Ditemani Utusan Pakasa Cabang, Ditunggu Bersalaman dan Diminta Wawancara
DEMAK, iMNews.id – Sinuhun PB XIV Hangabehi menggenapi perjalanan spiritualnya dengan shalat Jumat di Masjid Agung Demak, 13 Februari siang tadi. Diantar sekitar 30-an rombongan dari kraton, utusan beberapa Pakasa cabang dan sambutan para santri pondok serta warga setempat, dia mengakhiri “perjalanan spiritualnya”.
Kedatangan Sinuhun Hahangabehi bersama dua mobil bersisi rombongan dari Kraton Mataram Surakarta, tiba tak bersamaan di kompleks Masjid Agung Demak. Dua mobil rombongan yang berisi perwakilan sentana-dalem, warga Pasipamarta dan “Tugur” yang dipimpin KP Siswantodiningrat (Wakil Pengageng Sasana Wilapa), datang lebih dulu.

Dua mobil rombongan datang lebih dulu, karena mendapat tugas “nyadran” di makam Sultan Trenggana dan Raden Patah (Sultan Alamsyah Akbar). Doa, tahlil dan dzikir, syahadat Quresh serta shalawat Sultanagungan dipimpin abdi-dalem juru-suranata RT Irawan Wijaya, sebelum KP Siswantodiningrat memulai tabur bunga di dalam “cungkup”.
Tiba di kompleks masjid sebelum pukul 11.00 WIB, memberi waktu luang bagi rombongan dua mobil itu untuk “nyadran” dan berdoa di makam. Selasai “nyekar”, tombongan langsung diajak pengurus takmir masjid untuk pindah ke ruang transit. Di sana, pengurus dan para santri Paguyuban Pathokjogo Joyo Kusumo yang menjamu.

Jamuan penuh kekeluargaan dan berkesan “legitimatif” itu, justru menjadi ruang ramah-tamah dan silaturahmi untuk memulai menjalin ikatan kekeluargaan antara (bekas kraton) Demak dan Kraton Mataram Surakarta. Kyai Nur Amin dan Munawir SH dari pengurus paguyuban itu mengajak dialog dan diskusi serta memberi masukan.
Forum diskusi dan dialog dadakan sambil menunggu saat shalat Jumat tiba itu, diantar dengan sambutan KP Siswantodiningrat yang secara garis besar melukiskan apa yang sedang terjadi di kraton dan yang dilakukan Sinuhun PB XIV Hangabehi. Sinuhun PB Hangabehi memberi penjelasan dan tanggapan atas satu hal penting.

“Saya sedang napak tilas masjid-masjid peninggalan para laluhur Dinasti Mataram. Salah satunya, Masjid Agung Demak ini, kerya leluhur zaman Kraton demak yang menjadi leluhur Dinasti Mataran. Sebenarnya, kalau saya tidak mendampingi bapak Wapres RI shalat Jumat di Masjid Agung, sebenarnya sekarang hanya genap 13 kali”.
“Tetapi karena mendadak diajak shalat bersama beliau, shalat Jumat di Masjid Demak ini malah menjadi genap 14 kali. Kok ya ndilalah ya, bisa sama. Di Masjid Agung saya Jmatan berturut-turut 7 kali, dan sampai di masjid peninggalan para leluhur di Demak ini, 7 kali. Jadi, sekarang genap 14 kali,” jelas Sinuhun Hangabehi.

Perjalanan spiritual napak-tilas (masjid) peninggalan para leluhur Dinasti Mataram itu, sebelumnya juga sudah disinggung Sinuhun PB XIV hangabehi yang diwawancarai iMNews.id saat shalat Jumat di Masjid Ki Ageng Sela, Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Jumat (6/2). Sambil tersenyum dia mengiyakan saat ditanya soal itu.
Suasana saat Sinuhun Hangabehi datang ke Masjid ASgung Demak untuk menunaikan ibadan shalat Jumat, mirip kedatangannya di beberapa masjid yang dikunjungi dalam perjalanan spiritualnya sejak Jumat (14/11/2025) lalu. Karena, sekeluar dari shalat di masjid, pasti sudah ditunggu banyak orang yang “menyambutnya”.

kalangan takmir masjid, organisasi keagamaan setempat, warga Pakasa cabang terdekat yang menyusul bergabung dan warga yang kebetulan ikut shalat di situ. Termasuk siang tadi, tiba di depan masjid sudah ditunggu 100-an warga Paguyuban Pathokjogo Joyo Kusumo yang sekretariatnya ada di Sayung, Demak.
Hampir semuanya ingin bersalaman dan mengajak foto bersama, termasuk rombongan dari Pakasa Cabang Jepara yang dipim RT Rasmaji, Pakasa Cabang Kudus yang dipimpin KRRA Panembahan Didik Singonegoro (Ketua), Pakasa Cabang Pati dan Pakasa Cabang Ngawi (Jatim) yang dipimpin ketua hariannya, KRT Suyono S Adiwijoyo.

Sesi foto bersama ini benar-benar “dikelola” para pengurus paguyuban yang anggotanya rata-rata para santri ponpes di Kabupaten Demak itu. Karena, diambol view bangunan masjid agung yang utuh dan khas, sebagai background foto. Hasilnya memang meyakinkan, dan foto bersama ini silih-berganti yang putus karena disela.
Yang menyela adalah beberapa wartawan berbagai platform media mainstream setempat, yang benyak menanyakan hal-hal yang belakangan membanjir di medsos. Dengan santai dan tenang Sinuhun Hangabehi menjawab pertanyaan itu. Soal yang berkait dengan perubahan nama, dijelaskan biar proses hukumnya berjalan di PN Surakarta.

“Kami sedang konsentrasi untuk melanjutkan revitalisasi sejumlah bangunan di kraton yang rusak. Kami bekerjasama dengan Kemenbud yang mempunyai perhatian besar terhadap bangunan di kraton yang rusak. Karena, Kraton Surakarta Hadiningrat adalah jejak perjalanan sejarah penting di Indonesia,” tandas Sinuhun PB XIV.
Usai dari masjid, Sinuhun Hangabehi diajak “mampir” ke sekretariat Paguyuban Pathokjogo Joyo Kusumo untuk santap-siang. Dari Makasar (Sulsel), KP Bambang S Adiningrat (Ketua Pakasa Jepara) mengabarkan kepada iMNews.id, dirinya masih di luar Jawa dan mengutus 20 warganya untuk bergabung Sinuhun Hangabehi shalat Jumat. (won-i1)
