Presiden Prabowo Ingin “Meresmikan” Selesainya Revitalisasi Kraton
IMNEWS.ID – BERBAGAI kegiatan yang berkait persiapan untuk memulai pekerjaan fisik proses revitalisasi serentak di sejumlah bangunan di kraton, sudah tampak sejak Kamis (23/7) siang kemarin. Sejumlah abdi-dalem dan pekerja proyek mulai memindahkan sebagian gamelan pajangan di meseum, ke tempat lain yang “aman”. Di dekat Bangsal Pradangga yang masih dikerjakan, ada kegiatan “pembersihan”.
Kegiatan “pembersihan” yang dilakukan sejumlah petugas Damkar Kota Surakarta bersama mobil unit pemadamnya, tidak berkait langsung dengan pekerjaan proyek revitalisasi. Tetapi, sarang tawon “vespa” berukuran lumayan besar menggantung di dahan pohon Sawo Kecik Manila, dimusnakan agar tak membahayakan para pekerja proyek. Gusti Moeng dan jajaran Bebadan menyaksikan kegiatan antisipasi itu.

“Jumat besok museum libur, mulai Senin semua pekerjaan dilakukan serentak. Termasuk yang usung-usung memindahkan gamelan sampai tuntas. Juga pembuatan pagar seng di beberapa titik lokasi yang akan direvitalisasi. Meskipun berurutan di lokasi yang diprioritaskan, misalnya kawasan museum dan Kraton Kulon. Mengenai tutupnya layanan kunjungan wisatawan di museum, kini masih ditunggu petunjuknya”.
“Sampai sekarang, kami masih menunggu dhawuh soal waktu mulai tutup layanan bagi wisatawan di museum,” jelas KRMH Suryo Kusumo Wibowo, ASN BPK Wilayah X Jateng-DIY yang ditempatkan di kraton. Dia bersama KRMH Boby Suryo Manikmoyo, juga mendapat tugas sebagai pengawas proyek revitalisasi. Mengenai operasional museum, sebenarnya KPH Edy Wirabhumi berharap masih ada cara lain melayani wisatawan.

Bila dicermati dengan detil, kunjungan wisatawan yang selama ini dilayani di kraton, sebenarnya belum seberapa dari aset budaya bernilai sejarah baik fisik dan nonfisik. Meskipun, apa yang selama ini tersaji di dalam museum, menjadi menu utama yang disajikan dan menjadi “santapan” dominan yang disuguhkan kepada para wisatawan. Tetapi sebenarnya, masih banyak aset lain yang bisa disuguhkan.
“Aset lain” yang bisa disuguhkan di banyak tempat, bukan hanya museum, baik yang berupa fisik dan nonfisik atau “tangible” dan “intangible”. Dan semua aset fisik dan nonfisik aset kraton ini, tak mungkin bisa dinikmati utuh dana sekitar 3-4 jam rata-rata durasi kunjungan tiap wisatawan. Karena, kraton punya aset seni tari, pedalangan, karawitan dan berbagai upacara adat yang bisa “disajikan”.

Yaitu disajikan dengan display, lalu dijelaskan dalam format “workshop”, karena kompleks Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa masih ada sebagian ruang yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan layanan model format itu. Kegiatan model ini bisa menjadi solusi sementara saat proyek revitalisasi berlangsung selama 4 bulan penuh. Tetapi kraton tidak kehilangan pendapatan sama sekali walau museum tutup.
Selain kebutuhan layanan rutin tiap hari selama museum tutup 4 bulan penuh hingga akhir Desember 2026 itu, tetapi masih ada kegiatan upacara adat yang tak bisa ditiadakan. Yaitu ritual hajad-dalem Sekaten Garebeg Mulud, peringatan hari besar Maulud Nabi Muhammad SAW. Kegiatan event keagamaan besar ini, bisa dipadu dengan layanan wisata pengganti museum yang menghasilkan pendapatan langsung dari tiket.

Ritual hajad-dalem Garebeg Mulud yang akan digelar mendekati tanggal 12 Mulud/Rabiulawal, tahun Be 1960/1448 H, biasanya didukung kegiatan pasar malam bernama “Maleman Sekaten”. Kegiatan ini bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan Alun-alun Lor, dari pada “njembrung” tak terawat setelah direvitalisasi di sisa pemerintahan Presiden ke-7. Pemberi proyek terkesan “tidak bertanggung-jawab”.
Dalam beberapa hari ke depan, setidaknya mulai Senin (27/7) seperti disebut KRMH Suryo Kusumo Wibowo (Wakil Pengageng Sasana Prabu), suasana di sejumlah titik lokasi di kawasan kraton terutama separo ke utara, pasti akan dihiasi pagar seng. Pagar keliling itu untuk melindungi kegiatan pekerjaan fisik proyek revitalisasi, termasuk objek bangunan yang sedang dipugar, agar semua lancar dan terproteksi.

Dengan peta lokasi yang akan dikerjakan secara kolosal sekitar 300 tenaga, selama 24 jam dalam 3 shift, tentu akan menyajikan lalu-lintas kerja fisik yang sibuk, sapanjang hari dan sepanjang malam. Walau sepadat itu jumlah yang dikerjakan dan yang mengerjakan, tetapi Bebadan Kabinet 2004 pasti sudah memperhitungkan semua upacara adat sebagai kegiatan wajib di kraton, juga tetap bisa berjalan lancar.
Harapan itu memang sewajarnya terwujud, agar kegiatan utama yang menjadi ciri kehidupan kraton tetap ada, tetapi upaya pemerintah menjadikan kraton kembali utuh dan cantik, juga bisa terwujud bersama-sama. Apalagi, Gusti Moeng (Pengageng Sasana Wilapa/Ketua LDA) menyebut, Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto yang akan menyaksikan (meresmikan) selesainya revitalisasi kraton, akhir Desember nanti. (Won Poerwono-bersambung/i1)
