28.4 C
Surakarta
Kesehatan Pemerintah Galakkan Gerakan Donor Plasma Konvalesen

Pemerintah Galakkan Gerakan Donor Plasma Konvalesen

Baca Juga

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Bupati Demak Gelisah Karena Warganya Sudah Kehilangan Tata-krama dan Sopan-santun

Pakasa Cabang Dibentuk untuk Diajak Bersama Hadapi Radikalisme dan Inteoleransi DEMAK, iMNews.id - Bupati Demak Hj dr Eistianah SE mengungkapkan...

“Ting-ting Hik, Jadah Jenang Wajik, Aja Lali Tinge Kobong….” (2-habis)

Dipindah ke Kupel Segaran untuk Meramaikan Kebon Raja IMNEWS.ID - UPACARA adat hajad dalem Malem Selikuran atau Lailatul Qadar untuk memperingati...
~Pariwara~

SOLO, iMNews.id – Pemerintah terus menggalakkan gerakan nasional donor plasma konvalesen. Donor plasma tersebut diharapkan mampu menjadi terapi alternatif bagi penderita Covid-19.

“Donor plasma konvalesen ini telah dicanangkan oleh Bapak Wakil Presiden sebagai gerakan nasional,” kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam lawatannya di Solo, Jumat (29/1).

Menurut Muhadjir, pencanangan donor plasma konvalesen sebagai gerakan nasional itu dimaksudkan guna mempercepat jumlah pendonor. Selain itu juga diharapkan bisa mengetuk kesadaran para penyintas Covid-19.

Ia mengaku mendapatkan laporan jika gerakan nasional tersebut sudah mulai direalisasikan di berbagai daerah. Bahkan di Solo jumlah pendonor disebut Muhadjir mengalami kenaikan hingga 40 persen, dibanding sebelum pencanangan.

“Karena itulah atas nama pemerintah, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Ketua PMI dan seluruh jajarannya di Solo. Sebab gerakan nasional donor plasma konvalesen ini telah direspon dengan luar biasa.”

Meski demikian pemerintah tetap mendorong peningkatan jumlah pendonor tersebut, guna memenuhi kebutuhan plasma darah bagi para penderita Covid-19. Apalagi, imbuh Muhadjir, saat ini di Solo masih terdapat 30 pasien yang belum terlayani kendati jumlah pendonor sudah bertambah hingga 40 persen.

“Tidak ada kewajiban untuk mendonor, tapi perlu diketuk kesadarannya. Supaya dengan kesadarannya sendiri, terutama para penyintas yang memenuhi syarat untuk berdonor, bisa ramai-ramai melakukan donor konvalesen,” paparnya.

Sementara itu CEO Palang Merah Indonesia (PMI) Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengungkapkan jika stok plasma konvalesen langsung habis lantaran banyaknya permintaan. Kendati demikian ia juga membenarkan adanya penambahan jumlah pendonor.

“Kami mulai menerima donor sejak Mei 2020, tetapi baru meningkat pesat pada November 2020. Dalam sehari kami bisa menerima 10 pendonor dan total sampai sekarang ada 231 pendonor. Itupun langsung didistribusikan dan sekarang masih ada 30 pasien yang antre,” beber Sumartono. (FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Berita Terkait