Pakasa Jepara Berhalal-bihalal Bersama Paguyuban Cakra Bumi

  • Post author:
  • Post published:March 27, 2026
  • Post category:Regional
  • Reading time:3 mins read
You are currently viewing Pakasa Jepara Berhalal-bihalal Bersama Paguyuban Cakra Bumi
MEMBERI SAMBUTAN : KP Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Cabang Jepara) saat memberi sambutan pada acara halal-bihalal bersama Ormas Paguyuban Cakra Bumi di aula Paseban Makam Daeng, Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Jepara, Kamis (26/3). (foto : iMNews.id/Dok)

Banyak Pakasa Cabang Ikuti Halal-bihalal Bersama Menbud RI Fadli Zon

JEPARA, iMNews.id – Pengurus Pakasa Cabang Jepara menggelar halal-bihalal bersama pengurus Paguyuban Cakra Bumi, Kamis malal (25/3) lalu. Kegiatan silaturahmi digelar di aula paseban Makam Daeng, Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, dihadiri 90-an pengurus dan warga ormas di bidang pelestarian adat dan tradisi itu.

Rombongan pengurus Pakasa Cabang Jepara ada sejumlah orang, dipimpin langsung ketuanya, KP Bambang S Adiningrat. Dalam acara itu, baik tuan rumah (H Mutahar) maupun pimpinan Pakasa Jepara memberi sambutan. Setelah ramah-tamah dilanjutkan  ziarah ke makam 70-an tokoh “Aulia”, yang disebut berasal dari berbagai daerah.

SUASANA RAMAH-TAMAH : H Mutahar (Ketua Paguyuban Cakra Bumi) saat berbicara dalam ramah-tamah halal-bihalal bersama antara pengurus Pakasa Cabang Jepara dengan warga ormas tersebut di aula Paseban Makam Daeng di Desa Krapyak, Kamis (26/3). (foto : iMNews.id/Dok)

Tak jelas identitas asal-usul para tokoh yang dimakamkan di situ dari zaman dan kerajaan apa, tetapi menurut penuturan Kodri kepada KP Bambang S Adiningrat, para tokoh yang dimakamkan di situ disebut “Aulia” dan makamnya disebut “Daeng”. Kodri adalah juru-kunci yang memimpin ziarah rombongan tamu dan tuan rumah Cakra Bumi.

KP Bambang juga menyebutkan, halal-bihalal yang digelar di Makam Daeng, Desa Krapyak, sekaligus menjadi latihan persiapan Mapag Ziarah Cakra Bumi. Karena, 8 April mendatang akan digelar agenda ritual di Makam Daeng yang akan dimeriahkan dengan kirab budaya, sebagai rangkaian HUT Kabupaten Jepara tahun 2026 ini.

MAKAM DAENG : Kodri (juru kunci) yang memimpin ziarah di salah satu tokoh “Aulia” yang dimakamkan di kompleks Makam Daeng, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Kamis (26/3). Ziarah bersama penutup dari agenda halal-bihalal Pakasa Jepara. (foto : iMNews.id/Dok)

Sementara itu, KRAT Heru Arif Pianto Wedyonagoro (Ketua Pakasa Cabang Pacitan- Jatim) menyebutkan, dirinya memimpin rombongan pengurus cabang saat menghadiri acara halal-bihalal yang digelar Bebadan Kabinet 2004 di Sasana Handrawina, Kamis (26/3). Banyak utusan Pakasa cabang yang hadir, meskipun jumlahnya dibatasi.

Pakasa Cabang Jepara juga hadir mengirim rombongan utusan, begitu pula Pakasa Cabang Kudus yang tampak hadir 2-3 orang. KRRA Panembahan Didik Gilingwesi batal memimpin rombongan utusan Pakasa Kudus karena bersamaan dengan jadwalnya periksa kesehatan rutin, terutama cedera punggung akibat jatuh sekitar 2 tahun lalu.

FOTO BERSAMA : Setelah bersilaturahmi dan berhalal-bihalal, warga Paguyuban Cakra Bumi dan pengurus Pakasa Cabang Jepara mengakhiri pertemuan dengan foro bersama di aula Peaseban makam, Kamis (26/3) malam. (foto : iMNews.id/Dok)

Rombongan Pakasa Cabang Magelang yang dipimpin KRAT Bagiyono Rumeksodiningrat (Ketua), Pakasa Cabang Ponorogo yang dipimpin KP MN Gendut Wreksodiningrat dan Pakasa Cabang Trenggalek yang dipimpin KRAT Seviola Ananda sempat berpapasan dengan iMNews.id. Pimpinan Pakasa Cabang Ngawi dan Pakasa Cabang Salatiga tampak hadir.

“Setting” ruang halal-bihalal di “gedhong kaca” Sasana Handrawina yang agak beda, siang itu, menempatkan para pimpinan utusan Pakasa cabang dan elemen masyarakat adat lain duduk di kursi. Saat acara berlangsung tak begitu kelihatan dari luar, apalagi posisi para wartawan dan sebagian lain yang “sowan”, berada di luar “gedhong”.

ROMBONGAN PACITAN : Rombongan Pakasa Cabang Pacitan yang dipimpin KRAT Heru Arif Pianto (Ketua), menyempatkan diri foto bersama prajurit penjaga Kori Kamandungan Lor sehabis menghadiri acara halal-bihalal di Sasana Handrawina, Kamis (26/3). (foto : iMNews.id/Dok)

Acara halal-bihalal yang digelar Bebadan Kabinet 2004 bersama Kemenbud RI di kraton tahun 2026, mengekspresikan sebuah kegiatan “pisowanan” yang berbeda dari kegiatan tradisi, adat dan budaya yang biasa digelar di situ. Tetapi, “gedhong kaca” Sasana Handrawina memang tempat untuk menerima tamu kehodrmatan dari luar. (won-i1)