Dirjen Kebudayaan Sosialisasi Revitalisasi di Kalangan Kerabat Kraton

  • Post author:
  • Post published:July 17, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:4 mins read
You are currently viewing Dirjen Kebudayaan Sosialisasi Revitalisasi di Kalangan Kerabat Kraton
MEMBERI SAMBUTAN : Sinuhun PB XIV Hangabehi dalam upacara sosialisasi, Jumat (17/7) siang tadi, memberi sambutan dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, karena bantuan revitalisasi yang diberikan kraton melalui Kemenbud RI. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Didahului Wilujengan Jumat (24/7), Prioritas Kraton Kulon dan Museum

SURAKARTA, iMNews.id – Kraton Mataram Surakarta menjadi satu-satunya kraton yang akan mendapat porsi “paling besar” bantuan proyek revitalisasi, di antara semua kraton se-Nusantara yang mendapat bantuan penyelamatan wujud fisiknya. Tak ada perlakuan khusus/diskriminatif, tetapi karena kawasannya sangat luas, bangunannya banyak, tingkat kerusakannya lebih banyak yang tentu lebih banyak pula biayanya.

“Jadi, tidak ada maksud mengistimewakan (diskriminasi) terhadap Kraton (Mataram) Surakarta). Semua kraton yang direvitalisasi, sama perlakuannya. Ya, karena memang Kraton Surakarta ini kebetulan sangat luas, paling luas kawasannya di antara kraton-kraton lain. Bangunannya lebih banyak di kawasan yang luas, yaitu 12 hektare. Yang tentu lebih banyak pula anggarannya,” ujar Dr Restu Gunawan.

Dr Restu Gunawan MHum selaku Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi (PKT) menegaskan hal itu, saat memberi sambutan pada acara sosialisasi revitalisasi beberapa bangunan di Kraton Mataram Surakarta, di “gedhong” Sasana Handrawina, Jumat (17/7) siang tadi. Upacara sosialisasi yang digelar jajaran Bebadan Kabinet 2004 itu, dihadiri jajaran direktorat PKT, komunitas budaya dan perguruan tinggi.

“Saya senang sekali saat ikut kirab jalan kaki 7 KM baru yakin, kawasan kraton memang luas sekali. Masyarakat yang menyaksikan kirab di sepanjang rute di pinggir jalan sepanjang itu, banyak sekali. Itu menunjukkan kecintaan dan perhatian masyarakat terhadap kraton masih sangat besar. Saya minta dukungan semua pihak semuanya berjalan lancar. Lancar adiministrasinya, lancar proyeknya”.

SIAP MENDUKUNG : Gusti Moeng di Sasana Handrawina menyatakan, seluruh masyarakat adat mendukung pemerintah yang merevitalisasi sejumlah bangunan di kraton, Jumat (17/7) siang tadi. Ia menyinggung lagi soal tes DNA yang diharapkan banyak pihak. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Lancar pengerjaannya dan lainnya. Lancar semuanya, pokoknya. Ini tentu butuh dukungan keluarga besar kraton, agar menciptakan suasana yang bisa melancarkan semuanya. Sosialisai ini berlangsung di hari Jumat. Mudah-mudahan mendatangkan berkah bagi kita semua,” pinta Dr Restu Gunawan. Sambutan Dirjen PKT jatuh agak belakangan karena terlambat datang, sehingga diisi penjelasan teknis jajarannya.

Di antara para kerabat keluarga dan yang bekerja di berbagai Bebadan, hadir pula Sinuhun PB XIV Hangabehi yang sejak awal menjadi mitra dan narasumber untuk kepentingan revitalisasi mulai dari menara Panggung Sangga Buwana. Dalam kesempatan itu, Sinuhun menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terimakasih atas kerjasama dan perhatian pemerintah, yang diwujudkan melalui bantuan revitalisasi.

MEMINTA DUKUNGAN : Dirjen PKT Kemenbud RI, Dr Restu Gunawan, meminta dukungan semua pihak khususnya keluarga besar di kraton, agar seluruh pekerjaan revitalisasi di kraton berjalan lancar dan hasilnya nanti bisa dinikmati bersama. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Sementara itu, Gusti Moeng selaku Pengageng Sasana Wilapa/Ketua LDA yang juga menyampaikan sambutan dan ucapan terimakasih, memberi tambahan informasi untuk menjabarkan yang sudah disinggung secara ringkas oleh Sinuhun PB XIV Hangabehi. Menurutnya, dalam rencana revitalisasi sejumlah bangunan dan beberapa kawasan di kraton, akan diprioritaskan museum dan beberapa bangunan di Kraton Kulon.

Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan kalangan keluarga besar khususnya sentana, bila ada yang dianggap kurang pas dan ingin mengritisi, saluran yang tepat yaitu di lembaga Kasentanan (Kusuma Wandawa), bukan konten di medsos. Karena, kalau sudah sampai di ranah publi (medsos), persoalan pertanggung-jawabannya secara hukum menjadi lain, bahkan bisa mengganggu hubungan kraton dengan pihak lain.

BERBINCANG-BINCANG : Sinuhun PB XIV, Gusti Moeng dan Dirjen PKT Kemenbud RI Dr Restu Gunawan masih berbincang-bincang di lokasi “gedhong” Sasana Handrawina, Jumat (17/7) siang tadi. Upacara sosialisasi revitalisasi digelar di situ. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

Berikait dengan dukungan suasana terhadap proses revitalisasi seperti yang diminta Dirjen PKT Dr Restu Gunawan, Gusti Moeng menyinggung bahwa belakangan ada petisi dari komunitas budayawan. Di antara yang diharapkan tercipta kerukunan di kraton, juga menyinggung soal perlunya ada tes DNA kepada calon dari “pihak sebelah”, jika masih ngotot berambisi meraih tahta yang bukan haknya.

Dia juga menyebutkan, jika suasana guyub-rukun seperti yang disebut Dirjen PKT bisa terwujud sebagai dukungan untuk melancarkan revitalisasi kraton, seluruh masyarakat adat yang dipimpin sangat berharap demikian, karena kelak hasilnya bisa dinikmati seluruh keluarga besar kraton. Tetapi faktanya memang membuatnya prihatin, ada seorang tokoh, “putri-dalem” yang kelakuannya sangat memalukan.

PRESENTASI LOKASI : Salah seorang staf dari Ditjen PKT Kemenbud RI menjelaskan gambar jenis dan lokasi bangunan yang akan direvitalisasi. Presentasi lokasi dengan slide diberikan, setelah diawali dengan penjelasan gambar secara manual. (foto : iMNews.id/Won Poerwono)

“Kalau soal tes DNA, itu sudah saya sampaikan di muka publik sejak April lalu. Kalau memang masih nekat ngeyel, tes DNA itu yang bisa mengakhiri permasalahan yang berlarut-larut ini. Saya berharap pemerintah bisa menginisiasi langkah itu, agar cepat selesai dan tidak menggantung seperti ini. Kalau diharap  harus rukun, sudah 9 kali diundang pertemuan, tidak pernah hadir,” tunjuk Gusti Moeng.  

Selama upacara sosialisasi berlangsung, dilakukan presentasi teknis perencanaan revitalisasi secara manual dan menggunakan slide digital. Dijelaskan sejumlah bangunan di beberapa lokasi, terutama museum dan Kraton Kulon dalam kondisi rusak kini, dan abstraksi bentuk jadi sesudah direvitaliasi. Semua itu akan didahului donga wilujengan, dan Gusti Moeng menandaskan akan menggelar Jumat (24/7) pagi. (won-i1)