Dari Kawasan Alun-alun Lor Hingga Kraton Kulon, Biayanya Rp 150-an M
SURAKARTA, iMNews.id – Bantuan proyek revitalisasi dan konservasi 13 titik lokasi di Kraton Mataram Surakarta, resmi dimulai Rabu Pon (23/9) dalam sebuah upacara yang digelar Bebadan Kabinet 2004, siang tadi. Peresmian dilakukan Menteri Kebudayaan Dr Fadli Zon dan dihadiri jajaran Kemenbud RI sampai tingkat Jateng, Wali Kota Surakarta Respati Ardi dan Sinuhun PB XIV selaku tuan rumah.
Upacara pembukaan yang digelar di halaman samping utara Pendapa Sasana Sewaka, diawali dengan doa oleh abdi-dalem jurusuranata RT Irawan Wijaya Pujodipuro sebelum sambutan oleh beberapa tokoh penting yang hadir. GKR Wandansari Koes Moertiyah (Pengageng Sasana Wilapa/Ketua LDA) memberi sambutan mewakili tuan rumah, disaksikan beberapa tokoh kerabat seperti KGPH Puger dan Gusti Neno.

Yang membuat upacara peresmian siang tadi istimewa, karena dihadiri KGPH PA Tedjowulan bersama istri dan adik kandungnya yang mewakili unsur kerabat sentana trah Sinuhun PB XII, yaitu GRAy Koes Raspiyah. GRAy Koes Sapardiyah yang juga representasi dari putra/putri-dalem Sinuhun PB XII dan sebelumnya pernah hadir pada rangkaian penobatan Sinuhun PB XIV, siang tadi tidak tampak.
Hadirnya KGPH PA Tedjowulan siang tadi, bisa menjawab berbagai spekulasi atas ketidakhadirannya pada saat ritual “njangkepi” tatacara “jumenengan-nata” pada Sabtu (5/9) lalu. Dan peresmian dimulainya pekerjaan fisik revitalisasi dan konservasi sejumlah bangunan di kraton, siang tadi, juga menjawab spekulasi tentang kelanjutan rencana bantuan proyek itu setelah wilujengan Agustus lalu.

Dalam sambutannya mewakili tuan rumah, Gusti Moeng menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Prsiden Prabowo Subianto yang menunjuk Menteri Kebudayaan RI Dr Fadli Zon untuk mewujudkan revitalisasi Kraton Mataram Surakarta. Karena, keberadaan kraton punya arti penting dalam banyak makna, mulai sebagai pendukung kemerdekaan RI yang dilakukan Sinuhun PB XII.
“Seperti diketahui, Sinuhun PB XII adalah sara yang pertama kali menyampaikan pengakuan dan dukungan atas kemerdekaan RI. Selain itu, Kraton Mataram Surakarta senyatanya menjadi pusat peradaban Jawa, sekaligus destinasi wisata wilayah Surakarta. Tetapi, untuk memperbaiki atau merevitalisasi semua bangunan yang sudah rusak, perlu biaya besar dan Kemenbud RI mendukung penuh kebutuhan itu”, ujar Gusti Moeng.

Di penghujung sambutan Gusti Moeng, disampaikan permohonan koordinasi semua pihak terkait khusus Polri dan termasuk TNI, agar proses berlangsungnya proyek revitalisasi yang diperkirakan minimal selesai akhir Desember 2026 ini, tetap berjalan lancar dan aman. Usai Gusti Moeng menyambut, KGPH PA Tedjowulan tampil memberi sambutan selaku Pelaksana Pemanfaatan Pengelolaan Kraton yang ditunjuk Kemenbud RI.
Dalam sambutannya ia menyinggung seraya membenarkan yang disinggung Gusti Moeng, yaitu sebuah kantor untuk aktivitas selama proyek revitalisasi berlangsung telah disiapkan di dalam kraton. Yaitu kantor untuk KGPH PA Tedjowulan dan Sinuhun PB XIV yang memanfaatkan eks kantor Sinuhun PB XI, agar memudahkan dalam koordinasi. Kantor itu, siang tadi juga ditinjau bersama.

“Terima kasih, saya sudah dibuatkan kantor untuk memudahkan koordinasi bersama Sinuhun PB IXV. Tetapi, kami pasti juga akan berkoordinasi dengan Gusti Moeng selaku Ketua LDA. Tetapi, di belakang juga ada Sinuhun PB XIV yang menjadi tugas saya untuk menyatukan lagi sebagai sebuah keluarga, agar rukun, kompak dan mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” harap KGPH PA Tedjowulan.
Hal yang disinggung KGPH PA Tedjowulan itu, disikapi juga oleh Dirjen Perlindungan Budaya dan Tradisi Kemenbud RI, Dr Restu Gunawan. Dengan gaya kocaknya ia menyebut : “Karena di sini ada Sinuhun PB XIV, di sana juga ada PB XIV, berarti jadi 28 dong…,” ujarnya memancing. “sayaa berharap semua jadi bersatu, tetapi kalau memang tidak mau diajak bersatu yang ditinggal saja”.

Terlihat tampak ikut tersenyum mendengar sambutan Dirjen PBT Dr Restu Gunawan, Menteri Kebudayaan Dr Fadli Zon juga ikut menyikapi saat memberi sambutan penutup upacara itu. Ia menegaskan, kraton direvitalisasi salah satunya agar ikut memberdayakan masyarakat adat yang ada di dalamnya, nanti bisa ikut menikmati hasil pemanfaatan pengelolaan setelah menjadi destinasi wisata.
“Jadi, karena saya memahami betapa peran penting kraton di masa lalu dan sesudah ditetapkan sebagai situs sejarah cagar budaya nasional, maka dalam proyek revitalisasi kraton-kraton secara nasional, Kraton (Mataram) Surakarta mendapat perhatian utama. Nilainya mungkin paling banyak, karena jumlah bangunan yang direvitalisasi dan dikonservasi paling banyak”.

“Apalagi, karena kawasannya paling luas. Berapa itu? Sekitar Rp 150 Milyar ya?. Kami berharap, pemanfaatan dari pengelolaan setelah direvitalisasi nanti, bisa dinikmati semua kerabat keluarga besar kraton. Maka, kami ingin semua kerabat keluarga besar ini rukun dan bersatu. Kalau tadi ada istilah 14 (PB XIV-Red) ditambah 14 (PB XIV-Red) jadi 28, bagaimana dijadikan 14 lagi,” pinta menteri.
Setelah memberi sambutan, Menteri didampingi Dirjen, Sinuhun PB XIV dan Gusti Moeng melayani wawancara dengan para wartawan. Wawancara berlangsung id samping Panggung Sangga Buwana dengan background peta display foto semua bangunan yang akan direvitalisasi dan dikonservasi. Penjelasannya banyak menegasakan yang sudah disampaikan dalam sambutan, baik oleh Menbud RI maupun Dirjen PBT.
Sebelum diakhiri dengan wancara, semua yang hadir dalam upacara peresmian diajak Gusti Moeng ke depan perpustakaan Sasana Pustaka. Di situ, para tamu penting itu disuguhu sajian seni tari fragmen “Bambangan-Cakil”. Kemenbud Fadli Zon dsan Dirjen PBT tampak menikmati sensasi atraksi kelincahan pemeran Cakil Dibyakala Klabangcaluring, sementara Wali Kota asyik ngobrol dengan Sinuhun.
Sajian tari tradisional sekitar 15 menit, lalu dilanjutkan peletakan batu pertama tanda dimulainya pekerjaan fisik revitalisasi. Pertama, peletakan batu di halaman kecil di sela antara ndalem Pakubuwanan dan Sasana Handrawinan itu dilakukan Menteri Fadli Zon, Dirjen PBT dan Wali Kota Surakarta. Kesempatan berikutnya, Gusti Moeng menyusul untuk mendampingi Dirjen PBT Dr restu Gunawan.

Usai wawancara bersama dan foto bersama dengan background foto display bangunan yang akan direvitalisasi, berakhirlah seluruh upacara siang tadi. Tetapi, Menbud RI dan Dirjen PBT dan jajaran pindah ke ndalem Prabuwinatan untuk meresmikan selesainya renovasi komplkes kediaman dan dinding tembok ujung barat Sasana Putra yang ambrol pada saat “kraton gelap”, antara 2017-2022.
Sinuhun PB XIV Hangabehi tampak mengantar kepulangan semua tamunya sampai di Kori Srimanganti Lor, dengan tetap menggunakan protokoler “raja”. Sementara, KPH Edy Wirabhumi dan Gusti Moeng yang menunggu di teras Kori Kamandungan melayani wawancara dari beberapa wartawan. Menurutnya, biaya revitalisasi Rp 150-an M, karena yang direvitalisasi dari Pagelaran hingga Kraton Kulon. (won-i1)


