Sabtu, 27 November 2021
Regional Rian D'Masiv Resmikan Sekretariat Relawan #Lestarikan Keraton

Rian D’Masiv Resmikan Sekretariat Relawan #Lestarikan Keraton

Baca Juga

Pekan Seni dan Ekonomi Kreatif Jadi Ciri Peringatan 90 Tahun Pakasa

Didirikan Sinuhun PB X, Sebagai Embrio Demokrasi SOLO, iMNews.id - Pekan Seni dan Ekonomi Kreatif akan digelar Lembaga Dewan Adat...

Kerja-Bhakti Resik-resik Alun-alun dan Pagelaran, Awali HUT 90 Tahun Pakasa

Para Sesepuh Ajak KGPH Mangkubumi Pimpin Adik-adiknya Bergabung SOLO, iMNewsid – Setelah berhenti ketika memasuki Lebaran 2021 dan beristirahat beberapa...

Gusti Moeng Diminta Bicara Soal Pelestarian Bahasa Jawa di FGD pra-KBJ VII

Bahasa Daerah Lainnya Wajib Dipelihara Negara SOLO, iMNews.id – Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Mataram Surakarta GKR Wandansari Koes...
~Pariwara~

Beberapa Artis Sambut dengan Sebarkan Ajakan yang Sama

SOLO, iMNews.id – Vokalis grup band D’Masiv, Rian Ekk Pradipta (34) yang akrab disapa Rian D’Masiv, meresmikan Sekretariat Relawan ”#Lestarikan Keraton” yang bertempat di kantor Gusti Moeng, kompleks Kamandungan Keraton Surakarta, Baluwarti. Pemasangan spanduk papan nama sekretariat, menandai terlembaganya aktivitas relawan untuk mendukung langkah penyelamatan keraton dari kehancuran yang sudah dideklarasikan Gusti Moeng beberapa waktu lalu.

Sebelum memasang spanduk di teras kantor sekretariat, dilakukan upacara kecil yang berlangsung di topengan Kori Kamandungan, yang ditandai dengan penyerahan spanduk papan nama dari Gusti Moeng kepada Rian D’Masiv selaku Ketua Sekretariat Relawan. Dalam kesempatan itu, Rian menyampaikan sambutan yang berisi ajakan kepada publik secara luas, termasuk kalangan artis di Jakarta khususnya, untuk bersimpati mendukung gerakan #Lestarikan Keraton.

SAMBUTAN AJAKAN : Rian D’Masiv selaku Ketua Relawan #Lestarikan Keraton, mengajak publik secara luas bergabung dalam rangka penyelamatan keraton yang dimulai dari Keraton Surakarta. Pidatonya disampaikan dalam upacara peresmian di topengan kompleks Kamandungan, tadi sore pukul 15.00 WIB. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

”Saya tidak tahu, mengapa saya dipertemukan di sini? Yang jelas ini bukan tiba-tiba, tetapi pasti ada yang menuntun saya untuk sampai ke sini. Saya sudah lima hari di Solo untuk menjadi relawan, membantu Gusti Moeng dan KPH Edy Wirabhumi yang sedang sibuk bersih-bersih untuk memperbaiki kerusakan, dalam rangka menyelamatkan keraton”.

”Sekarang saya menjadi bagian dari semua orang yang mencintai dan peduli keraton. Sekarang saya adalah saudara dan bagian yang tak terpisahkan dari anda. Saya sungguh merinding mengalami ini semua. Pertama kali saat kami diterima dan berbicara di sini, juga merasakan yang sama. Yang jelas, saya akan ada di sini bersama para relawan sampai selesai, September nanti,” ujar Rian, saat saat yang disambut tepuk tangan sorak-orai para warga generasi muda Pakasa dari berbagai daerah, pada upacara kecil di Topengan Kori Kamandungan, tadi siang pukul 15.00 WIB.

SITINGGIL LOR : Gusti Moeng bersama beberapa kalangan anggota Putri Narpa Wandawa dan warga Pakasa Cabang Sukoharjo, merambah kompleks Sitinggil Lor untuk kerjabhakti resik-resik di hari kedua, tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB.  (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Sambutan berikut, disampaikan Gusti Moeng selaku penaggungjawab kerjabhakti #Lestarikan Keraton. Selaku Ketua LDA dan atas nama masyarakat adat Keraton Mataram Surakarta, dia menyampaikan terimakasih atas kesediaan Rian menjadi relawan dan inisiasinya mendirikan kelompok relawan #Lestarikan Keraton serta bersedia menjadi ketuanya.

”Mudah-mudahan, mas Rian selalu dalam lindungan Allah SWT dan selalu dibuka pintu rezekinya. Mudah-mudahan niat baik kita semua selalu mandapat izin dan lindungan Allh SWT. Mudah-mudahan, langkah awal #Lestarikan Keraton yang dimulai dari Solo ini, meluas ke seluruh Nusantara dan ada kepedulian publik secara luas untuk melestarikan keraton-keraton di Nusantara. Karena pada hakikatnya, melestarikan keraton se Nusantara, adalah menjaga kebhinekaan yang berarti menjaga dan melindungi keutuhan Nusantara atau NKRI itu sendiri,” ujar Gusti Moeng siang itu.

ISTIRAHAT MAKAN : Dapur umum gerakan kerjabhakti resik-resik keraton yang dipusatkan di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, sekaligus menyediakan tempat yang luas untuk beristirahat sejenak setelah makan siang bagi semua pesertanya.(foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Peresmian Sekretariat Relawan #Lestarikan Keraton, merupakan penutup sekaligus klimaks dari jadwal hari kedua kerjabhakti resik-resik lingkungan Keraton Mataram Nusantara, Selasa (23/3). Pemasangan spanduk papan nama sekretriat, hanya berjalan beberapa langkah dari tempat upacara peresmian di topengan, karena masih dalam satu kawasan yaitu kawasan Kamandungan, Baluwarti.

PAKASA TRENGGALEK : Sejumlah anggota Pakasa Cabang (Kabupaten) Trenggalek (Jatim), kebagian wilayah di sekitar ”ringin kurung” yang ada di tengah Alun-alun Lor, dalam kerjabhakti resik-resik keraton yang sudah menginjak hari kedua, tadi siang. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Dari pagi hingga siang hari kedua kerjabhakti resik-resik lingkungan keraton, didukung sekitar 200 orang gabungan dari berbagai elemen di dalam Lembaga Dewan Adat (LDA) yang dipimpin Gusti Moeng selaku ketuanya, juga komponen dari luar LDA.

BAGIKAN KAOS SERAGAM : Rian D’Masiv selaku Ketua Relawan #Lestarikan Keraton, secara simbolis membagikan kaos seragam kerjabhakti resik-resik keraton kepada perwakilan mahasiswa UNS, di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, kemarin. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Hari kedua kerjabhakti, sasaran yang dibersihkan masih sama dengan kemarin, karena yang kotor, kumuh dan mulai rusak terhampar di kawasan utara Keraton Mataram Surakarta, yang luasnya kira-kira sepertiga dari luas seluruh kawasan keraton lebih dari 90 hektare. Kawasan keraton, terhampar dari pintu masuk gapura Gladag di ujung utara hingga gapura Gading di ujung selatan.

MENYAMPAIKAN DUKUNGAN : Pemerhati keraton dan budaya Jawa di bidang spiritual, KRT Hendri Rosyad Wrekso Puspito tampak hadir untuk menyampaikan dukungan moral kepada Ketua LDA Gusti Moeng, selaku pimpinan dalam penyelamatan Keraton Mataram Surakarta. 
(foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Meski yang dilibatkan sampai 200 orang, namun untuk membersihkan lingkungan di seputar perampatan Gladag, Alun-alun Lor hingga kompleks Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa, jumlah itu terlalu kecil, apalagi hanya didukung peralatan sederhana yang kebanyakan manual. Hari ketiga kerjabhakti Rabu besok (23/3), sasaran tetap sama dan lebih detail, termasuk perbaikan-perbaikan yang berkait dengan sarana infrastruktur jalan, misalnya penerangan umum. (won)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Pekan Seni dan Ekonomi Kreatif Jadi Ciri Peringatan 90 Tahun Pakasa

Didirikan Sinuhun PB X, Sebagai Embrio Demokrasi SOLO, iMNews.id - Pekan Seni dan Ekonomi Kreatif akan digelar Lembaga Dewan Adat...

More Articles Like This