pendonor.

“Kami mulai menerima donor sejak Mei 2020, tetapi baru meningkat pesat pada November 2020. Dalam sehari kami bisa menerima 10 pendonor dan total sampai sekarang ada 231 pendonor. Itupun langsung didistribusikan dan sekarang masih ada 30 pasien yang antre,” beber Sumartono. (FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Seakan tak Mengenal Lelah, Terus Bergerak Memimpin Upaya Pelestarian Budaya

Belum Selesai Menggelar Hari Jadi Pakasa, Sudah Diselingi Ritual Mahesa Lawung SOLO, iMNews.id – Seakan tak mengenal lelah, belum selesai...

More Articles Like This