Pintu Masuk Museum Berubah dan Rute Kunjungan Semakin Panjang
IMNEWS.ID – BILA semua perencanaan berjalan sesuai yang dirancang, kompleks museum Kraton Mataram Surakarta akan mengalami perubahan mencolok dari wajah dan tata ruang lama yang usianya sudah lebih setengah abad. Meseum akan ditata menjadi objek kunjungan wisata berkelas internasional, rute kunjungan makin panjang karena objek bertambah, jam operasional akan menjadi siang dan malam.
“Iya. Sosialisasi kemarin itu, belum begitu lengkap penjelasan detil tataruang semua kawasan yang akan direvitalisasi. Karena, hari itu (Jumat, 17/7) pendek, dan menunggu pak Dirjen (Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi). Mungkin saat wilujengan Selasa (21/7) besok, bisa diulang belum dijelaskan. Soal perubahan pintu masuk, sudah dibicarakan dengan pihak keraton,” ujar Gusti Moeng, Sabtu (18/7).

Pengageng Sasana Wilapa yang juga Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) itu menegaskan singkat menjawab pertanyaan iMNews.id, dalam perjalanan menuju ke kraton. Ia baru saja memimpin ritual khol peringatan wafat ke-393 tahun (Jawa) Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma, yang digelar di Pendapa Sitinggil Lor, Sabtu (18/7 siang (iMNews.id, 18/7). Dalam sambutannya di acara itu, dia juga menyinggungnya.
Persoalan revitalisasi beberapa kompleks bangunan di kraton, sudah beberapa kali disinggung dalam berbagai kesempatan sebelumnya. Bahkan Jumat (17/7), Dirjen PKT Kemenbud RI Dr Restu Gunawan dan timnya, sudah melakukan presentasi lokasi dan bangunan yang akan direvitalisasi kompleks museum dan Kraton Kulon. Sosialisasi teknis yang direvitalisasi, disaksikan berbagai pihak dari dalam dan luar kraton.

Mencermati pernyataan Gusti Moeng baik dalam sambutannya di Sasana Handrawina (Jumat, 17/7) dan wawancara singkat dengan iMNews.id (Sabtu, 18/7), khusus soal revitalisasi di dua kawasan yang diprioritaskan untuk selesai lebih dulu, sangat menarik. Karena, akan ada perubahan sangat mencolok khususnya di kompleks museum yang selama 63 tahun sejak difungsikan kraton, terutama soal wajah dan objeknya.
Khusus mengenai pintu masuk pengunjung, selama lebih setengah abad layanan kunjungan wisatawan terjadi di sebelah bangunan gedung kantor Kasentanan atau Kusuma Wandawa. Dengan halaman yang tergolong sangat sempit kalau berfungsi ganda antara ruang parkir kendaraan roda 2 dan empat atau lebih dengan pengunjung saat membeli tiket masuk, jelas sulit memenuhi standar kenyamanan bagi pengunjung.

Dengan rencana perubahan pintu masuk pengunjung yang dipindah ke ujung timur halaman Kamandungan atau ujung timur kandang kereta (Bale Rata), rute kunjungan diyakini akan bertambah panjang. Meskipun, Gusti Moeng juga menyebutkan, dalam beberapa tahun sebelum 2017, rute kunjungan wisatawan dimulai dari Pendapa Pagelaran, karena loket tiket masuknya dilayani di salah satu bangunan samping pendapa.
Namun, perubahan rute kunjungan sebelum 2017 itu, belum dilengkapi “objek baru” (benda/atraksi) di sepanjang rute dari Pendapa Pagelaran menuju museum. Sehingga ada jeda waktu bagi wistawan yang berjalan agak jauh dari kompleks Sitinggil, tanpa ada penjelasan objek tambahan. Selain ada perubahan situasi dan kondisi pasaca “Insiden MOM 2017”, halaman Kamandungan juga makin padat lalu-lintas umum.

Jika sesuai presentasi teknis perencanaan revitalisasi, kelak pintu masuk akan berada di ujung timur Bale Rata, menggunakan salah satu kandang kereta kuda. Di sebelah baratnya, ada banyak kandang kereta yang bisa difungsikan menjadi loket penjualan tiket masuk. Dari pintu masuk itu, wisatawan dipandu memasuki bangunan bekas “Panti Pidana”, tempat menyajikan display visual objek secara lengkap.
Dari bangunan bekas tempat “peradilan” (simbol Yudikatif) ini, wisatawan dipandu melewati sebuah sumur yang nanti akan dilengkapi beberapa vasilitas lain sebagai taman bunga. Lokasi itu diharapkan menjadi ikon baru di kraton, yang bisa dimanfaatkan para wisatawan untuk selfi dan dan bikin konten di internet. Lokasi ini terletak di tengah-tengah antara bangunan “Panti Pidana” dan “Sidikara”.

Detail gambaran ruang yang akan dijadikan ikon baru kraton itu seperti apa, perlu ditunggu penjelasan tim teknis lebih lanjut. Karena, presentasi Jumat siang itu benar-benar kekuarangan waktu, mengingat ada keterlambatan dimulainya acara, karena menunggu Dirjen PKT Kemenbud RI yang terlambat datang. Setelah dari taman dengan objek utama sumur kuna itu, para wisatawan baru dipandu menuju ruang museum.
Seperti juga dijelaskan KPH Edy Wirabhumi menjawab pertanyaan beberapa wartawan di Pendapa Sitinggil Lor (Sabtu, 18/7) itu, disebut Kemenbud RI mendapat tugas dari Presiden Prabowo untuk merevitalisasi semua kraton di Tanah Air. Khusus Kraton Mataram Surakarta, porsinya lebih banyak karena sangat luas dan objek yang direvitalisasi lebih banyak. Museum, akan dijadikan berstandar internasioal. (Won Poerwono-bersambung/i1)
