28.4 C
Surakarta
Regional Pemkot Surakarta Dukung PSBB Jawa-Bali

Pemkot Surakarta Dukung PSBB Jawa-Bali

Baca Juga

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Bupati Demak Gelisah Karena Warganya Sudah Kehilangan Tata-krama dan Sopan-santun

Pakasa Cabang Dibentuk untuk Diajak Bersama Hadapi Radikalisme dan Inteoleransi DEMAK, iMNews.id - Bupati Demak Hj dr Eistianah SE mengungkapkan...

“Ting-ting Hik, Jadah Jenang Wajik, Aja Lali Tinge Kobong….” (2-habis)

Dipindah ke Kupel Segaran untuk Meramaikan Kebon Raja IMNEWS.ID - UPACARA adat hajad dalem Malem Selikuran atau Lailatul Qadar untuk memperingati...
~Pariwara~

SOLO iMNews.id – Pemerintah pusat memutuskan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jawa-Bali, mulai 11-25 Januari.

Pemkot Surakarta mendukung rencana tersebut dan berharap kebijakan itu bisa mengendalikan penularan Covid-19.  “Kami menunggu detilnya,” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Ahyani, Rabu (6/1).

Menurut Ahyani, seandainya PSBB direalisasikan Pemkot siap menyesuaikan pembatasan-pembatasan dan penerapan protokol kesehatan yang selama ini diterapkan di Solo.

“Mungkin pembatasan-pembatasan yang sekarang ini berlaku akan diperkuat. Kami juga pernah menggelar rapat koordinasi, untuk membahas hal-hal penyebab utama penularan, mulai dari sisi kerumunan yang mana hingga sisi kegiatan-kegiatan apa saja.”

Pembatasan itu rencananya diterapkan di DKI Jakarta dan sekitarnya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali. Khusus Jawa Tengah, PSBB akan diberlakukan di Semarang Raya, Solo Raya dan Banyumas Raya.

Berbagai kegiatan, mulai belajar mengajar, peribadahan hingga perkantoran, akan dibatasi guna menekan laju penularan korona. Pemkot juga tengah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng, guna memperjelas rencana pemberlakuan PSBB di eks Karesidenan Surakarta.

“Akan kami koordinasikan dulu. Minimal dengan Gubernur. Nanti pelaksanaan PSBB ini bagaimana, soalnya ini menyangkut hidup orang banyak juga,” jelas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Wali Kota menambahkan, koordinasi itu diharapkan melibatkan pemda lain di Solo Raya. “Ini (kasus Covid-19) mbledhose tenanan. Jadi kalau pemerintah pusat sudah memutuskan seperti itu, pasti sudah disertai pertimbangan,” tandas Wali Kota. (FP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Berita Terkait