26.3 C
Surakarta
Pendidikan Tiara Mahatmastuti Boyong Juara 1 Lomba Pidato UNP

Tiara Mahatmastuti Boyong Juara 1 Lomba Pidato UNP

Baca Juga

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Bupati Demak Gelisah Karena Warganya Sudah Kehilangan Tata-krama dan Sopan-santun

Pakasa Cabang Dibentuk untuk Diajak Bersama Hadapi Radikalisme dan Inteoleransi DEMAK, iMNews.id - Bupati Demak Hj dr Eistianah SE mengungkapkan...

“Ting-ting Hik, Jadah Jenang Wajik, Aja Lali Tinge Kobong….” (2-habis)

Dipindah ke Kupel Segaran untuk Meramaikan Kebon Raja IMNEWS.ID - UPACARA adat hajad dalem Malem Selikuran atau Lailatul Qadar untuk memperingati...
~Pariwara~

SOLO – smnusantara.com –  Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tiara Mahatmastuti, menyabet juara 1 Lomba Pidato Tingkat Nasional Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Padang (UNP). Dalam lomba pidato bertajuk Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan di Masa Pandemi, Tiara memilih subtema Covid-19 dan pendidikan, dari 7 subtema yang disediakan panitia penyelenggara.

Topik bahasan yang diangkat dalam lomba ini juga menyinggung isu pendidikan era digital, pembangunan berkelanjutan, ekonomi pro rakyat, ekonomi di masa pandemi, kemandirian pangan, dan pengurangan kemiskinan. “Saya memilih subtema ini karena saya merasa sesuai dengan kondisi dan tantangan pendidikan di masa pandemi,” ujar Tiara, si kampus UNS, Senin (7/12) kepada sejumlah wartawan.

Tiara juga mengungkapkan, alasan dibalik pemilihan subtema yang ia angkat dalam pidatonya itu menuturkan, sejak bulan Juni lalu, ia bersama saudara sepupunya ikut mendampingi peserta didik ditingkat TK dan SD di salah satu dusun di Manisrenggo, Klaten. Dari sana merasakan ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh peserta didik. “Seperti, terbatasnya fasilitas belajar, kesulitan memahami materi pelajaran, dan kurangnya pendampingan selama proses belajar” paparnya

Melalui pengalamannya tersebut, Tiara merasa mudah untuk menuliskan dan membawakan fakta yang dialami dalam menyampaikan gagasan dan solusi terkait pandemi Covid-19 dan pendidikan. “Saya juga banyak membaca tentang permasalahan pendidikan di tengah pandemi. Kemudian, saya kaitkan dengan apa yang tengah saya jalani di lapangan saat mengajar anak-anak di dusun. Setelah naskah pidato jadi, barulah saya berlatih membawakannya. Tidak lupa latihan vokal dan mengurangi konsumsi gorengan,” jelasnya.

Selama berkompetisi menghadapi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, Tiara harus melewati babak penyisihan dan final. Di babak penyisihan, Tiara diharuskan membuat video pidato berdurasi 5-10 menit. Dari 95 peserta yang mengumpulkan video, Tiara masuk dalam 10 peserta yang dinyatakan lolos melaju ke babak final, pada Kamis (12/11/2020) yang diselenggarakan melalui Zoom Cloud Meeting.

Dengan hasil membanggakan ini, Tiara mengaku mengikuti lomba sembari mengerjakan skripsi adalah sebuah tantangan. Kendati sudah memasuki semester akhir, Tiara enggan untuk melewatkan kesempatan berharga untuk meraup prestasi.  “Semoga menjadi inspirasi untuk adik-adik tingkat untuk terus berkarya dan memaksimalkan potensi diri selama menjadi mahasiswa. Tidak ada kata terlambat untuk mencoba hal baru dan memperjuangkan sesuatu,” pungkasnya. (hong)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini

Sinyal-sinyal Kegelisahan Warga Kabupaten Demak, Cermin Kebutuhan Riil Nilai-nilai Budaya

Pakasa Diharapkan Menjadi Mitra Pemerintah, untuk Penguatan Ketahanan Budaya IMNEWS.ID - BILA menyimak ungkapan Bupati Demak KMAy Hj dr Eistianah  Retno...

Berita Terkait